Tampilkan postingan dengan label peluang usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peluang usaha. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Agustus 2011

Mengenal Jati Diri Kita Sebagai Manusia

 cerita klasik yang sangat menarik: "Ombak Besar dan Ombak Kecil". Ini adalah perumpamaan pengenalan jati diri yang penting bagi kita. Ombak kecil selalu merasa kecil dan hanya bisa mengagumi ombak besar yang begitu luar biasa karena tidak tahu siapa dirinya sebenarnya.

Lalu ombak besar memberikan nasihat, bahwa mereka sebenarnya sama, jati diri mereka sama yaitu air. "Bila kamu menyadari bahwa kita sama-sama air, maka kamu tidak akan menderita lagi. Kamu adalah air, setiap waktu kamu bisa menikmati menjadi ombak besar seperti aku, kuat, gagah dan perkasa," kata ombak besar.

Sebagai perumpamaan, cerita itu merupakan cerminan kehidupan kita. Banyak yang tidak mengenali siapa jati dirinya sebenarnya sehingga tak mampu mengeksplorasi kemampuan sebesar-besarnya, sebaik-baiknya, seoptimal-seoptimalnya. Karena tidak tahu, kita jadi cenderung underestimate terhadap kemampuan kita sendiri. Akibatnya jadi penakut ketika harus ambil risiko, tak berani mengambil kesempatan, merasa diri tak akan mampu melakukan sesuatu yang sebenarnya bisa dilakukan. Lalu, percaya pada mitos-mitos yang dibuat dan dipeliharanya sendiri (bahwa nasibnya memang tidak beruntung, dilahirkan untuk gagal). Pikirannya cenderung selalu negatif.

Netter yang luar biasa!

Dengan memahami siapa jati diri kita sebenarnya, bahwa kita sama-sama manusia, tidak ada lagi alasan untuk merasa kecil dan kerdil dibandingkan orang lain. Kesuksesan, kesejahteraan, dan kebahagiaan bukan monopoli orang-orang tertentu. Jika orang lain bisa sukses, kita pun pasti bisa sukses!


Karena itu, mari sadari jati diri kita sebagai manusia yang punya kemampuan luar biasa, asal potensi itu dikelola dengan baik. Kesadaran tersebut akan memberikan daya dorong luar biasa dan membuat semangat hidup penuh gairah seperti ombak besar yang menderu di samudera nan luas. Siap menghadapi setiap tantangan dengan mental optimis aktif, serta siap mengembangkan potensi terbaik demi menapaki puncak tangga kesuksesan.

Minggu, 13 Februari 2011

4 Kiat Memilih Franchise

Trend 2011 akan muncul entrepreneur muda yang kreatif dan penuh inovasi memberi warna di dunia franchise. Sebutlah  ABK , Banana Kriuk, dan masih banyak lagi bisnis franchise bermunculan dengan meriah.

Pengalaman saya sebagai business coach dan juga franchisee sebuah bisnis internasional, ada empat faktor penting yang wajib di pelajari sebelum memilih sebuah franchise. Saya tahu ini bukan satu-satunya cara untuk memilih, namun mindset Anda harus benar, agar hasil yang Anda dapatkan juga benar.

Berikut faktor yang bisa Anda tambahkan dalam due dilligence Anda:

Faktor pertama dan utama adalah pada diri franchise itu sendiri.

Mengapa harus franchisee? Karena membangun bisnis franchise itu tak jauh beda dengan membangun bisnis conventional, perlu persiapan mental dan mind set yang bagus. Apa tujuan Anda membeli bisnis franchise, untuk menghabiskan waktu, investasi, atau memang ingin belajar bisnis.

Jika salah menempatkan tujuan maka, franchisee akan merasa menjadi victim dan tak memiliki mental mandiri untuk mengembangkan bisnis tersebut. Mind set bermain di bawah garis maksudnya, mereka suka menyalahkan, mengingkari serta mencari-cari alasan mengapa bisnisnya kurang berkembang.

Bagi franchisee yang tidak memiliki purpose yang tepat, satu-satunya sasaran tembak adalah franchisor. Apa contohnya:

- Menyalahkan franchisor karena tidak support system,
- Sistem yang digembar-gemborkan tidak berjalan sesuai harapan,
- Profit tak kunjung datang,
- Cashflow mulai terganggu,
- Saya bekerja lebih keras daripada saat saya menjadi karyawan.

