Tampilkan postingan dengan label sukses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sukses. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Februari 2011

10 Super Hero Indonesia yang terlupakan

1. Gundala Putera Petir
http://hermawayne.blogspot.com
Gundala adalah tokoh komik ciptaan Hasmi yang muncul pertama kali dalam komik Gundala Putra Petir pada tahun 1969. Jelas tampak pengaruh komik superhero Amerika pada desain karakter maupun jenis kekuatannya, meskipun alur ceritanya bergaya Indonesia. Lokasi cerita sering digambarkan di kota Yogyakarta meskipun dalam filmnya pada tahun 1982 diceritakan berada di Jakarta.

Berawal dari seorang peneliti jenius bernama Sancaka menemukan serum anti petir. Tenggelam dalam ambisinya sebagai seorang ilmuwan, dia melupakan hari ulang tahun Minarti, kekasihnya, yang berakibat putusnya hubungan mereka. Sancaka yang patah hati berlari dengan hati galau di tengah hujan deras. Tiba-tiba sebuah petir menyambarnya. Dalam keadaan koma ia ditarik oleh suatu kekuatan dari planet lain dan diangkat anak oleh raja Kerajaan Petir yang bergelar Kaisar Kronz, sekaligus diberkati kemampuan super, yaitu bisa memancarkan geledek dari telapak tangannya. Raja Taifun dari kerajaan Bayu memberinya kekuatan lari secepat angin. Sejak itulah, pada waktu-waktu tertentu, ia tampil sebagai jagoan penumpas kejahatan berpakaian hitam ketat dengan sepatu dan cawat berwarna merah. Wajahnya tertutup topeng, hanya tampak mata dan mulutnya, di sisi topengnya terdapat hiasan seperti sayap burung.

2. Godam Manusia Besi
http://hermawayne.blogspot.com
Godam adalah tokoh komik ciptaan Wid NS. Muncul pertama kali dalam judul Memburu Doktor Setan pada tahun 1969. Godam berasal dari dimensi lain yang terdapat negeri yang bernama Godam. Dikarenakan perlawanannya terhadap kekejaman Ratu Candalani, Godam yang masih bayi putra bangsawan negeri Godam menjadi buronan sebagaimana kedua orang tuanya yang dianggap memberontak terhadap kekuasaan Candalani.

3. Aquanus
http://hermawayne.blogspot.com
Aquanus adalah tokoh komik ciptaan Wid NS. Muncul pertama kali dalam judul Aquanus di Planet Vibhy pada tahun 1968. Ketika terjadi penyerangan bangsa Burbur ke planet Zyba, putra angkat raja Sving yang masih bayi dilarikan dengan sebuah roket ke luar angkasa. Roket tersebut jatuh ke lautan di planet bumi. Keluarga pemburu paus memelihara anak yang bernama Dhanus itu.

Bangsa Zyba adalah bangsa yang mampu hidup di darat dan di air, sehingga Dhanus dapat dengan mudah bermain-main ke dasar lautan. Suatu ketika saat menyelam di dasar laut, seseorang yang mengaku berasal dari Zyba menolongnya dari serangan gurita raksasa. Orang itu tewas ditembak para penyelam. Sebelumnya ia memberikan sabuk sinar pelangi kepada Dhanus. Sabuk ini menjadi senjata andalan Aquanus. Nama Aquanus berasal dari Aqua yang berarti air, dan Nus dari Dhanus.

4. Pangeran Mlaar
http://hermawayne.blogspot.com
Pangeran Mlaar adalah tokoh komik ciptaan Hasmi. Mlaar adalah Putra Mahkota suatu kerajaan di planet Covox. Setelah terbunuhnya ayah Mlaar oleh komplotan Menteri Telern dan Putri Kepala Perak, Mlaar dilarikan oleh pamannya yang seorang ilmuwan jenius. Berkat suatu rekayasa oleh pamannya, Mlaar mempunyai kemampuan elastisitas yang bisa membuatnya mulur dalam batas tertentu.

5. Caroq
http://hermawayne.blogspot.com
Caroq adalah seorang karakter superhero Indonesia karya Ahmad Thoriq. Caroq diciptakan pada tahun 1992. Nama aslinya adalah Ongko yang berprofesi sebagai sopir taksi. Ia memiliki kekuatan magis untuk mengubah dirinya menjadi seorang superhero. Caroq memiliki 2 bilah celurit sakti yang panjang. Musuh bebuyutannya adalah Si Tangan Empat dan Si Bengis.

6. Jin Kartubi
http://hermawayne.blogspot.com
Jin Kartubi adalah tokoh komik ciptaan Hasmi pada tahun 1968. Kartubi adalah jin raksasa hamba Maza. Apabila Maza memerlukannya, ia tinggal menggosok pisau belatinya. Kartubi akan segera muncul dengan tertawa terbahak-bahak.

Kartubi sebenarnya adalah pangeran di negeri jin yang disebut kerajaan Mbegadud. Ayahnya adalah raja Mansuk Lezus. Saudara-saudaranya yang jahat memasukannya ke dalam botol dan membuangnya. Ia memasuki mimpi Kanigara (alter ego Maza) bahwa ia akan mengabdi kepadanya dan masuk ke dalam belatinya. Wujud raksasa Kartubi sering dipergunakan Maza dalam menghadapi ancaman raksasa seperti Xephros dan siluman-siluman raksasa di pulau hantu. Kemampuannya untuk terbang sangat dimanfaatkan para superhero yang tidak dapat terbang untuk transportasi udara.

7. Kalong
http://hermawayne.blogspot.com
Kalong atau Calong adalah tokoh komik ciptaan Hasmi. Muncul pertama kali pada tahun 1972 dalam Calong Anak Kelelawar. Agus Supriyadi bersembunyi dalam sebuah peti supaya bisa ikut dalam rombongan ekspedisi arkeologi ke pegunungan Dieng yang dipimpin oleh ayahnya. Agus yang sebetulnya tidak boleh ikut oleh orangtuanya terpaksa harus tinggal di sekitar tenda bersama seorang pegawai ayahnya. Seorang anak buah Isman yang lain ikut dalam komplotan yang akan memeras ayahnya. Menyadari bahaya dari orang yang kemudian mengejarnya, Agus berlari dan terperosok ke sebuah jurang dan pingsan.

