Tampilkan postingan dengan label bertambah sukses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bertambah sukses. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Agustus 2011

Cobalah Untuk Merenung


Sediakan beberapa menit dalam sehari untuk melakukan perenungan. Lakukan di pagi hari yang tenang, segera setelah bangun tidur. Atau di malam hari sesaat sebelum beranjak tidur. Merenunglah dalam keheningan. Jangan gunakan pikiran untuk mencari berbagai jawaban. Dalam perenungan anda tidak mencari jawaban. Cukup berteman dengan ketenangan maka anda akan mendapatkan kejernihan pikiran. Jawaban berasal dari pikiran anda yang bening. Selama berhari-hari anda disibukkan oleh berbagai hal. Sadarilah bahwa pikiran anda memerlukan istirahat. Tidak cukup hanya dengan tidur. Anda perlu tidur dalam keadaan terbangun. Merenunglah dan dapatkan ketentraman batin.
Pikiran yang digunakan itu bagaikan air sabun yang diaduk dalam sebuah gelas kaca. Semakin banyak sabun yang tercampur semakin keruh air. Semakin cepat anda mengaduk semakin kencang pusaran.Merenung adalah menghentikan adukan. Dan membiarkan air berputar perlahan. Perhatikan partikel sabun turun satu persatu, menyentuh dasar gelas. Benar-benar perlahan. Tanpa suara. Bahkan anda mampu mendengar luruhnya partikel sabun. Kini anda mendapatkan air jernih tersisa di permukaan. Bukankah air yang jernih mampu meneruskan cahaya. Demikian halnya dengan pikiran anda yang bening.

Senin, 06 Juni 2011

TDW Mastery - Pensiun Muda Melalui Bisnis

Pensiun muda, yang penting dalam bisnis dan anda ingin pensiun muda. Model bisnis ini yang dikatakan Roberrt Kiyosaki, bukan berapa banyak. Tetapi yang penting seberapa cepat. Contohnya sewaktu saya ngajar di Jepang untuk nasabah City Goal, yang punya 1.000.000 US keatas tabungannya lalu di bayari oleh City Bank dan Robert Kiyosaki ngajar disana. Ada dua ratus orang waktu itu yang organiser nya. Tanya nanti si Robert Kiyosaki.
Mau ngajar apa? Itu yang di ajar sudah kaya – kaya benar, salah satu yang di ajar dia ngomong gini, anda seneng mana punya penghasilan 100.000 US atau 10.000 US? kalau bisa dua – duanya, itu sudah ikut seminar saya. Tetapi begini ketika mereka ngomong Robert saya pilih 100.000 US, “you not get the idea” pantesan kamu miskin! 1.000.000 US di anggap miskin. Robert Kiyosaki keras sekali kalau mengajar terkadang bentak orang. pantesan kamu malas dan pantesan uang kamu di taruh di City Bank. Bunganya 0,1 persen tidak di kasih bunga juga mau, celaka besok tidak mau nabung lagi. Kamu ini bukan berapa besar, tapi seberapa cepat.
Percuma kalau kamu punya duit 100.000 US, dapetnya 50 tahun. Lebih baik 10.000 US permenit, anda selalu tanya berapa cepat kita bisa menghasilkan, dan bisa sampai lebih cepat anda baru bisa pensiun! Kalau anda tidak waspada tentang waktu anda tidak bisa sukses.

Action Plan :
1. Umur berapa Anda ingin pensiun?
2. Bagaimana Model bisnis Anda?
3. Seberapa cepat?

Demikian dari Saya, Jika Anda ingin mendapatkan informasi lebih banyak lagi, Anda bisa mendapatkannya secara Gratis sebuah eBook TDW University – Business Session karya mentor Saya Tung Desem Waringin sebuah panduan untuk meningkatkan kekayaan Anda. Segera klik TDW Mastery,
Anda bisa mendapatkannya di sini :
http://tdwmastery.com/bm/?id=36894

Jumat, 22 April 2011

BANANA KRIUK

peluang usaha

Banana Kriuk Info :

Juni 2011 Banana Kriuk Akan Opening di Bandung, Depok ( Master ), dan Jakarta 
( Master ) serta beberapa outlet lagi di Indramayu dan Cirebon ,
kapan Giliran anda???
Pelajari Bisnisnya dengan seksama dan Action....

Bersama kami "Pisang Goreng" akan Mendunia


Sabtu, 05 Maret 2011

Aku Tidak Menyerah

Kala itu Takezo adalah seorang pria yang putus asa dan mau meninggalkan semuanya: baik pekerjaan maupun hubungan dengan kerabat dan sahabatnya. Ia mau berhenti hidup!

Lalu, ia pergi ke hutan untuk bicara yang terakhir kalinya dengan seorang Zen bernama Takuan. Katanya, "Apakah Takuan bisa memberiku satu alasan yang baik agar jangan berhenti hidup dan menyerah?"

Jawaban Takuan sangat mengejutkan, "Coba lihat sekitarmu, Takezo. Apakah kamu lihat pohon pakis dan bambu itu?"

"Ya," jawab Takezo. "Aku melihatnya."