Purpose dari Anda membeli franchise adalah untuk "belajar" berbisnis, jika Anda belum memiliki bisnis sebelumnya. Anda bukan investor, karena bisnis franchise belum tentu sesuai definisi "A commercial profitable enterprise that works without you."

Jadi, faktor pertama yang membuat keberhasilan di bisnis franchise adalah franchisee itu sendiri.Ingat, ketika Anda membeli franchise, Anda memutuskan untuk menggabungkan diri ke dalam sebuah TEAM. Franchisee bukan customer.

Faktor kedua adalah dari sisi franchisor itu sendiri.

Franchise bagi seorang franchisee 80% sistem, 20% relationship. Namun bagi franchisor 80% harus relationship, 20% sistem. Anda harus menciptakan relationship yang solid karena franchisee adalah tim Anda, bukan customer Anda.

Seorang franchisor yang baik adalah yang bersikap komunikatif, artinya dia harus bisa membangun komunikasi dengan para franchisee-nya hingga tercipta suasana yang harmonis dan saling keterbukaan.

Franchisor yang baik juga bisa memberi berbagai kiat, strategi serta solusi di area bisnis hingga bisa membantu para franchisee dalam memetik lebih banyak lagi profit di bisnisnya. Intinya ia bisa menumbuhkan semangat para franchisee-nya untuk belajar hingga lebih mampu lagi dalam membangun bisnis mereka.

Faktor ketiga adalahindustri.

ApakahAnda sedang berada di industri yang sedang sun setatau sun rise?Saya tak bisa sebutkan franchise mana yang sedang booming atau akan tenggelam, tapi saya beri contoh misalnya franchise piringan hitam. Industri franchise piringan hitam itu sudah pasti akan tenggelam,karena kini sudah ada produk pengganti yang jauh lebih baik, misalnya CD atau media digital lainnya. Bagaimana cara melihat tren industri franchise tersebut? Simple. Lihat saja perkembangan dan pertumbuhan industri franchise tersebut, apakah makin banyak cabang atau banyak yang berguguran.

Faktor keempat adalah kompetisi.

Apakah industri franchise yang akan Anda pilih ini sudah kompleks sekali persaingannya? Dan seberapa cepat perubahan yang ada di industri tersebut? Apakahcepat sekali atau justru sebaliknya?

Kompetisi ini terlihat dari keunikan franchise tersebut. Jika ada pesaing yang meniru, apakah franchise ini akan jatuh kepada kancah pertarungan harga. Saya beri contoh, misalkan saya ingin membeli franchise lembaga pendidikan bahasa. Belum apa-apa sudah ada tiga franchisor yang menawarkan franchise. Di sana Anda perlu berhati-hati menilai persepsi market terhadap tiga lembaga pendidikan tersebut.

Research

Saya selalu meminta klien saya untuk melakukan penelitian / research jika ingin membeli bisnis franchise. iCOACH memiliki sistem untuk mengukur USP dan Guarantee; semakin kuat keunikan bisnis tersebut, semakin besar hasrat saya untuk membeli franchise tersebut.

Sistem kita itu improvement-nya luar biasa. Uniknya, iCOACH memiliki sistemaktif, bukan pasif.Aktif artinya setiap saat kita bisa memperbaiki sistem tersebut. Bagi klien kita yang bergabung 3 bulanlalu, mungkin kita sudah punya strategi baru yang lebih tajam, efektif serta lebih baik lagi hingga mereka bisa meng-update diri. Mengapa sistem iCOACH bersifat aktif? Karena bisnis itu bersifat dinamis, karena itu diperlukan inovasi yang terus menerus untuk mengikuti tren bisnis tersebut.