Agus yang bangun dari pingsannya tersesat sampai ke sebuah gua. Di dalam gua yang penuh dengan kelelawar itu, Agus bertemu dengan bangsa manusia kelelawar dari kerajaan Laksa Bantala di ujung gua. Rajanya yang bernama Xamfereet memberinya sebuah benda ajaib yang bila ditempelkan di kening akan merubahnya menjadi superhero cilik yang disebut Kalong. Kalong kemudian menggagalkan usaha pemerasan anak buah ayahnya. Kalong dapat terbang seperti kelelawar, kebal senjata. Ujung jarinya bisa memancarkan sinar pemaham. Apabila sinar itu dikenakan pada hewan, maka hewan itu bisa mengerti dan berbicara untuk memberi keterangan yang jujur.

8. Sembrani
http://hermawayne.blogspot.com
Sembrani adalah tokoh komik ciptaan Hasmi. Muncul pertama kali dalam serial Gundala 1000 Pendekar tahun 1974. Tangguh sedang berada di tepi kawah gas beracun di Dieng, ketika ada sesuatu yang membuatnya tertarik turun ke kawah. Sebuah pesawat angkasa ternyata telah jatuh ke dalam kawah. Kehadiran benda itu rupanya menetralisir racun gas. Lewat proyeksi 3 dimensi, Otohrb, seorang panglima perang yang telah lama mati dalam pertempuran di sistem bintang Ristuty berbicara padanya. Dia memberi Tangguh sebuah kalung yang dapat merubahnya menjadi seorang superhero yang bernama Sembrani. Sembrani mempunyai kemampuan untuk menetralisir medan magnet maupun medan listrik, menetralisir racun dan dapat terbang.

9. Zantoro
http://hermawayne.blogspot.com
Zantoro berasal dari keluarga yang kurang harmonis, adiknya yang bernama Mantoro tinggal bersama sang ibu, sedangkan Zantoro tinggal bersama sang ayah. Sang ayah merupakan seorang pedagang dan ahli dalam pembuatan senjata tajam. Zantoro juga mewarisi kemampuan sang ayah dalam membuat senjata tajam dan juga ahli dalam memainkannya. Zantoro amat benci dengan kejahatan, ia akan merasa sangat geram jika melihat tindak kejahatan di depannya, dan tak sedikit penjahat kelas teri dan kelas kakap yang berhasil diringkus oleh Zantoro.

10. Merpati
http://hermawayne.blogspot.com
Sedhah adalah seorang wartawati yang sedang menolong ayahnya yang diculik terjatuh ke dalam sebuah jurang dan ditolong oleh segerombolan merpati yang kemudian membawanya ke Ratu Merpati. Ratu Merpati memasukkan Sedhah kedalam suatu ramuan ajaib yang membuat Sedhah memiliki kekuatan super dan dikenal dengan sebutan "Merpati."
cinta

Rabu, 27 Oktober 2010

Motivasi di Tengah Kekacauan


Perubahan serba cepat dan kacau sungguh kita rasakan sekarang ini, dan kita melihatnya, bahwa perubahan tersebut hampir terjadi dari segala aspek. Sebagai manajer maupun entrepreneur, kita akhirnya tidak hanya sekedar pandai menendang bola saja, yang bisa diposisikan seperti apapun sekehendak kita dengan begitu mudah. Namun juga kita harus bisa seperti menendang kucing. Sedang kucing itu dapat meloncat dan lari. Sehingga, tidak mengherankan kalau lantas ilmu manajemen yang masih aktual pun tidak mampu lagi mengatasi kekacauan tersebut.

Kekecewaan itu berarti banyak ketidakpastian. Hari ini tidak ada hubunganya dengan hari kemarin. Hari depan menjadi tidak pasti, tidak bisa di ramalkan. Kondisi semacam ini menjadikan kita hidup dalam era lonjakan kurva, tidak linear dan tidak karuan. Sehingga, pengetahuan dan juga pengalaman akhirnya tidak dapat menjamin keberhasilan bisnis kita di masa depan.

Kalau sudah begitu keadaannya, saya berani mengatakan, bahwa kita tidak perlu lagi menghafal ilmu-ilmu manajemen yang hanya sekadar teroritis. Kita justru harus lebih kreatif bertanya. Karena bertanya itu tidak akan pernah usang. Sementara, yang namanya sebuah jawaban pengetahuan itu mudah ketinggalan zaman. Begitu juga pengalaman. Keadaan yang serba cepat kacau itu akhirnya membuat pengalaman itu bukan lagi menjadi guru yang baik. Padahal, selama ini kita lebih percaya pada mitos, bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik. Oleh karena itu, dalam kondisi semacam ini, bagaimana kalau kita bebas saja dari ilmu pengetahun dan pengalaman. Mungkin saja, ide saya ini anda anggap aneh. Tapi itulah yang namanya entrepreneur identik dengan orang aneh.

Tom peter, mengatakan bahwa perubahan serba cepat dan kacau itu pertanda zaman edan. Sehingga di era global sekarang ini, suka atau tidak suka, kita harus berani berakrab-akraban dengan kekacauan. Apalagi kita juga sedang menuju milenium ketiga. Sebab tidak mustahil pendekatan yang tidak sistematis atau tidak akademis, justru yang nantinya bisa menyelesaikan kekacauan.

Contohnya, Lembah Silikon di Amerika Serikat. Dahulu kawasan itu berkembang pesat dan sangat membanggakan banyak orang. Hal itu karena, Lembah Silikon telah menjadi besi sembrani yang menarik begitu banyak perusahaan yang berkecimpung dalam bisnis komputer dan elektronik. Tapi sekarang terjadi adalah sebaliknya. Banyak perusahaan di sana menjadi bangkrut. Lembah ini berubah menjadi kuburan masal perusahaan besar. Kejadian tragis ini ternyata juga dialami oleh Negara kita. Dulu, banyak pengusaha dan bank yang sangat berjaya, kini pada kelimpungan dan akhirnya bangkrut.

