Tampilkan postingan dengan label dahsyat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dahsyat. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Agustus 2011

Mengenal Jati Diri Kita Sebagai Manusia

 cerita klasik yang sangat menarik: "Ombak Besar dan Ombak Kecil". Ini adalah perumpamaan pengenalan jati diri yang penting bagi kita. Ombak kecil selalu merasa kecil dan hanya bisa mengagumi ombak besar yang begitu luar biasa karena tidak tahu siapa dirinya sebenarnya.

Lalu ombak besar memberikan nasihat, bahwa mereka sebenarnya sama, jati diri mereka sama yaitu air. "Bila kamu menyadari bahwa kita sama-sama air, maka kamu tidak akan menderita lagi. Kamu adalah air, setiap waktu kamu bisa menikmati menjadi ombak besar seperti aku, kuat, gagah dan perkasa," kata ombak besar.

Sebagai perumpamaan, cerita itu merupakan cerminan kehidupan kita. Banyak yang tidak mengenali siapa jati dirinya sebenarnya sehingga tak mampu mengeksplorasi kemampuan sebesar-besarnya, sebaik-baiknya, seoptimal-seoptimalnya. Karena tidak tahu, kita jadi cenderung underestimate terhadap kemampuan kita sendiri. Akibatnya jadi penakut ketika harus ambil risiko, tak berani mengambil kesempatan, merasa diri tak akan mampu melakukan sesuatu yang sebenarnya bisa dilakukan. Lalu, percaya pada mitos-mitos yang dibuat dan dipeliharanya sendiri (bahwa nasibnya memang tidak beruntung, dilahirkan untuk gagal). Pikirannya cenderung selalu negatif.

Netter yang luar biasa!

Dengan memahami siapa jati diri kita sebenarnya, bahwa kita sama-sama manusia, tidak ada lagi alasan untuk merasa kecil dan kerdil dibandingkan orang lain. Kesuksesan, kesejahteraan, dan kebahagiaan bukan monopoli orang-orang tertentu. Jika orang lain bisa sukses, kita pun pasti bisa sukses!


Karena itu, mari sadari jati diri kita sebagai manusia yang punya kemampuan luar biasa, asal potensi itu dikelola dengan baik. Kesadaran tersebut akan memberikan daya dorong luar biasa dan membuat semangat hidup penuh gairah seperti ombak besar yang menderu di samudera nan luas. Siap menghadapi setiap tantangan dengan mental optimis aktif, serta siap mengembangkan potensi terbaik demi menapaki puncak tangga kesuksesan.

Jumat, 22 April 2011

BANANA KRIUK

peluang usaha

Banana Kriuk Info :

Juni 2011 Banana Kriuk Akan Opening di Bandung, Depok ( Master ), dan Jakarta 
( Master ) serta beberapa outlet lagi di Indramayu dan Cirebon ,
kapan Giliran anda???
Pelajari Bisnisnya dengan seksama dan Action....