Salam Pencerahan!
Tom MC Ifle
Money and Business Master Coach
Chief Operating Officer
PT.iCOACH Illuminasi

Sabtu, 12 Februari 2011

Berbisnis Dengan Hati

Menjelang akhir tahun 1980-an, produksi kaos-kaos berkerah mulai gencar di pasaran. Berbagai merek dengan kualitas dan harga yang berbeda-beda muncul. Beberapa nama menjulang karena dianggap sebagai merek dagang impor. Karena laris, kaos berkerah itu sering kali jadi bahan pembajakan merek. Salah satu yang mengalami kejadian itu adalah baju bermerek Hammer.
Merek yang ternyata asli Indonesia itu adalah hasil kreasi pria kalem bernama Eddy Hartono. Di tangannya, saat merek yang lain mulai tenggelam, Hammer justru terus berkibar dan bahkan melakukan diversifikasi merek dengan memunculkan Nail. Bagaimana resep sukses pria yang juga menjadi Ketua Asosiasi Supplier Matahari Department Store itu?
"Saya senang membantu, siapapun saya bantu. Kompetitor juga saya bantu," sebutnya lugas, tanpa kesan dibuat-buat. Barangkali, pola pikir yang memandang pesaing justru sebagai kawan itulah yang meraih sukses sejati. Dan memang, dalam kesehariannya, tampak jika Eddy sangat memperhatikan semua orang, termasuk hal sepele seperti jatah pembalut bagi karyawatinya.
Tak heran, jika sebagian besar karyawannya selalu loyal pada Eddy. Maka, di tengah gempuran merek-merek asing yang terus bermunculan, Hammer mampu tetap eksis. Bahkan, karena prestasinya membesarkan Hammer, Presiden Direktur PT Warna
Mardika ini sempat menerima "Anugerah Produk Asli Indonesia - kategori Sandang" pada tahun 2008.
Menurut putera kedua dari 6 bersaudara ini, sukses yang diperolehnya kini banyak dipengaruhi oleh mamanya. "Untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga, mama ikut mencari nafkah dengan berjualan di warung-warung desa, dengan menggunakan perahu." kisahnya menuturkan semangat sang mama yang jadi inspirasi hidup. "Mama saya sungguh luar biasa, ia bisa bikin macam-macam kue, dan berjualan sepanjang hari selama 20 jam lebih."
Eddy kecil memang terlahir dari keluarga sangat sederhana. Ia lahir dan dibesarkan di sebuah daerah terpencil di Kalimantan Barat. Masa kecil dilaluinya dengan penuh perjuangan. Untuk pergi ke sekolah saja, Eddy kecil mesti menempuh jarak yang cukup jauh. "Di daerah saya waktu itu belum ada sekolahan, makanya saya mesti sekolah di satu kabupaten yang harus melewati laut...." kenangnya.
Masa perjuangan itu rupanya mengkristal dalam prinsip hidup yang kini telah mengantarnya menggapai impian. Buah perjuangan masa kecil itu kemudian terpatri dalam semangat untuk mau bekerja keras dan bertekad kuat untuk sukses.
Selain itu, nilai wisdom sepertinya juga telah mendarah daging dalam sikap yang mengantarnya pada kesuksesan. Ia menuturkan, suatu ketika pabriknya yang dibangun di tahun 1987 dengan karyawan hingga 2000 orang, dua hari menjelang Natal tahun 1995 ludes terbakar! "Sebelum kebakaran itu, setiap kali melihat karyawan bubar dari pabrik, saya merasa sangat bahagia sekali, karena telah menghidupi begitu banyak orang. Pemikiran itulah yang membuat saya jadi semangat; saya harus sukses! Karena kalau tidak, kasihan semua karyawan. Prinsip saya kalau kita mikir orang (lain), pasti Tuhan akan mikir kita!"
Begitulah sosok Eddy yang berbisnis dengan hati. Selain itu, ada pula beberapa resep sukses yang menjadi landasan hidupnya. Landasan itu disebutnya sebagai: Eddy Hammer's Way

Sabtu, 05 Februari 2011

Keajaiban Sedekah

Dan pada harta benda mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta, dan orang miskin yang tidak meminta. — Qur’an Surat adz-Dzaariyaat:19

Dari Setiap Nilai Investasi Anda, Kami Sedekahkan Sebesar 2,5 % Kepada Yang membutuhkan
Hal Ini Kami lakukan Agar Dalam Setiap Menjalankan Aktivitas Usaha
Selalu Dalam Naungan Ridho Illahi