Sementara itu, dengan semakin banyak belajar ilmu manajemen, kerap kali membuat kita justru semakin bertindak hati-hati dalam segala urusan bisnis. Kita tidak punya keberanian untuk bertindak. Dalam pikiran kita yang ada hanyalah ketakutan dan ketakutan. Kalau sudah begitu, mana mungkin kita punya semangat kerja yang tinggi dan kompetitif.

Pengalaman bisnis pun semakin sulit diterapkan, bahkan kerap kali tidak jalan lagi. Perubahan serba cepat dan kacau itu membuat kita sadar, bahwa saat sekarang ini bukan lagi kita hanya bermodalkan pengetahuan yang sarat dengan teori semata.

Tetapi, saat ini justru dibutuhkan orang yang buta teori atau jauh dari mental sekolahan. Nyatanya, orang yang jauh dari mental sekolahan itulah yang justru bisa meraih sukses. Hal itu karena, mereka tidak hanya semata-mata mengandalkan pada teori, namun mereka lebih mementingkan ketangguhan, keuletan, dan tahan banting. Sehingga, semua perubahan yang serba kacau dan cepat justru dianggapnya sebagai tantangan. Tantangan itulah yang dapat membangkitkan motivasinya.

Selasa, 26 Oktober 2010

Membangun Merek Hingga Berharga Rp 30 Triliun

Memiliki cita-cita yang jelas sejak kecil membantu Tommy Hilfiger (kini 59 tahun) untuk mendaki kariernya di bidang fashion yang luar biasa. Sebenarnya orangtuanya menginginkannya menjadi seorang insinyur, namun Tommy, anak kedua dari sembilan anak keluarga keturunan Irlandia di New York, lebih tertarik berdagang pakaian.Usia 17 tahun, ketika masih sekolah di SMA, ia sudah jualan celana cutbrai. Pada saat itu dialah yang memperkenalkan celana yang melebar dari dengkul hingga bawah itu di Elmira, New York. Ia juga bekerja di pom bensin. Dari uang tabungan hasil bekerja itu ia kemudian berjualan celana jins. Modalnya sebesar US$ 150 yang ia belikan 20 potong celana jins dan menjualnya pada kaum hippi New York mulai sekitar tahun 1969. Ia juga mencari celana cutbrai yang saat itu populer dan menjualnya juga di sana.
Modal jual-beli celana ini sampai membuatnya bisa buka toko khusus bagi kaum hippi yang ia beri nama The People's Place di Elmira, New York.
Tokonya laku keras sampai-sampai ia harus membuka cabang. Maka berdirilah jaringan tokonya hingga mencapai 7 cabang. Kejayaan itu terjadi saat usianya baru 26 tahun. Namun usahanya kemudian ambruk setelah ia kelola selama 10 tahun. Tommy benar-benar kecewa dan ia menganggap itu kesalahan yang mendasar. "Saya berjanji tak akan lagi terjerumus ke dalam kebiasaan kerja yang busuk," katanya. Padahal, ia mengakui, ia sudah begitu keras pada dirinya.
Tahun 1979 ia pindah ke Manhattan dan bekerja sebagai freelance di beberapa perusahaan pakaian. Untungnya ketika ia masih mengendalikan bisnisnya sudah mencoba-coba merancang celana jins secara otodidak. Hal inilah yang membuatnya bisa bekerja di raja tekstil asal India Mohan Murjani yang saat itu terkenal dengan jins Gloria Vanderbilt di Amerika Serikat.
Tommy Hilfiger
Pelan-pelan namun pasti, Tommy akhirnya bisa meluncurkan desainnya sendiri meski ia masih di bawah manajemen Mohan Murjani dengen merek Tommy Hilfiger. Ketika pakaian buatannya diluncurkan tahun 1986, perusahaan itu mampu meraup US$ 5 juta. Setahun kemudian penjualannya berlipat dua.Sejak itu brand Tommy Hilfiger mulai dikenal. Namun Tommy tak lama di bawah manajemen Mohan Murjani. Pada tahun 1988 ia bergabung dengan perusahaan pakaian Hong Kong, Silas Chou. Perusahaan ini juga antara lain memproduksi pakaian Ralph Lauren dan Liz Claiborne. Sejak itulah brand Tommy Hilfiger makin berkembang. 
Menariknya, merek "Tommy Hilfiger" pada awal tahun ini terjual sebesar Rp 30 triliun! Pembelinya adalah Phillips-Van Heusen Corporation, perusahaan adibusana asal AS. 