Bersama kami "Pisang Goreng" akan Mendunia


Minggu, 24 Oktober 2010

Tokoh Inspiratif Tak Pernah Menyerah

Mempunyai impian besar atau cita-cita yang tinggi adalah bagian yang paling mudah. Karena bagian yang tersulit adalah, harus terus berjuang dari hari ke-hari sambil terus menjaga agar impian tersebut tetap hidup.
Jadi, apakah Anda pernah memiliki sebuah impian besar-tetapi karena sesuatu dan lain hal-sekarang impian itu Anda tinggalkan? Atau, apakah pada saat ini Anda bahkan sudah sangat ingin sekali menyerah? Nah, sebelum Anda membuat keputusan yang akan membuat diri Anda menyesal seumur hidup - tundalah beberapa menit keputusan itu - untuk menyimak kisah beberapa pribadi yang kokoh, pantang menyerah, bermental baja, dan terus berusaha bangkit untuk "berkelahi," sampai menang atau meraih impian yang didambakan. Kami menyebutnya, fakta dan kisah besar yang sangat inspiratif, yang menyiratkan pesan sangat kuat: Never, never, never give up! Jangan pernah menyerah, percayalah pada diri sendiri!
Semoga kisah-kisah di bawha ini dapat memberikan dorongan semangat, ketika impian Anda tampak di luar jangkauan.
1. Auguste Rodin (1840 - 1917) - Sang Pembuat "The Thinker"
Ia adalah pembuat patung "The Thinker" yang terkenal itu. Namun di masa sekolahnya, ia dianggap tak berprestasi. Ayahnya sendiri menganggapnya sebagai anak idiot. Pamannya menyebutkan "orang yang sulit dididik".Ia bahkan tiga kali gagal lulus dari sekolah seni!
Namun Rodin tak pernah menyerah untuk terus belajar membuat patung. Kini ia dikenal sebagai salah seorang pematung ternama di dunia.
2. Albert Einstein (1879 -1955) - Dianggap Lemah dan Konyol
Sampai usianya empat tahun, Einstein tak bisa bicara. Hingga usia 7 tahun ia tak bisa membaca. Gurunya menggambarkan Einstein kecil sebagai anak yang memiliki mental rendah, antisosial, dan terobesi dengan mimpi-mimpi konyolnya.
Ketika dewasa, Einstein ditolak masuk Zurich Polytechnic School. Bahkan ketika ia masuk The University of Ber, disertasi Ph.D-nya tak diterima karena dianggap tak relevan. Namun dari mimpi-mimpi yang oleh kebanyakan orang tak masuk akal itulah Einstein menciptakan sejumlah penemuan yang menjadi dasar ilmu pengetahuan.
3.Michael Jordan (47 tahun) - Sukses Berkat Kegagalan
Legenda hidup NBA ini dikenal dengan akurasi lemparan dan gaya slam dunk-nya yang seolah berjalan di udara. Namun sebelum mencapai kepiawaiannya itu, Michael Jordan pernah mengalami kegagalan demi kegagalan. Namun ia tak pernah menyerah untuk mencoba memperbaiki dan memperbaikinya lagi. Bahkan dalam pertandingan resmi pun, ribuan kali lemparannya tak menghasilkan angka.
"Selama karir saya, lebih dari 9000 kali lemparan saya tak membuahkan angka. Saya kalah dalam 300 pertandingan dan 26 kali saya dipercaya melakukan winning shot, tetapi gagal. Saya sering mengalami kegagalan dan gagal lagi dan gagal lagi dalam hidup saya. Tapi itulah yang membuat saya sukses...."