Berbagi bersama untuk Negeri



" Semoga Program Sedekah Ini Terus Berjalan dengan lancar, Amien"


Apa saja rahasia yang terkandung di balik sedekah ini? Beberapa di antaranya adalah:


A. Rahasia sedekah: Kematian


Rasulullah saw bersabda:

“Sedekah dapat menolak kematian yang buruk.” (Al-Wasail 6: 255, hadis ke 2)
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
Pada suatu hari orang yahudi lewat dekat Rasulullah saw, lalu ia mengucapkan: Assam ‘alayka (kematian atasmu). Rasulullah saw menjawab: ‘Alayka (atasmu). Lalu para sahabatnya berkata: Ia mengucapkan salam atasmu dengan ucapan kematian, ia berkata: kematian atasmu. Nabi saw bersabda: “Demikian juga jawabanku.” Kemudian Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya orang yahudi ini tengkuknya akan digigit oleh binatang yang hitam (ular dan kalajengking) dan mematikannya. Kemudian orang yahudi itu pergi mencari kayu bakar lalu ia membawa kayu bakar yang banyak. Rasulullah saw belum meninggalkan tempat itu yahudi tersebut lewat lagi (belum mati). Maka Rasulullah saw bersabda kepadanya: “Letakkan kayu bakarmu.” Ternyata di dalam kayu bakar itu ada binatang hitam seperti yang dinyatakan oleh beliau. Kemudian Rasulullah saw bersabda: “Wahai yahudi, amal apa yang kamu lakukan? Ia menjawab: Aku tidak punya kerjaan kecuali mencari kayu bakar seperti yang aku bawa ini, dan aku membawa dua potong roti, lalu aku makan yang satu potong dan satu potong yang lain aku sedekahkan pada orang miskin. Maka Rasulullah saw bersabda: “Dengan sedekah itu Allah menyelamatkan dia.” Selanjutnya beliau bersabda: “Sedekah dapat menyelamatkan manusia dari kematian yang buruk.” (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 4)


B. Rahasia sedekah: Bertambahnya rezeki

Rasulullah saw bersabda:

“Bersedekahlah kalian, karena sesungguhnya sedekah dapat menambah harta yang banyak. Maka bersedekahlah kalian, niscaya Allah menyayangi kalian.” (Al-Wasail 6: 255, hadis ke 11)


C. Rahasia sedekah: Bahaya

Rasulullah saw bersabda:

“Mulai pagi harimu dengan sedekah, barangsiapa yang memulai pagi harinya dengan sedekah ia tidak akan terkena sasaran bala.” (Al-Wasail 6: 257, hadis ke 15)


D. Rahasia sedekah:  Keimanan

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:

“Tidaklah sempurna keimanan seorang hamba sehingga ia melakukan empat hal: Berakhlak baik, bersikap dermawan, menahan karunia dari ucapan, dan mengeluarkan karunia dari hartanya.” (Al-Wasail 6: 259, hadis ke 21)


E. Rahasia sedekah: Perang Uhud


Imam Ja’far Ash-Shadiq berkata bahwa Allah Swt berfirman:

“Segala sesuatu Aku wakilkan pada orang selain-Ku untuk menggenggamnya kecuali sedekah, Aku sendiri dengan tangan-Ku yang mengambilnya, sekalipun seseorang bersedekah dengan satu biji korma atau sebelah biji korma. Kemudian Aku menambahkan baginya sebagaimana ia menambahkan sebelum meninggalkan. Kemudian saat ia datang pada hari kiamat ia mendapat pahala seperti pahala perang Uhud bahkan lebih besar dari pahala perang Uhud.” (Al-Wasail 6: 265, hadis ke 7)


F. Rahasia sedekah: Penjagaan Allah Sepanjang Hari

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:

“Awali pagi harimu dengan sedekah, gemarlah bersedekah. Tidak ada seorang mukmin pun yang bersedekah karena mengharapkan apa yang ada di sisi Allah untuk menolak keburukan yang akan turun dari langi ke bumi pada hari itu, kecuali Allah menjaganya dari keburukan apa yang akan turun dari langit ke bumi pada hari itu.” (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 3)


G. Rahasia sedekah: Merubah Takdir

Rasulullah saw berwasiat kepada Ali bin Abi Thalib (sa):