"Ketika menanam benih pakis dan benih bambu, alam merawat keduanya dengan sangat baik. Alam memberi keduanya cahaya dan air. Pakis tumbuh sangat cepat di bumi, daunnya yang hijau segar menutupi permukaan tanah hutan.

Sementara itu, benih bambu tidak menghasilkan apa pun, tapi katanya, 'Aku tidak menyerah.'

Pada tahun kedua, pakis tumbuh makin segar dan banyak, tapi belum ada juga yang muncul dari benih bambu. Tapi katanya, 'Aku tidak menyerah!'

Pada tahun ketiga, bambu belum juga memunculkan sesuatu, tapi katanya, 'Aku tidak menyerah!'

Di tahun keempat, masih belum ada apapun dari benih bambu. Ia berkata, 'Aku tidak menyerah!'" demikian cerita Takuan.

Pada tahun ke-5, muncul tunas yang lebih kecil dari tunas pakis. Yah, tunas itu tampak kecil dan tidak bermakna.

Tapi 6 bulan kemudian, bambu tumbuh menjulang sampai 100 kaki (sekitar 30 meter). Rupanya, untuk menumbuhkan akar secara maksimal, perlu waktu 5 tahun. Akar ini membuat bambu kuat dan bisa memberi apa yang diperlukan bambu untuk bertahan hidup.
 
"Sang Pencipta tak kan memberi kita cobaan yang tak sanggup diatasi oleh ciptaan-Nya," kata Takuan kepada Takezo. "Tahukah kamu, Takezo. Saat menghadapi kesulitan dan perjuangan berat seperti ini, kau sebenarnya sedang menumbuhkan 'akar-akar' yang kuat? Alam tidak meninggalkan bambu itu. Sang Pencipta juga tidak meninggalkan kamu."
 
"Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain," kata Takuan. "Bambu punya tujuan yang berbeda, dibandingkan dengan pakis. Tapi keduanya membuat hutan menjadi indah. Waktu untuk Anda akan datang. Anda akan menanjak dan menjulang tinggi, asalkan tetap mengandalkan Sang Pencipta dalam setiap rencana dan jalan hidup Anda."
 
Demikian sepenggal percakapan Shinmen Takezo, sebelum menjadi Miyamoto Musashi (seorang samurai dan ronin yang sangat terkenal di Jepang pada Abad Pertengahan).

Luar Biasa!!
 
*) dari berbagai sumber/internet

Kamis, 17 Februari 2011

Gaya Memimpin seorang Entrepreneur


Dalam mengembangkan usaha, kita harus lihai menempatkan posisi kita sebagai pemimpin sebuah usaha. Kata kunci yang terpenting yang harus dikembangkan adalah bagaimana menjadi pemimpin yang bisa bersinergi, bisa bekerjasama dengan pihak lain. Pihak lain itu bisa mitra bisnis-bisnis maupun bawahan. Jika sebagai usaha dan pemimpin kita bisa menjadi sinergi dan kerjasama, maka bisnis kita akan lebih maju dan berkembang.
Memang dengan menempatkan karyawan atau mitra bisnis sebagaibagian dari sinergi bisnis kita secara egaliter, maka konsep dan maju mundurnya usaha yang kita bangun bisa lebih dikembangkan dengan sinergi pikiran yang lebih brilian. Untuk itu, jelas dibutuhkan peran para manajer yang berjiwa entrepreneur.
Manajer berjiwa entrepreneur? Benar, yakni mereka yang suka tantangan dan selalu berfikir kreatif dan mau bekerja serta berfikir keras menciptakan pengembangan ide-ide bisnis baru. Meskipun kondisi perusahaan sudah pada posisi optimum, tapi dengan adanya manajer-manajer yang berjiwa entrepreneur bukan sekedar bersikap yesman pada atasan maka kondisi perusahaan tak bisa dijaga kestabilan kondisinya.
Bukan satu hal yang mustahil, justru di masa depan para manajer itu mampu mengembangkan bisnis sendiri dan akan menjadi pesaing usaha kita. Buat saya itu no problem, ndak masalah. Justru dengan berhasilnya para karyawan bekas anak buah menjadi pengusaha merupakan bukti, bahwa kita sebagai mantan bosnya adalah pemimpin atau pengusaha yang berhasil menghasilkan pengusaha baru. Bagi saya itu kebanggaan tak ternilai dalam hidup.

Sabtu, 12 Februari 2011

Menjual Manfaatnya, Bukan Produknya...

Di suatu tempat pada suatu waktu...

1. "Dengan sepeda ini, maka punggung anak Ibu akan menjadi lurus..." dan akhirnya sang Ibu pun membelikan anaknya sepeda "balap" yang telah lama diinginkan sang anak (sekitar tahun 1983).

2. "Cantik sekali ya Pak, ibunya..." dan lelaki yang ditaksir berusia 35-an itupun tampak puas melihat senyuman istrinya mengenakan cincin berlian mungil. Segera saja dia memutuskan untuk membelinya(sekitar tahun 2005).