4. Nick Vujicic (27 tahun) - Tak Punya Tangan dan Kaki tapi Serba Bisa
Belajarlah pada Nick Vujicic soal semangat tak pantang menyerah. Ia tak dikaruniai anggota tubuh yang lengkap. Tangan tak punya, kaki hanya terdiri dari beberapa jari. Tapi ia tak mau bergantung pada orang lain. Ia bisa memasak, bisa menggambar dan melukis, menulis, bahkan berenenang.
Kini, Nick Vujicic dikenal sebagai pembicara / motivator ulung. 
5. George Lucas (66 tahun) - Star Wars Ditolak Terus
Kadang-kadang sesuatu yang akan meledak di pasaran dianggap sebagai hal yang tak bakalan laku. Bahkan penilaian itu diberikan oleh pelaku industri itu sendiri. Lihat saja film Star Wars.
Ketika George Lucas menawarkan film tentang perang antar galaksi ini ke Hollywood, tak satu pun mau menerimanya sampai akhirnya 20th-Century Fox mau memproduksinya. Untung George tak mau menyerah. Kini kita tahu bahwa Star Wars merupakan salah satu film terlaris sepanjang masa. (Catatan: Star Wars Episode I - The Phantom Menace [1999] berhasil mengeruk pendapatan 926 juta dolar AS atau Rp 8,65 triliun).
6.Henry Ford (1863-1947) - Kegagalan adalah Kesempatan untuk Memulai Lagi!
Alih-alih menggarap ladang keluarga, Henry Ford malah lebih suka memperbaiki jam tangan para tetangga! Itu karena ia memiliki minat ke bidang teknik yang tinggi. Karena minatnya itu, ia terobsesi membuat "kereta tanpa kuda".
Obsesi itu terwujud ketika Henry Ford berhasil membuatkendaraan roda empat bernama Ford Quadricycle pada tahun 1896 yang digerakkan dengan mesin kecil. Saat itu ia bekerja sebagai insinyur kepala di perusahaan milik Thomas A Edison: Edison Illuminating Company.
Keberhasilan membuat mobil itu menarik minat beberapa pengusaha untuk bekerja sama mendirikan perusahaan pembuat mobil. Perusahaan pertamanya gagal. Perusahaan keduanya juga gagal. Singkat kata, perusahaannya tak pernah sukses menghasilkan satu mobil pun sehingga para investornya marah dan "mengusir" Henry Ford dari perkongsian. Namun ia tetap yakin, bahwa suatu ketika akan bisa menghasilkan mobil yang bagus dan laku.
Henry Ford, New York (1921)
Setidaknya lima kali ia mengalami kegagalan berbisnis sebelum mendirikan Ford Motor Company yang ternama dan legendaris.
Menyikapi kegagalannya itu Henry Ford berujar, "Kegagalan adalah kesempatan untuk memulai lagi, dengan lebih pintar."
Teman-teman, Henry Ford tak pernah menyerah dalam usahanya membangun perusahaan dan membuat mobil. Sekarang semua orang tahu Henry Ford adalah salah satu tokoh otomotif dunia yang berpengaruh.
7.Colonel Sanders (1890 - 1980) -Lebih dari 1000 Kali Ditolak
Tokoh yang satu ini tak hanya dikenal karena brand "Kentucky Fried Chicken"-nya yang mendunia. Ia juga dikenal sebagai sosok yang memiliki semangat kewirausahaan yang tinggi. Lahir sebagai anak pertama dari lima bersaudara dan ditinggal ayahnya ketika usianya belasan, Harland Sanders jadi "kepala keluarga" dengan membantu ibunya, termasuk memasak. Salah satu keterampilan memasaknya adalah membuat ayam goreng dengan resep menggunakan sebelas rempah-rempah.
Ketika dewasa, Sanders berganti-ganti pekerjaan mulai dari kerja di kebun, instruktur trem, pemadam kebakaran, dan berbisnis pom bensin. Pada saat menjalankan pom bensin ini ia sering memasak ayam goreng yang ternyata disukai para pelanggan pom bensinnya. Lama-lama ia mendirikan restoran di seberang jalan. Keterampilannya memasak itu dikenal banyak kalangan sampai-sampai Gubernur Kentucky, Ruby Laffoon, menjulukinya sebagai Colonel Sanders.
Sayangnya, restorannya harus ditutup ketika tempatnya tergusur proyek jalan tol. Akhirnya ia memilih menjadi pekerja sosial sampai pensiun.
Ketika pertama kali pensiun ia berpikir, tak sebaiknya ongkang-ongkang kaki menikmati pensiunnya. Karena itu ia mencoba menjual resepnya. Ia menawarkannya ke sejumlah restoran dari satu kota ke kota lain. Tak satu pun mau menerimanya! Namun ia tak menyerah meski lebih dari 1000 restoran menolaknya. Akhirnya sebuah restoran mau menerimanya.
Tujuh tahun kemudian-pada usia 75 tahun-Kolonel Sanders menjual perusahaan ayam gorengnya seharga 15 juta dolar AS!
8.Walt Disney (1901 -1966) - "Karya Saya Bukan Seni"