“Wahai Ali, sedekah itu dapat menolak takdir mubram (yang telah ditetapkan). Wahai Ali, silaturahim dapat menambah umur. Wahai Ali, tidak ada sedekah ketika keluarga dekatnya membutuhkan. Wahai Ali, tidak ada kebaikan dalam ucapan kecuali disertai perbuatan, dan tidak ada sedekah kecuali dengan niat (karena Allah).” (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 4)


H. Rahasia sedekah: Penolak Hari Nahas


Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:

“Antara aku dan seseorang punya perhitungan tentang bumi. Orang itu ahli nujum, ia sengaja keluar rumah untuk suatu urusan pada saat “Al-Su’ud” (bulan berada di manazil Al-Su’ud), dan aku juga keluar rumah pada hari nahas. Lalu kami menghitungnya, lalu keluarlah untukku dua perhitungan yang baik. Kemudian orang itu memukulkan tangan kanannya pada tangan kirinya, kemudian berkata: Aku belum pernah sama sekali melihat hari seperti hari ini. Aku berkata: Celaka hari yang lain dan hari apa itu? Ia berkata: Aku ahli nujum, aku datang padamu pada hari nahas, aku keluar rumah pada saat Al-Su’ud, kemudian kami menghitung, lalu keluarlah untuk Anda dua perhitungan yang baik. Ketika itulah aku berkata kepadanya: “Tidakkah aku pernah menyampaikan suatu hadis yang disampaikan padaku oleh ayahku? Yaitu Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang ingin diselamatkan oleh Allah dari hari nahas, maka hendak mengawali harinya dengan sedekah, niscaya Allah menyelamatkannya dari hari nahas itu. Barangsiapa yang ingin diselamatkan oleh Allah dari malam nahas, maka hendaknya mengawali malamnya dengan sedekah niscaya ia diselamatkan dari malam nahas itu. Kemudian aku berkata: “Sesungguhnya aku mengawali keluar rumah dengan sedekah; ini lebih baik bagimu daripada ilmu nujum.” (Al-Wasail 6: 273, hadis ke 1)


I. Rahasia sedakah: Sedekah di Malam hari dan Siang hari
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:

“Sesungguhnya sedekah di malam hari dapat memadamkan murka Allah, menghapus dosa besar dan mempermudah perhitungan amal; sedekah di siang hari dapat menumbuhkan harta dan menambah umur.” (Al-Wasail 6: 273, hadis ke 2)


J. Rahasia sedekah: Ali bin Abi Thalib

Imam Ali bin Abi Thalib (sa):

“Sesungguhnya tawassul yang paling utama adalah bertawasul dengan keimanan kepada Allah …, dengan silaturrahim karena hal ini dapat menumbuhkan harta dan menambah umur; dengan sedekah yang tersembunyi karena hal ini dapat menghapuskan kesalahan dan memadamkan murkan Allah Azza wa Jalla; dengan amal-amal yang ma’ruf (kebajikan) karena hal ini dapat menolak kematian yang buruk dan menjaga dari pertarungan kehinaan…” (Al-Wasail 6: 275, hadis ke 4)


K. Sedekah itu mensucikan jiwa
Allah Ta`ala berfirman:

”Ambillah zakat dari sebagian harta mereka , dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka , dan mendo`alah untuk mereka. Sesungguhnya dia kamu itu ( menjadi ) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka, Dan Allah Mendengar lagi Maha Mengetahui.“ (QS At-Taubah: 103)


Matematika Dasar Sedekah
Menurut Yusuf Mansyur, seorang ustadz yang memopulerkan bahasan rahasia sedekah, sedekah mempunyai perhitungan matematisnya sendiri, seperti yang diuraikan sebagai berikut:

Apa yang kita lihat dari matematika di bawah ini?

10 – 1 = 19

Ya, di sana kita akan melihat keganjilan hitungan matematis. Sebuah pengurangan yang justru menghasilkan penambahan. Kenapa begitu? Kenapa bukan 10-1 = 9? Inilah matematika sedekah, kita memberi dari apa yang kita punya, dan Allah akan mengembalikan lebih banyak lagi. Matematika sedekah di atas, diambil dari Quran Surat Al-An`am ayat 160, Allah menjanjikan balasan 10X lipat bagi mereka yang mau berbuat baik (sedekah), bahkan dalam Quran Surat Al-Baqarah ayat 261, Allah menjanjikan hingga 700X lipat.