Kedua peristiwa di atas benar-benar terjadi karena saya menjadi bagian dari tokoh cerita di atas... dan hal yang paling menarik adalah:

1. Penjual sepeda itu "menjual punggung anak yang akan menjadi lurus" (kok bukan jualan sepeda ya?)

2. Pedagang perhiasan itu "menjual kecantikan dan pesona seorang istri di mata suaminya" (padahal kan lagi jualan cincin ...).

Ajaib !!
Dan memang akan selalu dan selalu terjadi keajaiban apabila Anda menguasai teknik menjual manfaat ini pada calon konsumen Anda.

Jadi ...
Jangan katakan "betapa bagusnya"nya produk Anda... tetapi katakan "betapa bagusnya" produk Anda "ketika digunakan"!

Saksikan Terus Keajaibannya !
- Salam Sukses Selalu -

Berbisnis Dengan Hati

Menjelang akhir tahun 1980-an, produksi kaos-kaos berkerah mulai gencar di pasaran. Berbagai merek dengan kualitas dan harga yang berbeda-beda muncul. Beberapa nama menjulang karena dianggap sebagai merek dagang impor. Karena laris, kaos berkerah itu sering kali jadi bahan pembajakan merek. Salah satu yang mengalami kejadian itu adalah baju bermerek Hammer.
Merek yang ternyata asli Indonesia itu adalah hasil kreasi pria kalem bernama Eddy Hartono. Di tangannya, saat merek yang lain mulai tenggelam, Hammer justru terus berkibar dan bahkan melakukan diversifikasi merek dengan memunculkan Nail. Bagaimana resep sukses pria yang juga menjadi Ketua Asosiasi Supplier Matahari Department Store itu?
"Saya senang membantu, siapapun saya bantu. Kompetitor juga saya bantu," sebutnya lugas, tanpa kesan dibuat-buat. Barangkali, pola pikir yang memandang pesaing justru sebagai kawan itulah yang meraih sukses sejati. Dan memang, dalam kesehariannya, tampak jika Eddy sangat memperhatikan semua orang, termasuk hal sepele seperti jatah pembalut bagi karyawatinya.
Tak heran, jika sebagian besar karyawannya selalu loyal pada Eddy. Maka, di tengah gempuran merek-merek asing yang terus bermunculan, Hammer mampu tetap eksis. Bahkan, karena prestasinya membesarkan Hammer, Presiden Direktur PT Warna
Mardika ini sempat menerima "Anugerah Produk Asli Indonesia - kategori Sandang" pada tahun 2008.
Menurut putera kedua dari 6 bersaudara ini, sukses yang diperolehnya kini banyak dipengaruhi oleh mamanya. "Untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga, mama ikut mencari nafkah dengan berjualan di warung-warung desa, dengan menggunakan perahu." kisahnya menuturkan semangat sang mama yang jadi inspirasi hidup. "Mama saya sungguh luar biasa, ia bisa bikin macam-macam kue, dan berjualan sepanjang hari selama 20 jam lebih."
Eddy kecil memang terlahir dari keluarga sangat sederhana. Ia lahir dan dibesarkan di sebuah daerah terpencil di Kalimantan Barat. Masa kecil dilaluinya dengan penuh perjuangan. Untuk pergi ke sekolah saja, Eddy kecil mesti menempuh jarak yang cukup jauh. "Di daerah saya waktu itu belum ada sekolahan, makanya saya mesti sekolah di satu kabupaten yang harus melewati laut...." kenangnya.
Masa perjuangan itu rupanya mengkristal dalam prinsip hidup yang kini telah mengantarnya menggapai impian. Buah perjuangan masa kecil itu kemudian terpatri dalam semangat untuk mau bekerja keras dan bertekad kuat untuk sukses.
Selain itu, nilai wisdom sepertinya juga telah mendarah daging dalam sikap yang mengantarnya pada kesuksesan. Ia menuturkan, suatu ketika pabriknya yang dibangun di tahun 1987 dengan karyawan hingga 2000 orang, dua hari menjelang Natal tahun 1995 ludes terbakar! "Sebelum kebakaran itu, setiap kali melihat karyawan bubar dari pabrik, saya merasa sangat bahagia sekali, karena telah menghidupi begitu banyak orang. Pemikiran itulah yang membuat saya jadi semangat; saya harus sukses! Karena kalau tidak, kasihan semua karyawan. Prinsip saya kalau kita mikir orang (lain), pasti Tuhan akan mikir kita!"
Begitulah sosok Eddy yang berbisnis dengan hati. Selain itu, ada pula beberapa resep sukses yang menjadi landasan hidupnya. Landasan itu disebutnya sebagai: Eddy Hammer's Way

Sabtu, 05 Februari 2011

Keajaiban Sedekah

Dan pada harta benda mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta, dan orang miskin yang tidak meminta. — Qur’an Surat adz-Dzaariyaat:19

Dari Setiap Nilai Investasi Anda, Kami Sedekahkan Sebesar 2,5 % Kepada Yang membutuhkan
Hal Ini Kami lakukan Agar Dalam Setiap Menjalankan Aktivitas Usaha
Selalu Dalam Naungan Ridho Illahi