Senin, 25 Oktober 2010

Menyelaraskan Otak Berfikir dan Otak Emosional

FF_70_brain1_fHasil penelitian Daniel Goleman, pengarang “Emotional Intelligence”, tentang otak dan ilmu perilaku yang dimuat “The New York Times”, menarik untuk dikaji. Dikatakannya, sesungguhnya kita memiliki 2 otak, yang satu berpikir (otak berpikir) dan satu yang merasakan (otak emosional). Biasanya, otak berpikir itu kita sebut otak kiri, dan otak emosional kita sebut otak kanan. Maksudnya apa-apa yang kita ketahui ada di otak berpikir, dan apa-apa yang kita rasakan ada di otak emosional. Saya kira, dikotomi emosional dengan berpikir kurang lebih sama dengan istilah “hati” dan “kepala”.
Sebenarnya mana yang lebih dulu terjadi? Menurut penelitiannya itu, Goleman menyebutkan, bahwa otak emosional ternyata terjadi lebih dulu sebelum otak berpikir. Lantas, sebenarnya apa segi manfaat yang bisa kita petik dari penelitiannya itu, khususnya bagi kita yang bergerak didunia usaha?
Saya kira, penelitian ini mengingatkan kita, bahwa di dalam kita mengetahui dunia usaha, sebaiknya bisa menyelaraskan antara otak berpikir dengan otak emosional. Keselarasan kedua otak itu bagi kita sangat dibutuhkan, terutama di dalam kita mengambil keputusan penting dalam bisnis. Keselarasan itu akan membuat kita lebih tepat dan bijaksana dalam mengmbil keputusan bisnis terlebih di saat persaingan bisnis seperti sekarang ini yang kerap kali menghadapkan kita kepada rentetan pilhan-pilihan cukup banyak.
Apalagi, kedua otak tersebut yang emosional dan yang berpikir, pada umumnya bekerja pada keselarasan yang erat, saling melengkapi, saling terkait di dalam otak. Di mana, emosi memberi masukan dan informasi kepada proses berpikir atau pikiran rasional. Sementara pikiran rasional memperbaiki dan terkadang memveto masukan emosi tersebut.
Tapi sebaliknya, jika saja keduanya tak ada keselarasan atau katakanlah otak emosionalah yang dominan serta menguasai otak berpikir, maka keseimbangan kedua otak itu akan goyah. Kita akan cenderung tidak bisa berpikir jernih, suka bertindak gegabah dan sering melakukan kesalahan fatal dalam setiap mengambil keputusan penting dalam bisnis. Kalau dominan otak berpikir, maka kita hanya sekedar bersikap analistis, dan mengambil tindakan tanpa mempertimbangkan perasaan orang lain. Akibatnya menimbulkan hilangnya kegairahan dan antusiasme bisnis.
Oleh karena itu, kita jangan sampai kehilangan keselarasan kedua otak tersebut. Sebab, seperti juga yang ditegaskan oleh Dr. Damasio, seorang ahli neurologi, bahwa perasaan atau emosi biasanya sangat dibutuhkan untuk keputusan rasional. Otak emosional kita akan menunjukan pada arah yang tepat. Maka, adalah tindakan yang tepat, jika mulai sekarang kita bisa mengatur emosi kita sendiri.
Dalam konteks ini, saya berpendapat dengan pakar manajemen, Dr. Patricia Patton. Yang mengatakan, bahwa untuk mengatur emosi, kita bisa melakukan dengan cara belajar, yaitu :
Petama,
belajar mengidentisifikasi apa yang biasanya memicu emosi kita dan respons apa yang bisa kita berikan.
Kedua,
belajar dari kesalahan, belajar membedakan dalam segala hal di sekitar kita yang dapat memberikan pengaruh dan yang tidak memberikan pengaruh pada diri kita.
Ketiga,
belajar selalu bertanggung jawab terhadap setiap tindakan kita.
Keempat,
belajar mencari kebenaran, belajar memanfaatkan, waktu secara maksimal untuk menyelesaikan masalah.
Kelima,
belajar menggunakan kekuatan sekaligus kerendahan hati.
Saya sendiri juga merasakan, bahwa dampak positif dari terciptanya keselarasan kedua otak itu juga akan memunculkan tindakan-tindakan produktif, membuat kita semakin mantap dalam berbisnis, dan pada akhirnya akan berdampak positif bagi kemajuan bisnis kita.
Singkatnya, keselarasan itu sangat berkaitan dengan pemberdayaan diri kita. Di mana, kita mesti bisa mengontrol diri, dan menggunakan akal sehat. Dan, tentu saja, keselarasan itu tidak terwujud kalau kita masih juga memegang teguh sifat mementingkan diri sendiri. Sehingga, seorang wirausahawan yang bisa menyelaraskan otak berpikir dan otak emosional, akan sangat mungkin lebih berhasil dalam bisnisnya. Boleh jadi peluang menjadi wirausahawan yang kompeten, bernilai, professional, dan bahagia akan lebih bisa dicapai. Meski tak mudah kita menyeleraskan kedua otak tersebut, tapi saya yakin, kita harus berani mencobanya.