Sebelumnya, kita sudah mengetahui, bahwa:

10 - 1 = 19

Maka, ketemulah ilustrasi matematika ini:

10 - 2= 28
10 - 3= 37
10 - 4= 46
10 - 5= 55
10 - 6= 64
10 - 7= 73
10 - 8= 82
10 - 9= 91
10 - 10= 100

Sedekah 2.5 % Tidaklah Cukup
Dengan infak 2,5% yang biasa kita berikan, jika kita telaah lebih jauh ternyata tidak mempunyai pengaruh yang signifikan.
Misalnya, seorang karyawan yang mempunya gaji 1 juta. Dia punya pengeluaran rutin 2 juta, kemudian dia bersedekah 2,5% dari penghasilan yang 1 juta itu. Maka perhitungannya adalah: 2,5% dari 1.000.000 = 25.000. Maka yang tercatat: 1.000.000 – 25.000 = 975.000.
Angka 975.000 bukan hasil akhir. Allah akan mengembalikan lagi yang 2,5% yang dikeluarkan sebanyak sepuluh kali lipat, atau sebesar 250.000. Sehingga dia bakal mendapatkan rizki min haitsu laa yahtasib (rizki tak terduga) sebesar: 975.000 + 250.000 = 1.225.000.
Jadi, “hasil akhir” dari perhitungan sedekah 2,5% dari 1 juta, hanya Rp. 1.225.000,-. Angka ini masih jauh dari pengeluaran dia yang sebesar 2 juta. Jadi, jika dia sedekahnya 2,5%, dia harus mencari sisa Rp. 775.000 untuk menutupi kebutuhannya.
Maka sedekah 2,5% itu tidaklah cukup. Hasilnya akan lebih besar bila sedekah 10%.
perhitungannya adalah: 10% dari 1.000.000 = 100.000. Maka yang tercatat : 1.000.000 – 100.000 = 900.000.
Ingatlah, angka 900.000 itu bukanlah hasil akhir. Allah akan mengembalikan lagi yang 2,5% yang dia keluarkan sebanyak sepuluh kali lipat, atau dikembalikan sebesar 1.000.000. Sehingga dia bakal mendapatkan rizki min haitsu laa yahtasib (rizki tak terduga) sebesar: 900.000 + 1.000.000 = 1.900.000.
Dengan perhitungan ini, dia berhasil mengubah penghasilannya mendekati angka pengeluaran yang 2 juta. Dia hanya butuh 100 ribu tambahan lagi, yang barangkali Allah yang akan menggenapkannya.

Katakanlah kepada hamba-hambaku yang telah beriman: Hendaklah mereka mendirikan Shalat, menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi ataupun terang-teranganan sebelum datang hari ( kiamat ) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan. (QS Ibrahim: 31)

Senin, 01 November 2010

Anda Harus Berhenti Berdalih

Anda Harus Berhenti Berdalih

Anda harus bersikap bahwa Anda selalu punya kekuatan untuk membuatnya lain, untuk melakukannya dengan benar, untuk membuat hasil yang diinginkan. Entah karena apa, ketidaktahuan, ketidaksadaran, ketakutan, kebutuhan untuk benar, kebutuhan untuk merasa aman, Anda memilih untuk tidak memilih kekuatan itu. Siapa yang tahu alasannya? hal itu tidak penting. Masa lalu sudah lewat. Yang penting sekarang, mulai saat ini, Anda harus memilih, benar, ini sebuah pilihan…. Anda bertanggung jawab 100% atas semua yang terjadi dan tidak terjadi pada diri Anda.
Jika sesuatu tidak berhasil sesuai rencana, Anda akan bertanya pada diri sendiri, “Bagaimana caraku melakukannya? Apa yang aku pikirkan? Apa keyakinanku? Apa yang tidak atau aku katakan? Apa yang tidak atau aku lakukan untuk menciptakan hasil itu? Bagaimana caraku membuat orang lain itu bersikap begitu? Perubahan apa yang lain kali perlu kulakukan untuk memperoleh hasil yang kuinginkan?”
Jack Canfield, seorang penulis, pengusaha dan mentor idola saya, mengajari saya sebuah rumus yang sangat sederhana, tapi sangat penting untuk mempertegas dan memperjelas gagas tanggung jawab 100% itu.