Berbagi bersama untuk Negeri



" Semoga Program Sedekah Ini Terus Berjalan dengan lancar, Amien"


Apa saja rahasia yang terkandung di balik sedekah ini? Beberapa di antaranya adalah:


A. Rahasia sedekah: Kematian


Rasulullah saw bersabda:

“Sedekah dapat menolak kematian yang buruk.” (Al-Wasail 6: 255, hadis ke 2)
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
Pada suatu hari orang yahudi lewat dekat Rasulullah saw, lalu ia mengucapkan: Assam ‘alayka (kematian atasmu). Rasulullah saw menjawab: ‘Alayka (atasmu). Lalu para sahabatnya berkata: Ia mengucapkan salam atasmu dengan ucapan kematian, ia berkata: kematian atasmu. Nabi saw bersabda: “Demikian juga jawabanku.” Kemudian Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya orang yahudi ini tengkuknya akan digigit oleh binatang yang hitam (ular dan kalajengking) dan mematikannya. Kemudian orang yahudi itu pergi mencari kayu bakar lalu ia membawa kayu bakar yang banyak. Rasulullah saw belum meninggalkan tempat itu yahudi tersebut lewat lagi (belum mati). Maka Rasulullah saw bersabda kepadanya: “Letakkan kayu bakarmu.” Ternyata di dalam kayu bakar itu ada binatang hitam seperti yang dinyatakan oleh beliau. Kemudian Rasulullah saw bersabda: “Wahai yahudi, amal apa yang kamu lakukan? Ia menjawab: Aku tidak punya kerjaan kecuali mencari kayu bakar seperti yang aku bawa ini, dan aku membawa dua potong roti, lalu aku makan yang satu potong dan satu potong yang lain aku sedekahkan pada orang miskin. Maka Rasulullah saw bersabda: “Dengan sedekah itu Allah menyelamatkan dia.” Selanjutnya beliau bersabda: “Sedekah dapat menyelamatkan manusia dari kematian yang buruk.” (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 4)


B. Rahasia sedekah: Bertambahnya rezeki

Rasulullah saw bersabda:

“Bersedekahlah kalian, karena sesungguhnya sedekah dapat menambah harta yang banyak. Maka bersedekahlah kalian, niscaya Allah menyayangi kalian.” (Al-Wasail 6: 255, hadis ke 11)


C. Rahasia sedekah: Bahaya

Rasulullah saw bersabda:

“Mulai pagi harimu dengan sedekah, barangsiapa yang memulai pagi harinya dengan sedekah ia tidak akan terkena sasaran bala.” (Al-Wasail 6: 257, hadis ke 15)


D. Rahasia sedekah:  Keimanan

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:

“Tidaklah sempurna keimanan seorang hamba sehingga ia melakukan empat hal: Berakhlak baik, bersikap dermawan, menahan karunia dari ucapan, dan mengeluarkan karunia dari hartanya.” (Al-Wasail 6: 259, hadis ke 21)


E. Rahasia sedekah: Perang Uhud


Imam Ja’far Ash-Shadiq berkata bahwa Allah Swt berfirman:

“Segala sesuatu Aku wakilkan pada orang selain-Ku untuk menggenggamnya kecuali sedekah, Aku sendiri dengan tangan-Ku yang mengambilnya, sekalipun seseorang bersedekah dengan satu biji korma atau sebelah biji korma. Kemudian Aku menambahkan baginya sebagaimana ia menambahkan sebelum meninggalkan. Kemudian saat ia datang pada hari kiamat ia mendapat pahala seperti pahala perang Uhud bahkan lebih besar dari pahala perang Uhud.” (Al-Wasail 6: 265, hadis ke 7)


F. Rahasia sedekah: Penjagaan Allah Sepanjang Hari

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:

“Awali pagi harimu dengan sedekah, gemarlah bersedekah. Tidak ada seorang mukmin pun yang bersedekah karena mengharapkan apa yang ada di sisi Allah untuk menolak keburukan yang akan turun dari langi ke bumi pada hari itu, kecuali Allah menjaganya dari keburukan apa yang akan turun dari langit ke bumi pada hari itu.” (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 3)


G. Rahasia sedekah: Merubah Takdir

Rasulullah saw berwasiat kepada Ali bin Abi Thalib (sa):

“Wahai Ali, sedekah itu dapat menolak takdir mubram (yang telah ditetapkan). Wahai Ali, silaturahim dapat menambah umur. Wahai Ali, tidak ada sedekah ketika keluarga dekatnya membutuhkan. Wahai Ali, tidak ada kebaikan dalam ucapan kecuali disertai perbuatan, dan tidak ada sedekah kecuali dengan niat (karena Allah).” (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 4)


H. Rahasia sedekah: Penolak Hari Nahas


Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:

“Antara aku dan seseorang punya perhitungan tentang bumi. Orang itu ahli nujum, ia sengaja keluar rumah untuk suatu urusan pada saat “Al-Su’ud” (bulan berada di manazil Al-Su’ud), dan aku juga keluar rumah pada hari nahas. Lalu kami menghitungnya, lalu keluarlah untukku dua perhitungan yang baik. Kemudian orang itu memukulkan tangan kanannya pada tangan kirinya, kemudian berkata: Aku belum pernah sama sekali melihat hari seperti hari ini. Aku berkata: Celaka hari yang lain dan hari apa itu? Ia berkata: Aku ahli nujum, aku datang padamu pada hari nahas, aku keluar rumah pada saat Al-Su’ud, kemudian kami menghitung, lalu keluarlah untuk Anda dua perhitungan yang baik. Ketika itulah aku berkata kepadanya: “Tidakkah aku pernah menyampaikan suatu hadis yang disampaikan padaku oleh ayahku? Yaitu Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang ingin diselamatkan oleh Allah dari hari nahas, maka hendak mengawali harinya dengan sedekah, niscaya Allah menyelamatkannya dari hari nahas itu. Barangsiapa yang ingin diselamatkan oleh Allah dari malam nahas, maka hendaknya mengawali malamnya dengan sedekah niscaya ia diselamatkan dari malam nahas itu. Kemudian aku berkata: “Sesungguhnya aku mengawali keluar rumah dengan sedekah; ini lebih baik bagimu daripada ilmu nujum.” (Al-Wasail 6: 273, hadis ke 1)


I. Rahasia sedakah: Sedekah di Malam hari dan Siang hari
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:

“Sesungguhnya sedekah di malam hari dapat memadamkan murka Allah, menghapus dosa besar dan mempermudah perhitungan amal; sedekah di siang hari dapat menumbuhkan harta dan menambah umur.” (Al-Wasail 6: 273, hadis ke 2)


J. Rahasia sedekah: Ali bin Abi Thalib

Imam Ali bin Abi Thalib (sa):

“Sesungguhnya tawassul yang paling utama adalah bertawasul dengan keimanan kepada Allah …, dengan silaturrahim karena hal ini dapat menumbuhkan harta dan menambah umur; dengan sedekah yang tersembunyi karena hal ini dapat menghapuskan kesalahan dan memadamkan murkan Allah Azza wa Jalla; dengan amal-amal yang ma’ruf (kebajikan) karena hal ini dapat menolak kematian yang buruk dan menjaga dari pertarungan kehinaan…” (Al-Wasail 6: 275, hadis ke 4)


K. Sedekah itu mensucikan jiwa
Allah Ta`ala berfirman:

”Ambillah zakat dari sebagian harta mereka , dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka , dan mendo`alah untuk mereka. Sesungguhnya dia kamu itu ( menjadi ) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka, Dan Allah Mendengar lagi Maha Mengetahui.“ (QS At-Taubah: 103)


Matematika Dasar Sedekah
Menurut Yusuf Mansyur, seorang ustadz yang memopulerkan bahasan rahasia sedekah, sedekah mempunyai perhitungan matematisnya sendiri, seperti yang diuraikan sebagai berikut:

Apa yang kita lihat dari matematika di bawah ini?

10 – 1 = 19

Ya, di sana kita akan melihat keganjilan hitungan matematis. Sebuah pengurangan yang justru menghasilkan penambahan. Kenapa begitu? Kenapa bukan 10-1 = 9? Inilah matematika sedekah, kita memberi dari apa yang kita punya, dan Allah akan mengembalikan lebih banyak lagi. Matematika sedekah di atas, diambil dari Quran Surat Al-An`am ayat 160, Allah menjanjikan balasan 10X lipat bagi mereka yang mau berbuat baik (sedekah), bahkan dalam Quran Surat Al-Baqarah ayat 261, Allah menjanjikan hingga 700X lipat.

Sebelumnya, kita sudah mengetahui, bahwa:

10 - 1 = 19

Maka, ketemulah ilustrasi matematika ini:

10 - 2= 28
10 - 3= 37
10 - 4= 46
10 - 5= 55
10 - 6= 64
10 - 7= 73
10 - 8= 82
10 - 9= 91
10 - 10= 100

Sedekah 2.5 % Tidaklah Cukup
Dengan infak 2,5% yang biasa kita berikan, jika kita telaah lebih jauh ternyata tidak mempunyai pengaruh yang signifikan.
Misalnya, seorang karyawan yang mempunya gaji 1 juta. Dia punya pengeluaran rutin 2 juta, kemudian dia bersedekah 2,5% dari penghasilan yang 1 juta itu. Maka perhitungannya adalah: 2,5% dari 1.000.000 = 25.000. Maka yang tercatat: 1.000.000 – 25.000 = 975.000.
Angka 975.000 bukan hasil akhir. Allah akan mengembalikan lagi yang 2,5% yang dikeluarkan sebanyak sepuluh kali lipat, atau sebesar 250.000. Sehingga dia bakal mendapatkan rizki min haitsu laa yahtasib (rizki tak terduga) sebesar: 975.000 + 250.000 = 1.225.000.
Jadi, “hasil akhir” dari perhitungan sedekah 2,5% dari 1 juta, hanya Rp. 1.225.000,-. Angka ini masih jauh dari pengeluaran dia yang sebesar 2 juta. Jadi, jika dia sedekahnya 2,5%, dia harus mencari sisa Rp. 775.000 untuk menutupi kebutuhannya.
Maka sedekah 2,5% itu tidaklah cukup. Hasilnya akan lebih besar bila sedekah 10%.
perhitungannya adalah: 10% dari 1.000.000 = 100.000. Maka yang tercatat : 1.000.000 – 100.000 = 900.000.
Ingatlah, angka 900.000 itu bukanlah hasil akhir. Allah akan mengembalikan lagi yang 2,5% yang dia keluarkan sebanyak sepuluh kali lipat, atau dikembalikan sebesar 1.000.000. Sehingga dia bakal mendapatkan rizki min haitsu laa yahtasib (rizki tak terduga) sebesar: 900.000 + 1.000.000 = 1.900.000.
Dengan perhitungan ini, dia berhasil mengubah penghasilannya mendekati angka pengeluaran yang 2 juta. Dia hanya butuh 100 ribu tambahan lagi, yang barangkali Allah yang akan menggenapkannya.