Mengambil Keputusan

“Haruskah saya membuka rumah makan padang ?” itulah pertanyaan yang sempat muncul dalam benak saya saat itu. Ketika ide semacam ini saya coba lontarkan pada orang lain, mereka malah pesimis dan menanyakan: “Mengapa Anda harus membuka bisnis rumah makan padang, padahal bisnis seperti itu’ kan sudah menjamur.  Apakah punya prospek bagus?”
Dengan adanya berbagai komentar tersebut, membuat saya semakin tertantang untuk membuktikannya. Padahal, sebelumnya saya sama sekali belum pernah terjun ke bisnis rumah makan, tetapi hal itu saya anggap sebagai peluang bisnis.
Sebagai entrepreneur, saya harus berani mencoba untuk membuktikannya, dan sanggup mengambil keputusan yang tepat. Namun saat ini saya tetap optimis, bahwa ide tersebut bisa terealisir. Pada akhirnya saya mengambil keputusan, bahwa saya harus berani mencoba bisnis ini. Saya yakin peluang pasar tetap ada, khususnya untuk kalangan masyarakat menengah keatas.
Ternyata, bisnis ini berwujud dan jalan, bahkan dimasa krisis pun, saya optimis bisnis rumah makan tetap prospektif. Kenyataannya, tamu semakin banyak, ada menteri, tokoh masyarakat, artis, dan kalangan pengusaha.
Didalam mengambil keputusan, pertimbangan intuisi saya lebih peka dari pertimbangan rasional. Memang sebagai entrepreneur kita harus berani menggunakan intuisi secara efektif, baik untuk mengambil keputusan dalam bisnis, maupun dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun kemungkinan kita tidak menyadari prosesnya, bahwa setiap keputusan yang kita buat dengan menggunakan intuisi ini hanya salah satu contoh dari sekian banyak pengalaman yang saya alami.
Saya merasa betul, betapa tajamnya sentuhan intuisi itu. Hal itulah yang barangkali memungkinkan saya membiarkan data intuisi itu melengkapi data lain, yang akhirnya saya gunakan dalam membuat keputusan. Sehingga, saya semakin yakin, bahwa dalam menggeluti bisnis maupun kehidupan ini, sebaiknya kita tetap menggunakan intuisi. Sebab, intuisi akan ikut membuka pikiran dan memberikan nilai tambah bagi emosi kita, dan intuisi memberdayakan kita agar semakin produktif dan aktif dalam setiap situasi.
Intuisi menjadi sangat penting, tidak hanya untuk kepentingan sekarang, namun juga untuk kepentingan masa depan. Sebab, diperkirankan tantangan bisnis di masa mendatang, relative berbeda dengan sekarang. Perubahannya sangat cepat dan serba kacau, tidak menentu, sehingga sulit bagi kita untuk memprediksikannya.
Suatu tantangan dengan tingkat turbulensi yang tidak menentu semacam ini, jelas akan membuat intuisi kita semakin berperan dalam setiap mengambil keputusan. Kemungkinan ilmu manajemen yang sekarang kita geluti, masih sulit untuk bisa memecahkan berbagai tantangan yang akan terjadi di masa mendatang. Padahal, kita tentunya tetap berharap, bahwa bisnis yang kita jalani sekarang ini harus tetap terus berkembang.
Kita sebagai entrepreneur, disukai atau tidak, harus tajam dalam intuisi. Kita harus mampu berfikir cepat dan akhirnya mampu mengambil keputusan yang tepat. Saya melihat ada sesuatu yang unik pada intuisi, yakni berlawanan dengan proses nalar. Proses intuisi itu tidak linier (bermacam-macam pola), sedang proses rasional adalah linier. Itu sebabnya, mengapa kebanyakan entrepreneur dalam setiap mengambil keputusan atau langkah dalam bisnisnya, sering membuat kejutan, tidak rasional, dan berani menghadapi resiko.
Oleh karenai itu, saya setuju pendapat yang mengatakan, bahwa antara intuisi dan irasionalitas, saling berkaitan. Sebagian keputusan yang kita ambil merupakan campuran berbagai macam ingatan, gagasan, perasaan, dan fakta yang kadang-kadang saling bertentangan. Sehingga “sentuhan” intuitif itu memungkinkan kita membiarkan data intuisi itu melengkapi data lain yang akan kita gunakan untuk mengambil keputusan.
Menurut Quin Spitser dan Ron Evans, intuisi adalah analisa kilat dari fakta menggunakan pengetahuan dan pengalaman sebagai filter. Dalam bisnis, memang dikenal dengan adanya intuisi bisnis. Didalamnya ada wawasan, pengalaman, mental, dan perasaan, tapi ada juga wawasan yang luas, pengalaman banyak, dan mental yang dalam. Intuisi ada 4 empat tingkatan, yaitu bisa muncul melalui fisik, emosi, mental, dan spiritual.
Banyak cara mengembangkan intuisi, diantaranya seperti yang dikembangkan oleh Robert K. Cooper, Phd, yaitu: terjun kedalam pengalaman, kerahkan kemampuan sedikit lebih banyak, tetap terbuka terhadap segala kemungkinan, atasi rasa takut, kenali dan cari cara untuk mengatasi apapun yang menghalanginya. Selain itu Cooper juga menyarankan, supaya peluang pengindraan harus keluar dunia bisnis, berikan perhatian ekstra kepada tanggapan pertama terhadap pertanyaan-pertanyaan, perhatikan bagaiman intuisi berkomunikasi dengan diri kita, luangkan waktu beberapa menit saja dalam sehari untuk catatan kecerdasan emosional, dan jangan lupa memperluas rasa percayadiri. Anda berani mencoba?

Berani Nyumbang, Berani Investasi

Saya berpendapat bahwa sebenarnya keberanian kita memberikan sumbangan pada orang lain atau pihak lain yang kita berikan secara tulus ikhlas adalah sama halnya dengan kita telah memiliki jiwa entrepreneur atau jiwa wirausaha. Saya yakin, pasti Anda bertanya, kenapa demikian? Padahal kita tahu bahwa sebagian uang yang kita miliki telah kita sumbangkan pada orang lain. Tapi, saya melihat, sikap wirausahawan yang seperti itu pertanda bahwa dia telah memiliki keberanian mengambil resiko yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan. Dan, sebagai wirausahawan kita tetap memiliki kepedulian sosial.
Hanya saja, masing-masing wirausahawan di dalam memberikan sumbangan tentu saja besarnya berbeda-beda. Tergantung keikhlasan masing-masing. Barangkali sudah selayaknya kalau cukup berhasil dalam bisnis kita lantas memberikan sumbangan yang cukup berarti, itu wajar saja. Berbeda halnya dengan mereka yang pendapatannya masih relative kecil. Namun sekali pun pendapatan kecil sebaiknya kita juga membiasakan untuk menyumbang.
Oleh karena itu, kita tak perlu berfikir negative kalu tiba-tiba di kantor kita kedatangan tamu yang minta sumbangan. Berpikir positif saja. Justru kita seharusnya berterimakasih pada sang tamu yang meminta sumbangan pada kita, bahwa di tengah kesibukan kita sehari-hari dalam menjalankan bisnis, ternyata masih ada orang yang mengingatkan kita atau yang mengetuk hati kita untuk ikhlas memberikan sumbangan.
Dalam konteks inilah, mengapa saya menganggap bahwa sesungguhnya pemberian sumbangan ini adalah langkah positif dan langkah maju. Bahkan, bisa saya artikan kalau kita berani menyumbang, maka kita tidak akan takut lagi berinvestasi. Kita juga tidak akan takut lagi memulai atau mengembangkan bisnis. Karena, kita sudah terbiasa terlatih dengan ketidak-takutan dalam memberikan sumbangan. Berani menyumbang dan berinvestasi merupakan keberanian kita untuk menghadapi resiko dan ketidak-pastian.
Singkatnya kalau kita berani menyumbangpasti kita telah memiliki keberanian memulai bisnis atau mengembangkan bisnis, dan memiliki keberanian berinvestasi. Sesungguhnya keberanian kita memberikan sumbangan mudah-mudahan akan membantu melancarkan bisnis yang kita jalani saat ini. Percayalah, banyak menyumbang banyak rezeki.