Di tengah sukses karya-karya animasinya yang dikagumi dunia saat ini, Walt Disney pernah mengalami sejumlah kegagalan demi kegagalan yang tak bisa dianggap enteng. Ia pernah dipecat dari surat kabar sebagai ilustrator karena dianggap daya imajinasinya kurang. Padahal dari karya-karya gambar itulah ia menggantungkan hidupnya. Bahkan ia pernah sulit menemukan pekerjaan sebagai ilustrator kalau tidak dibantu saudaranya menjadi ilustrator iklan di sebuah bank.
Kegagalan demi kegagalan pun dialaminya ketika mulai berbisnis sendiri. Namun ia yakin suatu ketika bisnisnya akan hidup karena ia punya visi yang besar.
"Saya tak pernah menyebut karya saya sebagai seni. Karya saya itu merupakan bagian dari show business, bisnis yang membangun hiburan," katanya.
Dan sekarang kita tahu, karena sifatnya yang tak pernah menyerah itu, Walt Disney bisa menjadi legenda hiburan dunia. 
9. Elvis Presley (1935-1977) - Bertahan dengan Rock and Roll
Pada saat memulai kariernya Elvis Presley ikut manggung di The Grand Ole Opry, pentas mingguan musik di Nashville, Tennessee, AS. Namun penampilannya dianggap tak menarik. Manajer Grand Ole malah menghardiknya dengan kata-kata kasar, "Kamu tak akan ke mana-mana (tak akan pernah berkembang sebagai penyanyi-Red). Lebih baik kembali jadi sopir truk!"
Penolakan juga datang dari kelompok yang menganggap gayanya manggung terlalu vulgar. Namun Elvis jalan terus sampai akhirnya ia menjadi legenda musik rock and roll.
10. The Beatles (1960-1970) - Tiap Hari Manggung untuk Berlatih
Grup legendaris asal Liverpool, Inggris ini pernah ditolak Decca Recording Company. Perusahaan itu menyebut The Beatles tak menarik hanya karena terdiri dari gitar dan drum!
Namun grup ini tak menyerah. Mereka terus manggung sambil melatih kekompakannya. Tiada hari tanpa manggung di klub-klub, sampai akhirnya mereka terkenal!
11. Jack Canfield (65 tahun) dan Mark Victor Hansen (62 tahun) - Chicken Soup for the Soul
Dua motivator ini bekerja sama membuat sebuah buku yang memuat cerita-cerita pendek motivasi. Suatu ketika Jack ingat neneknya pernah bilang bahwa sup ayam (chicken soup) itu bisa menyembuhkan apapun. Tiba-tiba saja ia punya ide (dan disetujui Mark), bagaimana jika buku itu juga seperti sup ayam. Bedanya sup ini untuk penyembuhan jiwa (soul). Maka jadilah buku "Chicken Soup for the Soul".
Jack Canfield (kiri) dan Mark Victor Hansen
Sayangnya, ketika diajukan ke penerbit, tak satu pun yang bersedia menerbitkannya. Jack dan Mark tak mau mengalah! Mereka mencari penerbit lain meski terus ditolak. Sampai-sampai jumlah penerbit yang menolaknya mencapai 130-an penerbit. Untunglah penerbit Health Communications Inc mau menerbitkannya.
Sekarang, Chicken Soup for The Soul merupakan salah satu buku serial terlaris di dunia dengan penjualan mencapai 120 juta kopi. Total penjualannya (bukudan merchandise) mencapai 1,3 miliar dolar ASatau hampir Rp 13 triliun!
12. JK Rowling (44 tahun) - Novelnya Terjual Ratusan Juta Kopi
Mungkin agar naskah novel bisa jadi buku best seller, harus ditolak dulu oleh belasan penerbit. Ada banyak yang mengalami ini, termasuk JK Rowling sang penulis serial Harry Potter. Karyanya dianggap terlalu mengkhayal dan membumi. Itulah yang membuat delapan penerbit yang ia lamar menolaknya. Namun Rowling terus saja menulis dan berusaha mencari penerbit. Sampai akhirnya sebuah penerbit bersedia menerbitkannya.
Sekarang novel Harry Potter termasuk legenda. Enam seri pertamanya saja terjual 325 juta kopi!
13. Lionel Messi(23 tahun) - Terlalu Rapuh Saat Kecil
Bakat sepak bolanya luar biasa! Namun bakat itu terancam ketika orang tuanya menemukan kalau Messi memiliki penyakit yang membuat tulang dan ototnya lemah sehingga tumbuhnya pendek. Untuk mengobatinya harus dilakukan terapi yang mahal di mana keluarganya tidak mampu. Namun Messi tetap saja bermain bola karena ia menyukainya.
Suatu ketika pencari bakat klub sepak bola asal Spanyol (Barcelona FC) menemukannya dan mengontraknya sebagai pemain remaja, untuk sekaligus mendapat pengobatan dan terapi meninggikan badan. Akhirnya jadilah ia pemain Barca. Kini hampir semua orang tahu siapa Lionel Messi!! Dia adalah pemain sepak bola terbaik dunia pilihan FIFA 2009.

