Trend 2011 akan muncul entrepreneur muda yang kreatif dan penuh inovasi memberi warna di dunia franchise. Sebutlah ABK , Banana Kriuk, dan masih banyak lagi bisnis franchise bermunculan dengan meriah.
Pengalaman saya sebagai
business coach dan juga
franchisee sebuah bisnis internasional, ada empat faktor penting yang wajib di pelajari sebelum memilih sebuah
franchise. Saya tahu ini bukan satu-satunya cara untuk memilih, namun
mindset Anda harus benar, agar hasil yang Anda dapatkan juga benar.
Berikut faktor yang bisa Anda tambahkan dalam
due dilligence Anda:
Faktor pertama dan utama adalah pada diri
franchise itu sendiri.
Mengapa harus
franchisee? Karena membangun bisnis
franchise itu tak jauh beda dengan membangun bisnis
conventional, perlu persiapan mental dan
mind set yang bagus. Apa tujuan Anda membeli bisnis franchise, untuk menghabiskan waktu, investasi, atau memang ingin belajar bisnis.
Jika salah menempatkan tujuan maka,
franchisee akan merasa menjadi
victim dan tak memiliki mental mandiri untuk mengembangkan bisnis tersebut.
Mind set bermain di bawah garis maksudnya, mereka suka menyalahkan, mengingkari serta mencari-cari alasan mengapa bisnisnya kurang berkembang.
Bagi
franchisee yang tidak memiliki
purpose yang tepat, satu-satunya sasaran tembak adalah
franchisor. Apa contohnya:
- Menyalahkan
franchisor karena tidak
support system,
- Sistem yang digembar-gemborkan tidak berjalan sesuai harapan,
- Profit tak kunjung datang,
-
Cashflow mulai terganggu,
- Saya bekerja lebih keras daripada saat saya menjadi karyawan.
Purpose dari Anda membeli
franchise adalah untuk "belajar" berbisnis, jika Anda belum memiliki bisnis sebelumnya. Anda bukan investor, karena bisnis
franchise belum tentu sesuai definisi "
A commercial profitable enterprise that works without you."
Jadi,
faktor pertama yang membuat keberhasilan di bisnis franchise adalah franchisee itu sendiri.Ingat, ketika Anda membeli
franchise, Anda memutuskan untuk menggabungkan diri ke dalam sebuah
TEAM.
Franchisee bukan customer.
Faktor kedua adalah dari sisi franchisor itu sendiri.
Franchise bagi seorang
franchisee 80% sistem, 20%
relationship. Namun bagi
franchisor 80% harus relationship, 20% sistem. Anda harus menciptakan
relationship yang solid karena
franchisee adalah tim Anda, bukan
customer Anda.
Seorang
franchisor yang baik adalah yang bersikap komunikatif, artinya dia harus bisa membangun komunikasi dengan para
franchisee-nya hingga tercipta suasana yang harmonis dan saling keterbukaan.
Franchisor yang baik juga bisa memberi berbagai kiat, strategi serta solusi di area bisnis hingga bisa membantu para
franchisee dalam memetik lebih banyak lagi profit di bisnisnya. Intinya ia bisa menumbuhkan semangat para
franchisee-nya untuk belajar hingga lebih mampu lagi dalam membangun bisnis mereka.
Faktor ketiga adalahindustri.
ApakahAnda sedang berada di industri yang sedang
sun setatau
sun rise?Saya tak bisa sebutkan
franchise mana yang sedang
booming atau akan tenggelam, tapi saya beri contoh misalnya
franchise piringan hitam. Industri
franchise piringan hitam itu sudah pasti akan tenggelam,karena kini sudah ada produk pengganti yang jauh lebih baik, misalnya CD atau media digital lainnya. Bagaimana cara melihat tren industri
franchise tersebut?
Simple. Lihat saja perkembangan dan pertumbuhan industri
franchise tersebut, apakah makin banyak cabang atau banyak yang berguguran.
Faktor keempat adalah kompetisi.
Apakah industri
franchise yang akan Anda pilih ini sudah kompleks sekali persaingannya? Dan seberapa cepat perubahan yang ada di industri tersebut? Apakahcepat sekali atau justru sebaliknya?
Kompetisi ini terlihat dari keunikan
franchise tersebut. Jika ada pesaing yang meniru, apakah
franchise ini akan jatuh kepada kancah pertarungan harga. Saya beri contoh, misalkan saya ingin membeli
franchise lembaga pendidikan bahasa. Belum apa-apa sudah ada tiga
franchisor yang menawarkan
franchise. Di sana Anda perlu berhati-hati menilai persepsi market terhadap tiga lembaga pendidikan tersebut.
Research
Saya selalu meminta klien saya untuk melakukan penelitian /
research jika ingin membeli bisnis
franchise. iCOACH memiliki sistem untuk mengukur USP dan Guarantee; semakin kuat keunikan bisnis tersebut, semakin besar hasrat saya untuk membeli
franchise tersebut.
Sistem kita itu
improvement-nya luar biasa. Uniknya, iCOACH memiliki sistemaktif, bukan pasif.Aktif artinya setiap saat kita bisa memperbaiki sistem tersebut. Bagi klien kita yang bergabung 3 bulanlalu, mungkin kita sudah punya strategi baru yang lebih tajam, efektif serta lebih baik lagi hingga mereka bisa meng-
update diri. Mengapa sistem iCOACH bersifat aktif? Karena bisnis itu bersifat dinamis, karena itu diperlukan inovasi yang terus menerus untuk mengikuti tren bisnis tersebut.
Salam Pencerahan!
Tom MC Ifle
Money and Business Master Coach
Chief Operating Officer
PT.iCOACH Illuminasi