Katakanlah kepada hamba-hambaku yang telah beriman: Hendaklah mereka mendirikan Shalat, menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi ataupun terang-teranganan sebelum datang hari ( kiamat ) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan. (QS Ibrahim: 31)

Jumat, 07 Januari 2011

No Fear Entrepreneur

Menjadi pengusaha harus tahan banting! Saat gagal atau merugi, justru di saat itulah seorang pengusaha banyak belajar. Untuk itu, ia harus memiliki jiwa No Fear Entrepreneur.

Beberapa waktu lalu, seorang pengusaha kelas kakap, pemilik Virgin Group (sebuah perusahaan raksasa yang memiliki banyak usaha) Richard Branson datang ke Indonesia. Selain kharismatis, ia dikenal sebagai pengusaha yang memiliki keberanian untuk berinovasi, juga berspekulasi, untuk mencapai sukses yang ia inginkan. Richard Branson dikenal pernah gagal dan rugi jutaan dolar saat menginvestasikan uangnya. Namun, di balik semua itu, ia selalu memiliki keyakinan, sehingga membuatnya selalu berani di tengah berbagai halangan dan tantangan.

Dengan tegas ia mengatakan, "Kamu gagal kalau kamu tidak berani mencoba. Dan, jika kamu mencoba dan kamu gagal, ya memang, akan ada catatan bahwa kamu pernah gagal. Tapi, jika kamu melihat sejarah para pengusahaAmerika, satu hal yang saya tahu dari mereka: Banyak kejadian tidak menyenangkan yang mereka alami serta kegagalan di masa lalunya, namun di sanalah mereka kemudian mampu meraih hasil yang luar biasa."

Begitulah, banyak pengusaha sukses di dunia yang dikenal karena keberaniannya. Mereka tidak takut rugi, bangkrut, atau gagal. Justru, dengan semua peristiwa yang tidak mengenakkan itu, mereka memetik pelajaran berharga. Donald Trump misalnya. Taipan pengusaha properti ini pernah berutang dan jatuh bangkrut pada tahun 1990-an. Tak tanggung-tanggung, utangnya kala itu mencapai 1 miliar dolar AS! Tapi, dengan lantang ia berkata: "Saya menolak untuk menyerah. Kekalahan tidak ada dalam kamus daftar istilah saya."
 
Donald Trump

Dengan keberanian itulah, mereka menjelma menjadi pengusaha-pengusaha tidak kenal takut, atau No Fear Entrepreneur. Ibarat bermain roller coaster yang jumpalitan, naik turun, terhempas, memutar, mereka justru menikmati "permainan" tersebut. Kita juga bisa belajar dari keberanian mereka mengambil risiko. Berikut beberapa keberanian yang ditunjukkan para pengusaha sukses dunia:

• Berani Menghadapi Tantangan

Carlos Slim Helu, adalah pengusaha telekomunikasi terbesar di Amerika Latin. Pengusaha asal Meksiko yang kekayaannya sempat menggusur Bill Gates di puncak orang terkaya dunia ini mengatakan dengan tegas: "Ketika terjadi krisis, itulah saat di mana orang ingin lari menjauh. Namun, itulah justru saat kesempatan kita untuk masuk!"

Jelas, bahwa Helu memiliki sifat berani mengambil risiko sehingga ia justru menemukan banyak kesempatan dan celah di tengah krisis yang terjadi. Kadang, berani mengambil risiko justru akan memberikan hasil yang luar biasa. Layaknya idiom: "high risk, high return", maka, cobalah untuk lebih berani mengambil keputusan di tengah ketidakpastian yang acap kali terjadi.

• Berani Menetapkan Target Besar

Mukesh Ambani adalah seorang pengusaha petrokimia, minyak, dan gas alam dari India. Ia dinilai oleh beberapa kalangan sebagai orang yang ambisius. Dalam sebuah pernyataannya, ia menyebut: "Saya rasa, keyakinan dasar kita adalah menjadikan pertumbuhan sebagai pegangan hidup. Dan, karena itu, kita harus bertumbuh setiap saat!" Ambani jelas menyebut bahwa keyakinannya untuk terus bertumbuh adalah modal untuk menggapai semua impian. Karena itu, tetapkan target yang besar dan beranilah untuk bergerak mencapainya.