Minggu, 24 Oktober 2010

Endang Setyadi, Ibu Luar Biasa

Barangkali, jika Nancy Matthews Elliott menerima saja pernyataan guru anaknya yang mengatakan si anak berotak udang, mungkin hari ini tak kan ada lampu pijar yang menerangi dunia. Memang, dalam sejarah terungkap bahwa pencipta lampu pijar, Thomas Alfa Edison, dicap sebagai anak yang bodoh oleh gurunya.
Saat itu, Nancy-ibunda Edison-sangat marah dan menariknya keluar sekolah. Selanjutnya, Nancy sendiri yang mengajar Edison."Ibuku yang membentukku. Ia begitu setia, memiliki keyakinan pada diriku, dan aku merasa aku memiliki seseorang untuk kuperjuangkan dalam hidup, seseorang yang tidak boleh kukecewakan," sebut Edison dalam sebuah catatan.
Ibu Edison, yang juga seorang guru, kemudian memberikan banyak pelajaran yang ternyata diserap dengan mudah oleh Edison. Ia juga melahap habis beberapa buku ilmiah seperti karya dari R.G. Parker's yang berjudul School of Natural Philosophy dan The Cooper Union. Dari sanalah, ia kemudian gemar melakukan berbagai macam percobaan yang akhirnya mengantarkan dirinya menjadi tokoh dunia dengan seribu lebih inovasi.
Nyaris mirip dengan kisah sang ibu dalam mendorong anaknya agar tetap jadi "orang", Endang Setyati juga mengalami problematika yang tak kalah peliknya-bahkan-mungkin lebih parah. Anaknya-Habibie Afsyah-buah cintanya dengan duda beranak tujuh, Nasori Sugiyanto, sejak lahir mengidap penyakit langka, yang menyerang otaknya hingga lumpuh permanen. "Sejak lahir, fungsi syarafnya terus menurun dan bahkan diperkirakan usianya tidak panjang," kisah Endang tentang anaknya.
Namun, menurut perempuan berjilbab ini, "Anak adalah amanah dari Sang Pencipta, karena itu, apa pun kondisi anak, saya berusaha memberikan yang terbaik."
Mendengar pernyataan itu, sang anak pun menimpali dengan ketulusan, "Terima kasih yang terdalam untuk Mama, yang dengan sabar dan kasih sayang merawat saya yang memiliki keterbatasan. Saya sangat bersyukur dilahirkan melalui rahim seorang Ibu, Endang Setyati."
Ibu Endang, Pak Nasori, dan Habibie
Yang istimewa dari cara Endang mendidik adalah perlakuannya pada Habibie. Meski memiliki keterbatasan fisik-bahkan kini hanya tinggal bisa menggerakkan satu jari-Endang menyekolahkanya di sekolah biasa, bukan sekolah luar biasa. Bahkan, beberapa temannya yang tumbuh normal masih sering main ke rumah Habibie untuk sekadar bercanda atau bermain game. "Habibie itu meski hanya main dengan satu jari, entah bagaimana kalau main game selalu menang dari teman-temannya," ungkap Endang.
"Selain hobi main game, ia juga hobi internet-an sedari SMP. Mungkin, karena keterbatasannya itu, ia awalnya menghabiskan banyak waktu hanya dengan main game dan internet."
Keprihatian Endang akan masa depan Habibie membuatnya berpikir, "Apa ya yang bisa dilakukan Habibie supaya besok dia tidak merepotkan orang lain dan bisa mandiri?"
Akhirnya Endang mulai menemukan titik terang sekitar pertengahan tahun 2006. "Saat itu ada penawaran pelatihan internet marketing. Saya pikir, itu mungkin tepat buat anak saya karena memang dia kan sudah sejak lama hobinya main internet," terang Endang.
Maka, Endang pun memasukkan Habibie untuk ikut pelatihan internet marketing untuk belajar dari salah satu pakar internet marketing berbasis amazon.com, Mr Fabian Lim. Sayang, karena berbahasa Inggris-meski dibantu dengan penerjemah-Habibie pada awalnya belum terlalu tertarik dengan program tersebut. "Saya lantas bilang, kalau kamu dewasa nanti, kamu tak bisa mengandalkan orang lain terus. Kamu harus jadi orang yang bisa mama banggakan."
Demi masa depan anak, Endang tak ragu untuk sedikit memaksa Habibie. Justru karena punya kelemahan itulah, ia merasa Habibie harus didorong lebih keras. "Waktu itu, karena pelatihan pertama, hasilnya belum maksimal, karena memang yang diberikan hanya dasar-dasarnya. Saya menyuruh Habibie untuk ikut kelas lanjutannya. Mahal ndak apa-apa, yang penting ada ilmu yang bermanfaat. Sayang, kala itu Habibie sempat menolak," kisah Endang.
"Saya lantas tegaskan pada Habibie, kamu syaraf boleh melemah, tapi semangat tidak boleh lemah. Mama sudah pensiun sementara biaya internet kamu itu besar. Kamu harus ikut pelatihan lanjutan ini, jadi kamu main internet itu nggak sia-sia," ujar Endang.
Akhirnya, setelah dipaksa Endang, Habibie mengikuti Asia Internet Academy untuk memperdalam ilmu internet marketing-nya. Ternyata, feeling Endang tepat. Hobi Habibie akhirnya menghasilkan juga. "Setelah lebih memahami pelatihan dari Mr Lim, Habibie waktu praktik untuk pertama kali ia mendapat kiriman uang 120 dolar AS. Itu senangnya bukan main. Ternyata, apa yang dilakukannya selama ini ada hasilnya juga. Maka, sejak itu dia makin intens main di internet marketing. Akhirnya, di bulan Desember 2008, Habibie sudah bisa menghasilkan uang 5986 dolar AS. Itulah yang membuat kepercayaan dirinya makin tumbuh dan dia makin yakin bisa menghasilkan dari bisnis online itu," ungkap Endang sembari menunjukkan setumpuk print-out email yang menunjukkan penghasilan Habibie.
Ibu Endang dan Habibie, saat mengikuti seminar Bp. Andrie Wongso pada Nov. lalu, "The Power of Harmony"
Dengan hasil yang diperolehnya, Endang terus mendorong agar Habibie makin menekuni bidang tersebut. Ia kemudian mengikutkan Habibie ke berbagai kursus lanjutan. "Salah satunya supaya lebih paham saya ikutkan dia ke kursus dari Pak Suwandi Chow. Ini pelatihan train for trainers." Selanjutnya, the rest is history, selebihnya adalah kisah sukses Habibie yang terus dibimbing oleh ibunya.
Mutiara yang tergolek lemah tertutup pasir di lautan itu kini mampu berkilap berkat sentuhan dan ketegasan seorang ibu terhadap anaknya yang punya kelemahan. Berkat kegigihan Endang menemukan "profesi" yang pas untuk putranya, kini kelemahan itu hanya tinggal menjadi predikat. Kerusakan syaraf yang diderita berkat dorongan Endang, kini berubah jadi semangat menggebu untuk meraih hasil maksimal.
"Puji syukur Allah telah mengabulkan permintaan saya dan memberikan kesempatan pada saya dan Habibie bisa menikmati jerih payah dan perjuangan yang tidak kenal menyerah. Indah akan datang pada saatnya jika Allah menghendaki. Dan, inilah saat-saat indah buat saya dan Habibie, yakni bahwa takdir Allah adalah yang terbaik untuk kami. Harapan saya semoga ibu-ibu termotivasi pada prestasi dan kondisi Habibie dan lebih menyayangi putra-putrinya dan ikhlas berjuang untuk sukses keluarganya." Semoga!