__________

Sabtu, 23 Oktober 2010

Darah Lebih Kental Daripada Air

Paris  Hilton
Hari gini, siapa yang tidak tahu Paris Hilton? Ia adalah anak dari Richard Hilton dan Kathy Richards, yang juga ahli waris dari Hilton Hotels Corporation dan perusahaan real estate ayahnya. Di bukunya Confessions of the Heiress, ia melontarkan sejumlah tips sebagai seorang pewaris, “Pertama, pastikan lahir di keluarga yang tepat. Kedua, miliki nama yang hebat.” Ada pula seabrek tips lainnya yang rasa-rasanya mustahil diamalkan oleh orang kebanyakan. Sering saya bahas seminar-seminar saya bahwa menjadi muda dan kaya adalah sesuatu yang sukar untuk diraih. Bahkan, hampir-hampir mustahil. Hanya ada dua kemungkinan besar, apakah dia menjadi selebriti atau meneruskan bisnis keluarga. Adakah kemungkinan lain yang lebih masuk akal? Kalau memang masih ada, yah, silakan Anda buat buku tentang itu. ah, terkait orang muda yang kaya, banyak orang yang meremehkannya. Tukas orang-orang, "Ah, pantas saja dia kaya. Bisnis moyangnya! Kalau cuma begitu, saya juga bisa." Kelihatannya memang segampang seperti itu. Padahal anak muda ini juga menghadapi masalah tersendiri yang mungkin tidak pernah terbayangkan oleh entrepreneur yang merintis bisnis dari nol.
Ada beberapa masalah, katakanlah utang yang kadung bertumpuk-tumpuk, SDM yang terlanjur berjubel dan carut-marut, musuh bisnis di delapan penjuru angin, tuntutan idealis dari orangtua, dan masih banyak lagi. Repotnya lagi, itu semua dibebankan ke bahunya secara tiba-tiba jebret! tidak melalui tahapan-tahapan. Beda dengan entrepreneur biasa. Terlepas dari itu, bisnis keluarga, dosakah? Oh, tidak. Menurut saya, itu sih sah-sah saja. Terutama di Asia, yang mana hubungan antar kerabat begitu rapat. Lihat saja para penerus layaknya Anthony Salim, Putera Sampoerna, Sudhamek AWS, dan Rahmat Gobel. Andai saya di posisi mereka, mungkin saya juga melakukan hal yang sama meneruskan bisnis keluarga (Asalkan cocok, tentunya). Ya, iyalah. Ngapain repot-repot mengotak-atik bisnis dari nol yang kemungkinan berhasilnya jauh lebih kecil? Mendingan menggarap bisnis yang telah teruji.
Ambil contoh Chatalia. Ia menangani bisnis yang ia dirikan bersama ayahnya pada 2 Novemer 2002. Perusahaan ini menjadi pengelola ritel sepatu ABS (All 'Bout Shoes dan Arena Belanja Sepatu) Shoe Warehouse. Kemudian ia mengembangkan ritelnya dengan konsep swalayan di mana pengunjung dapat mencomot sendiri sepatu yang mereka suka. Gerai ABS tersebar di Tangerang, Bandung, dan Bogor. Adapun investasi untuk menegakkan gerai di Bandung mencapai Rp 6 miliar. Serupa dengan Annete. Usai mengumpulkan jam terbang profesional selama lima tahun di Australia, Annete kembali ke tanah air membantu bisnis keluarga Grup Tugu Hotel. Seterusnya lulusan Teknik Komputer Monash University ini mengendalikan bisnis resto Lara Djonggrang & La Bihzad Bar dan Tao Bar & Dapur Babah Elite. Di sini, pemilik nama asli Melati Tanjungsari kelahiran Malang ini mengutamakan ciri khas asli Indonesia. Misinya, demi mengharumkan nama Indonesia ke pentas kuliner dunia. Tidak tanggung-tanggung Megawati Soekarnoputri, Andi Malarangeng dan Murdaya Poo masuk dalam daftar pelanggannya. Pada 2006 Annete merintis Restoran Shanghai Blue dan Samarra.
Nah, jarang disadari oleh kebanyakan orang, bisnis keluarga memendam benih-benih positif tersendiri. Apa saja sih? Pertama, tingkat loyalitas yang lebih tinggi. Si anak pastilah nurut dan ngikut apa saja yang diperintahkan oleh atasannya, yang kebetulan adalah ayah atau pamannya sendiri. Bekerja sampai 12 jam sekalipun tidak masalah. Toh, itu untuk dia dan keluarganya juga. Ada kompetitor atau krisis? Pasti akan dia sikat habis-habisan. Bukan semata-mata karena bisnis, tapi juga demi nama baik keluarga. Kedua, kadar pengenalan yang lebih intens. Buat apa susah-susah merekrut orang lain yang belum jelas karakter dan performance-nya? Penyesuaian dengan orang baru juga bukan perkara gampang. Yah, mendingan ngambil kerabat sendiri yang sudah ketahuan karakter dan performance-nya. Itulah alasan mengapa Sudono Salim melantik putranya, Anthony Salim untuk memerintah seluruh kerajaan bisnisnya. Ternyata dari dulu, yah sudah begitu.