• Berani Mengejar Berbagai Kemungkinan

Lakshmi Mittal
adalah pengusaha baja dari India yang sangat sukses. Konon, ia juga pernah membangun usahanya di Surabaya. Perusahaannya Mittal Steel Company menjadi perusahaan baja terbesar di dunia. Dalam menjalankan usaha, ia mengatakan: "Beranilah mengambil risiko untuk berpikir di luar yang biasa orang pikir. Dengan begitu, kesempatan akan selalu terlihat dan kejarlah sejauh yang kita bisa."

Kebiasaan berpikir "di luar kotak" ini menjadi modal yang sangat baik untuk melihat celah dan peluang di balik setiap kegagalan dan tantangan yang sering dihadapi. Dan, dengan modal itulah, seorang Lakshmi Mittal berhasil menjadi salah satu orang terkaya di dunia.

• Berani Berbeda

Lawrence Allison adalah pengusaha sukses pendiri dan CEO Oracle, sebuah perusahaan perangkat lunak yang mendunia. Meski tidak setenar Bill Gates, ia menjadi salah satu orang paling berpengaruh di dunia teknologi informasi.

Dalam sebuah pernyataannya, ia menyebut: "Ketika kamu berinovasi, kamu harus bersiap jika setiap orang menyebut kamu gila!" Tak jarang, saat orang memiliki inovasi, banyak dicerca dan dimaki. Jika itu terjadi, kuatkan keyakinan bahwa apa yang dilakukan sudah benar. Teruslah menekuni apa yang sudah dijalani dengan bekerja keras, niscaya jalan sukses terbuka lebar.

Catatan :

Bagaimana memunculkan keberanian untuk mengatasi kegagalan?

• Mulai pada titik yang menjadi kekuatan kita. Bangunlah kekuatan itu dan dorong terus hingga melewati batas zona nyaman Anda, yakni melebihi batasan yang pernah Anda capai sebelumnya.

• Fokus pada hasil akhir. Tetapkan diri pada pencapaian besar dan target besar yang menantang. Bayangkan Anda sudah mencapainya. Bayangkan apa yang akan dicapai bila Anda menggapainya. Dengan begitu, Anda akan terus terdorong untuk mewujudkan semua impian!

• Jaga sikap positif. Tak perlu melihat ke bawah atau ke belakang. Semua sudah berlalu. Yang ada, saat ini lakukan yang terbaik dengan modal pembelajaran masa lalu.

• Rayakan pembelajaran yang didapat. Jadikan itu sebagai pengalaman berharga. Semua pasti ada hikmah. Karena itu, jangan larut dalam kesedihan. Hadapi, dan segera melangkah lagi.

• Sibukkan diri. Jangan berpikir kesalahan yang sudah terjadi. Bergeraklah maju... dengan menyibukkan diri, maka Anda akan "terlupa" masalah dan kemudian bisa kembali fokus pada upaya mengejar impian.

5 Kunci Sukses Bangkit dari Kegagalan


Bill Bartmann pernah jatuh-bangun dalam bisnisnya. Bahkan ia pernah kehilangan banyak harta hingga tinggal menyisakan rumah sebagai asetnya. Kebangkrutan itu begitu dalam karena bisnisnya yang senilai US$ 3 miliar hilang dalam sekejap.
Namun Bill tak terpuruk. Selalu ada bahan pelajaran dari kegagalan bisnis. Semangat itulah yang membuatnya cepat bangkit. Nah, bagaimana caranya agar kita bisa bangkit dari kegagalan?

 


Bill punya lima kunci suksesnya:

1. Jangan anggap kegagalan itu tak pernah terjadi. Orang cenderung merasa takut mengakui kegagalan. Padahal dengan mengingkari kegagalan itu justru menimbulkan masalah baru seperti stresdan menunda pengobatan untuk bangkit.

2. Hindari memaafkan diri sendiri. Hal yang bisa memperbaiki kegagalan adalah berhenti memaafkan segala kegagalan dan mulailah fokus pada tujuan-tujuan yang lebih produktif. Bill mengibaratkan, ketika masih remaja ia homeless dan peminum. Dan ketika itu ia selalu menganggap semua itu bukan kesalahannya. Padahal itu cara yang salah karena tak ada hal produktif yang bisa ia kerjakan.

3.Jangan campur-adukkan antara tujuan yang gagal dan orang yang gagal. Kadang orang menyalahkan dirinya sendiri atas kegagalan-kegagalannya, padahal itu justru membangun mental negatif. Sebaiknya, daripada kita menganggap kita gagal, lebih baik tanyakan pada diri kita bagaimana kita bisa memperbaikinya.

4. Ingat, kegagalan bukan hanya dialami kita. Orang yang gagal meraih tujuannya terjadi sepanjang waktu. Tak ada orang yang selalu sukses sepanjang hayatnya. Jadi, gagal itu milik semua orang!