Tokoh Inspiratif Tak Pernah Menyerah

Mempunyai impian besar atau cita-cita yang tinggi adalah bagian yang paling mudah. Karena bagian yang tersulit adalah, harus terus berjuang dari hari ke-hari sambil terus menjaga agar impian tersebut tetap hidup.
Jadi, apakah Anda pernah memiliki sebuah impian besar-tetapi karena sesuatu dan lain hal-sekarang impian itu Anda tinggalkan? Atau, apakah pada saat ini Anda bahkan sudah sangat ingin sekali menyerah? Nah, sebelum Anda membuat keputusan yang akan membuat diri Anda menyesal seumur hidup - tundalah beberapa menit keputusan itu - untuk menyimak kisah beberapa pribadi yang kokoh, pantang menyerah, bermental baja, dan terus berusaha bangkit untuk "berkelahi," sampai menang atau meraih impian yang didambakan. Kami menyebutnya, fakta dan kisah besar yang sangat inspiratif, yang menyiratkan pesan sangat kuat: Never, never, never give up! Jangan pernah menyerah, percayalah pada diri sendiri!
Semoga kisah-kisah di bawha ini dapat memberikan dorongan semangat, ketika impian Anda tampak di luar jangkauan.
1. Auguste Rodin (1840 - 1917) - Sang Pembuat "The Thinker"
Ia adalah pembuat patung "The Thinker" yang terkenal itu. Namun di masa sekolahnya, ia dianggap tak berprestasi. Ayahnya sendiri menganggapnya sebagai anak idiot. Pamannya menyebutkan "orang yang sulit dididik".Ia bahkan tiga kali gagal lulus dari sekolah seni!
Namun Rodin tak pernah menyerah untuk terus belajar membuat patung. Kini ia dikenal sebagai salah seorang pematung ternama di dunia.
2. Albert Einstein (1879 -1955) - Dianggap Lemah dan Konyol
Sampai usianya empat tahun, Einstein tak bisa bicara. Hingga usia 7 tahun ia tak bisa membaca. Gurunya menggambarkan Einstein kecil sebagai anak yang memiliki mental rendah, antisosial, dan terobesi dengan mimpi-mimpi konyolnya.
Ketika dewasa, Einstein ditolak masuk Zurich Polytechnic School. Bahkan ketika ia masuk The University of Ber, disertasi Ph.D-nya tak diterima karena dianggap tak relevan. Namun dari mimpi-mimpi yang oleh kebanyakan orang tak masuk akal itulah Einstein menciptakan sejumlah penemuan yang menjadi dasar ilmu pengetahuan.
3.Michael Jordan (47 tahun) - Sukses Berkat Kegagalan
Legenda hidup NBA ini dikenal dengan akurasi lemparan dan gaya slam dunk-nya yang seolah berjalan di udara. Namun sebelum mencapai kepiawaiannya itu, Michael Jordan pernah mengalami kegagalan demi kegagalan. Namun ia tak pernah menyerah untuk mencoba memperbaiki dan memperbaikinya lagi. Bahkan dalam pertandingan resmi pun, ribuan kali lemparannya tak menghasilkan angka.
"Selama karir saya, lebih dari 9000 kali lemparan saya tak membuahkan angka. Saya kalah dalam 300 pertandingan dan 26 kali saya dipercaya melakukan winning shot, tetapi gagal. Saya sering mengalami kegagalan dan gagal lagi dan gagal lagi dalam hidup saya. Tapi itulah yang membuat saya sukses...."