Awal abad 13, tampuk kekuasaan Sang Penakluk Genghis Khan juga diserah-terimakan kepada putranya, Ogadai Khan, yang lalu digilirkan pada keturunan berikutnya, yakni Mangu Khan & Kublai Khan. Dampaknya, pengaruh Genghis Khan dan anak-cucunya terus bersemayam di tanah Asia selama berabad-abad. Suatu tingkat pencapaian yang gagal disamai oleh Alexander Agung sekalipun. Sejarah Genghis Khan barangkali serupa dengan kisah Jackson Five, yang bertunas menjadi megabintang sekaliber Michael Jackson, Janet Jackson, dan La Toya Jackson. Lagi pula agama menganjurkan membantu anggota keluarga terlebih dahulu ketimbang orang lain. Pepatah dari dataran Tiongkok juga mengisyaratkan, "Darah lebih kental daripada air." Keluarga itu lebih utama daripada pertemanan, apalagi orang lain. Tentunya, jangan sampai menjurus ke nepotisme yang salah kaprah. Ndak benar itu! Janet Jackson saja terpaksa mendepak ayahnya sebagai manajer karena dianggap bermasalah.
Lantas, adakah sisi negatifnya? Ya pastilah. Masak mau enaknya saja? Pertama, tercampurnya persoalan pribadi dengan bisnis. Sepasang suami-istri yang tengah goncang rumah-tangganya, mana bisa ngurusin pekerjaan sama-sama. Iya tho? Belum lagi kerabat-kerabat yang tidak kebagian posisi. Tidak jadi soal apakah mereka kompeten atau tidak, pasti tuh mereka jealous dan ngomel-ngomel. Dan tahukah Anda, berdasarkan fakta sejarah, perang saudara (civil war) itu jauh lebih kejam daripada perang manapun. Selalu seperti itu! Pada akhirnya, hubungan antar anggota keluarga pun bisa retak bahkanberantakan. Begitulah, persoalan keluarga berimbas ke bisnis atau sebaliknya persoalan bisnis merembet ke keluarga. Vice versa.
Sisi negatif lainnya, apabila si orangtua kurang cermat, maka si anak bisa manja, mau enaknya saja, dan ogah berproses. Dahlan Iskan, pentolan Jawa Pos Group, malah melakoni kebalikannya. Beneran! Si anak Azzrul Ananda justru digembleng dan 'dipaksa' untuk tumbuh dari bawah di perusahaannya. Nah, itu bagus. Jadi, akarnya kuat. Tidak seperti tanaman cangkokan yang tiba-tiba saja nemplok di atas. Kedua mantan atasan saya di Malaysia juga begitu. Anaknya dibiarin saja berkeringat-keringat mengelola bisnis keluarga. Eh, bukan mereka tidak sayang sama anak. Justru karena mereka sangat sayang. Mereka bersikap begitu, karena ingin mendidik dan mengasah anaknya. Bukan digojlok asal-asalan. Saya setuju itu. Begitulah, darah lebih kental daripada air. Terakhir, saran saya untuk pengelola bisnis keluarga, hormatilah entrepreneur yang merintis bisnis dari nol. Begitu pula entrepreneur, hormatilah pengelola bisnis keluarga. Kedua-duanya memiliki dilema tersendiri yang saya jamin masing-masing pasti terkaget-kaget seandainya bertukar posisi. Percayalah, memang begitulah adanya. Saya sama sekali tidak mengada-ada. Anda pikir saya tukang dongeng?
Saran saya khusus untuk pengelola bisnis keluarga, jangan pernah jadi tumbuhan benalu, yang bisanya cuma morotin induknya. Tidak malu apa? Jadilah pemberi pupuk, di mana Anda turut memelihara bahkan membesarkan bisnis. Kalau orangtua Anda berhasil dengan bisnisnya, berarti Anda harus lebih daripada itu. Bukankah Anda sudah diberitahu ilmunya tidak perlu lagi menjalani sendiri untuk mengetahuinya. Bukankah Anda sudah didukung materi tidak perlu lagi mengais-ngaisnya sendiri.
Dikutip dari buku 10 Jurus Terlarang! Kok Masih Mau Bersaing Cara Biasa?