5. Fokuskan pada pelajaran kegagalan itu. Bill memberi contoh dirinya sendiri.Tak banyak orang yang berani mengatakan bahwa kegagalan bisnis yang menyebabkan dirinya bangkrut karena kehilangan sampai US$ 3 miliar (Rp 27 triliun) sebagai bahan pelajaran. Namun ia yakin itu sebagai pelajaran yang berharga. Setelah itu ia fokus padamasa depannya. Dari sanalah ia pelan-pelan bangkit dan sekarang bisnisnya bernilai sampai US$ 100 miliar.

Nah, kegagalan apa yang Anda alami? Cepat bangkit dan fokuslah pada masa depan dibanding meratapi kegagalan itu.

Rabu, 27 Oktober 2010

Motivasi di Tengah Kekacauan


Perubahan serba cepat dan kacau sungguh kita rasakan sekarang ini, dan kita melihatnya, bahwa perubahan tersebut hampir terjadi dari segala aspek. Sebagai manajer maupun entrepreneur, kita akhirnya tidak hanya sekedar pandai menendang bola saja, yang bisa diposisikan seperti apapun sekehendak kita dengan begitu mudah. Namun juga kita harus bisa seperti menendang kucing. Sedang kucing itu dapat meloncat dan lari. Sehingga, tidak mengherankan kalau lantas ilmu manajemen yang masih aktual pun tidak mampu lagi mengatasi kekacauan tersebut.

Kekecewaan itu berarti banyak ketidakpastian. Hari ini tidak ada hubunganya dengan hari kemarin. Hari depan menjadi tidak pasti, tidak bisa di ramalkan. Kondisi semacam ini menjadikan kita hidup dalam era lonjakan kurva, tidak linear dan tidak karuan. Sehingga, pengetahuan dan juga pengalaman akhirnya tidak dapat menjamin keberhasilan bisnis kita di masa depan.

Kalau sudah begitu keadaannya, saya berani mengatakan, bahwa kita tidak perlu lagi menghafal ilmu-ilmu manajemen yang hanya sekadar teroritis. Kita justru harus lebih kreatif bertanya. Karena bertanya itu tidak akan pernah usang. Sementara, yang namanya sebuah jawaban pengetahuan itu mudah ketinggalan zaman. Begitu juga pengalaman. Keadaan yang serba cepat kacau itu akhirnya membuat pengalaman itu bukan lagi menjadi guru yang baik. Padahal, selama ini kita lebih percaya pada mitos, bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik. Oleh karena itu, dalam kondisi semacam ini, bagaimana kalau kita bebas saja dari ilmu pengetahun dan pengalaman. Mungkin saja, ide saya ini anda anggap aneh. Tapi itulah yang namanya entrepreneur identik dengan orang aneh.

Tom peter, mengatakan bahwa perubahan serba cepat dan kacau itu pertanda zaman edan. Sehingga di era global sekarang ini, suka atau tidak suka, kita harus berani berakrab-akraban dengan kekacauan. Apalagi kita juga sedang menuju milenium ketiga. Sebab tidak mustahil pendekatan yang tidak sistematis atau tidak akademis, justru yang nantinya bisa menyelesaikan kekacauan.

Contohnya, Lembah Silikon di Amerika Serikat. Dahulu kawasan itu berkembang pesat dan sangat membanggakan banyak orang. Hal itu karena, Lembah Silikon telah menjadi besi sembrani yang menarik begitu banyak perusahaan yang berkecimpung dalam bisnis komputer dan elektronik. Tapi sekarang terjadi adalah sebaliknya. Banyak perusahaan di sana menjadi bangkrut. Lembah ini berubah menjadi kuburan masal perusahaan besar. Kejadian tragis ini ternyata juga dialami oleh Negara kita. Dulu, banyak pengusaha dan bank yang sangat berjaya, kini pada kelimpungan dan akhirnya bangkrut.

Sementara itu, dengan semakin banyak belajar ilmu manajemen, kerap kali membuat kita justru semakin bertindak hati-hati dalam segala urusan bisnis. Kita tidak punya keberanian untuk bertindak. Dalam pikiran kita yang ada hanyalah ketakutan dan ketakutan. Kalau sudah begitu, mana mungkin kita punya semangat kerja yang tinggi dan kompetitif.

Pengalaman bisnis pun semakin sulit diterapkan, bahkan kerap kali tidak jalan lagi. Perubahan serba cepat dan kacau itu membuat kita sadar, bahwa saat sekarang ini bukan lagi kita hanya bermodalkan pengetahuan yang sarat dengan teori semata.

Tetapi, saat ini justru dibutuhkan orang yang buta teori atau jauh dari mental sekolahan. Nyatanya, orang yang jauh dari mental sekolahan itulah yang justru bisa meraih sukses. Hal itu karena, mereka tidak hanya semata-mata mengandalkan pada teori, namun mereka lebih mementingkan ketangguhan, keuletan, dan tahan banting. Sehingga, semua perubahan yang serba kacau dan cepat justru dianggapnya sebagai tantangan. Tantangan itulah yang dapat membangkitkan motivasinya.