E + R = O

(Event + Response = Outcome)
Yang artinya, Peristiwa + Reaksi = Hasil. Gagasan dasarnya setiap hasil yang Anda alami dalam kehidupan (entah itu kesuksesan atau kegagalan, kekayaan atau kemiskinan, sukacita atau rasa frustasi) merupakan hasil cara Anda bereaksi terhadap peristiwa yang terjadi sebelumnya dalam kehidupan Anda.
Jika Anda tidak menyukai hasil yang Anda peroleh, maka yang harus Anda lakukan adalah merubah Respon atau Reaksi Anda.
Seorang Dealer Lexus di California Selatan mengisahkan. Ketika perang teluk pecah, orang berhenti datang untuk membeli Lexus. Para Dealer tahu bahwa kalau mereka tidak merubah Reaksi (R) mereka atas peristiwa itu (E), maka tidak ada lagi yang akan datang ke showroom mereka, mereka perlahan-lahan akan bangkrut. Reaksi (R) normal mereka adalah tetap memasang Iklan di Koran dan Radio, lalu menunggu orang datang ke tempat mereka. Tapi cara itu tidak berhasil. Hasil (O) yang mereka dapatkan adalah angka penjualan semakin menurun. Karena itu, mereka mencoba beberapa hal baru. Cara yang berhasil adalah, mengendarai satu armada Lexus baru ke tempat-tempat orang kaya berkumpul, country club, marina, lapangan polo serta pesta-pesta di Beverly Hills. Mereka kemudian mengundang orang-orang untuk mencoba mengendarai dan berkeliling menggunakan Lexus Baru.
Nah bayangkan… pernahkah Anda melakukan test-drive sebuah mobil baru dan kemudian kembali mengendarai mobil lama Anda? Ingat, perasaan tidak puas Anda ketika Anda membandingkan mobil lama Anda dengan mobil baru yang Anda kendarai beberapa saat sebelumnya? Mobil Anda sebelumnya cukup dan tidak masalah bagi Anda. Tapi tiba-tiba, Anda tahu ada sesuatu yang lebih baik dan Anda menginginkannya. Hal serupa dialami orang-orang itu. Setelah mencoba mobil baru itu, banyak di antara mereka membeli atau menyewa sebuah Lexus baru.

Sabtu, 23 Oktober 2010

Teknologi 3G: Gila, Gelo, Gendeng

Siang itu, di sela-sela sebuah acara di Denpasar saya ngobrol dengan Purdi Chandra dan Mr. Joger, dua pengusaha yang terkenal humoris. Mr. Joger sempat bercerita bahwa dia tidak pernah sekalipun merasa sedih. Dia selalu gembira, antusias dan berpikir positif. Ternyata, konsep duka memang tidak ada dalam benaknya. Terus, dia bertutur tentang Purdi Chandra yang hampir selalu berhasil dalam bisnis-bisnisnya. Rupa-rupanya, Purdi Chandra memang tidak pernah memasukkan konsep gagal ke dalam pikirannya.
Mirip-mirip dengan orang gila. Hush, jangan sembarangan! Lha, saya serius! Apa pernah orang gila jatuh sakit? Jarang-jarang 'kan? Itu karena konsep sakit tidak pernah ada di benak orang gila. Tengok pula anak kecil. Sebenarnya sih konsep takut tidak pernah terlintas di kepalanya. Namun sayangnya, acapkali orangtuanyalah yang menjajal dan menjejalkan konsep takut kepadanya, “Kalau kamu nakal, ntar digigit anjing lho!” atau, “Kalau kamu nggak mau makan, bakal didatangin kuntilanak lho!” Akhirnya, si anak jadi merinding beneran. Konsep takut pun menyelinap dan bersemayam di otaknya.
Kesimpulannya, hati-hati dengan pikiran Anda. Pilah dan pilih konsep yang patut bercokol di sana. Tayangan di televisi, majalah dan suratkabar acap kali mencekoki otak Anda dengan hal-hal yang negatif. Dan repotnya lagi, sering kali Anda tidak menyadarinya. Pst, kalau sudah begitu, siapa sih yang rugi? Yah, Anda sendiri! Si pembuat acara mana mungkin rugi! Rating acara meroket. Iklan-iklan pun berdesakan. Saldo mereka pun melambung.
Kembali pada orang gila. “Hei, Penulis! Nggak salah nih? Kita yang waras gini malah ngomongin orang gila!” Yah, mana mungkin orang gila yang cerita tentang kita? Hahaha, saya bercanda. Bagi saya, orang-orang yang luar biasa adalah orang-orang yang sedikit gila. Bukankah sesepuh Intel, Andy Groove bersikeras, “Only paranoid can survive.” Yang gila, yangbertahan. Makanya, gunakan Teknologi 3G alias Gila, Gelo, Gendeng.
Tentu saja, bukan dalam pengertian sakit jiwa. Tetapi maksudnya, tidak jarang mereka berpikir dan berkhayal secara tidak rasional. Betul-betul lateral. Pokoknya, rada ngawur, rada ngelantur. Sehingga lingkungan di sekitarnya tanpa tedeng aling-aling menuding, “Ah, dasar gila! Mana mungkinitu terjadi!” Toh, pada akhirnya itu terjadi juga. Tidak perlu contoh. Anda pasti sudah sering menyaksikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut saya, untuk menjadi orang yang luar biasa, lakukanlah apa yang tidak dilakukan oleh orang biasa. Kurang jelas? Baiklah, saya tampilkan beberapa ilustrasi. Orang biasa menghabiskan waktunya 2-3 jam sehari untuk menonton sinetron (Menurut sebuah riset, orang Indonesia menghabiskan 2 jam 48 menit dalam sehari di depan televisi. Bilamana dibandingkan dengan negara-negara lain, durasi itu terhitung lama).
Orang biasa menghabiskan Sabtu-Minggu-nya untuk bermalas-malasan. Orang biasa menghabiskan waktu, uang dan kartu kreditnya di pusat-pusat perbelanjaan. Ketahuilah, orang luar biasa tidak pernah melakukan semua itu. Dan ketika Anda coba meniru orang luar biasa, saya jamin Anda akan dicap 'gila' oleh orang biasa. Tidak percaya? Lakoni saja!
Belum lama ini di Jakarta, saya bertemu dan bertukar pikiran dengan Helmi Yahya, biangnya Reality Show di tanah air. Ketika ia berkisah tentang betapa workaholic-nya dia semenjak kecil, saya langsung bergumam dalam hati, “Dia telah membayar harganya dan dia pantas memperoleh ganjarannya.” Lihat pula Aa Gym, pendakwah sekaligus pengusaha. Saya menyaksikan sendiri bagaimana ia memanfaatkan waktunya menit demi menit secara optimal. Dan kita semua maklum apa yang telah ia capai.
Sebelumnya, maafkan saya apabila tulisan saya kali ini sedikit semrawut. Maklum, tulisan ini memang dibikin sespontan mungkin, seinstan mungkin! Lagi pula, tulisan ini memang hanya untuk orang gila kok. Hei, jangan tersinggung! Tetapi yang penting, Anda pilih yang mana? Menjadi orang biasa atau orang luar biasa? Setidak-tidaknya, sebelum menjadi orang luar biasa, Anda sudah menjadi orang biasa di luar 'kan? Hahaha, saya bergurau.
Sekali lagi, jadilah orang yang luar biasa! Meskipun untuk itu, Anda kudu merelakan diri untuk dilabel 'gila' oleh orang-orang di sekitar Anda. Percayalah, sebenarnya gelar 'gila' tersebut merupakan luapan kekaguman alias pujian dari mereka. Ngomong-ngomong, beranikah Anda mengusulkan kepada presiden untuk mencanangkan Hari Gila Nasional? Yah, Anda uruslah sendiri. Kali ini saya tidak ikutan. Rasa-rasanya, saya belum segila itu.
Dikutip dari buku 10 Jurus Terlarang! Kok Masih Mau Bersaing Cara Biasa?