4. Nick Vujicic (27 tahun) - Tak Punya Tangan dan Kaki tapi Serba Bisa
Belajarlah pada Nick Vujicic soal semangat tak pantang menyerah. Ia tak dikaruniai anggota tubuh yang lengkap. Tangan tak punya, kaki hanya terdiri dari beberapa jari. Tapi ia tak mau bergantung pada orang lain. Ia bisa memasak, bisa menggambar dan melukis, menulis, bahkan berenenang.
Kini, Nick Vujicic dikenal sebagai pembicara / motivator ulung. 
5. George Lucas (66 tahun) - Star Wars Ditolak Terus
Kadang-kadang sesuatu yang akan meledak di pasaran dianggap sebagai hal yang tak bakalan laku. Bahkan penilaian itu diberikan oleh pelaku industri itu sendiri. Lihat saja film Star Wars.
Ketika George Lucas menawarkan film tentang perang antar galaksi ini ke Hollywood, tak satu pun mau menerimanya sampai akhirnya 20th-Century Fox mau memproduksinya. Untung George tak mau menyerah. Kini kita tahu bahwa Star Wars merupakan salah satu film terlaris sepanjang masa. (Catatan: Star Wars Episode I - The Phantom Menace [1999] berhasil mengeruk pendapatan 926 juta dolar AS atau Rp 8,65 triliun).
6.Henry Ford (1863-1947) - Kegagalan adalah Kesempatan untuk Memulai Lagi!
Alih-alih menggarap ladang keluarga, Henry Ford malah lebih suka memperbaiki jam tangan para tetangga! Itu karena ia memiliki minat ke bidang teknik yang tinggi. Karena minatnya itu, ia terobsesi membuat "kereta tanpa kuda".
Obsesi itu terwujud ketika Henry Ford berhasil membuatkendaraan roda empat bernama Ford Quadricycle pada tahun 1896 yang digerakkan dengan mesin kecil. Saat itu ia bekerja sebagai insinyur kepala di perusahaan milik Thomas A Edison: Edison Illuminating Company.
Keberhasilan membuat mobil itu menarik minat beberapa pengusaha untuk bekerja sama mendirikan perusahaan pembuat mobil. Perusahaan pertamanya gagal. Perusahaan keduanya juga gagal. Singkat kata, perusahaannya tak pernah sukses menghasilkan satu mobil pun sehingga para investornya marah dan "mengusir" Henry Ford dari perkongsian. Namun ia tetap yakin, bahwa suatu ketika akan bisa menghasilkan mobil yang bagus dan laku.
Henry Ford, New York (1921)
Setidaknya lima kali ia mengalami kegagalan berbisnis sebelum mendirikan Ford Motor Company yang ternama dan legendaris.
Menyikapi kegagalannya itu Henry Ford berujar, "Kegagalan adalah kesempatan untuk memulai lagi, dengan lebih pintar."
Teman-teman, Henry Ford tak pernah menyerah dalam usahanya membangun perusahaan dan membuat mobil. Sekarang semua orang tahu Henry Ford adalah salah satu tokoh otomotif dunia yang berpengaruh.
7.Colonel Sanders (1890 - 1980) -Lebih dari 1000 Kali Ditolak
Tokoh yang satu ini tak hanya dikenal karena brand "Kentucky Fried Chicken"-nya yang mendunia. Ia juga dikenal sebagai sosok yang memiliki semangat kewirausahaan yang tinggi. Lahir sebagai anak pertama dari lima bersaudara dan ditinggal ayahnya ketika usianya belasan, Harland Sanders jadi "kepala keluarga" dengan membantu ibunya, termasuk memasak. Salah satu keterampilan memasaknya adalah membuat ayam goreng dengan resep menggunakan sebelas rempah-rempah.
Ketika dewasa, Sanders berganti-ganti pekerjaan mulai dari kerja di kebun, instruktur trem, pemadam kebakaran, dan berbisnis pom bensin. Pada saat menjalankan pom bensin ini ia sering memasak ayam goreng yang ternyata disukai para pelanggan pom bensinnya. Lama-lama ia mendirikan restoran di seberang jalan. Keterampilannya memasak itu dikenal banyak kalangan sampai-sampai Gubernur Kentucky, Ruby Laffoon, menjulukinya sebagai Colonel Sanders.
Sayangnya, restorannya harus ditutup ketika tempatnya tergusur proyek jalan tol. Akhirnya ia memilih menjadi pekerja sosial sampai pensiun.
Ketika pertama kali pensiun ia berpikir, tak sebaiknya ongkang-ongkang kaki menikmati pensiunnya. Karena itu ia mencoba menjual resepnya. Ia menawarkannya ke sejumlah restoran dari satu kota ke kota lain. Tak satu pun mau menerimanya! Namun ia tak menyerah meski lebih dari 1000 restoran menolaknya. Akhirnya sebuah restoran mau menerimanya.
Tujuh tahun kemudian-pada usia 75 tahun-Kolonel Sanders menjual perusahaan ayam gorengnya seharga 15 juta dolar AS!
8.Walt Disney (1901 -1966) - "Karya Saya Bukan Seni"
Di tengah sukses karya-karya animasinya yang dikagumi dunia saat ini, Walt Disney pernah mengalami sejumlah kegagalan demi kegagalan yang tak bisa dianggap enteng. Ia pernah dipecat dari surat kabar sebagai ilustrator karena dianggap daya imajinasinya kurang. Padahal dari karya-karya gambar itulah ia menggantungkan hidupnya. Bahkan ia pernah sulit menemukan pekerjaan sebagai ilustrator kalau tidak dibantu saudaranya menjadi ilustrator iklan di sebuah bank.
Kegagalan demi kegagalan pun dialaminya ketika mulai berbisnis sendiri. Namun ia yakin suatu ketika bisnisnya akan hidup karena ia punya visi yang besar.
"Saya tak pernah menyebut karya saya sebagai seni. Karya saya itu merupakan bagian dari show business, bisnis yang membangun hiburan," katanya.
Dan sekarang kita tahu, karena sifatnya yang tak pernah menyerah itu, Walt Disney bisa menjadi legenda hiburan dunia. 
9. Elvis Presley (1935-1977) - Bertahan dengan Rock and Roll
Pada saat memulai kariernya Elvis Presley ikut manggung di The Grand Ole Opry, pentas mingguan musik di Nashville, Tennessee, AS. Namun penampilannya dianggap tak menarik. Manajer Grand Ole malah menghardiknya dengan kata-kata kasar, "Kamu tak akan ke mana-mana (tak akan pernah berkembang sebagai penyanyi-Red). Lebih baik kembali jadi sopir truk!"
Penolakan juga datang dari kelompok yang menganggap gayanya manggung terlalu vulgar. Namun Elvis jalan terus sampai akhirnya ia menjadi legenda musik rock and roll.
10. The Beatles (1960-1970) - Tiap Hari Manggung untuk Berlatih
Grup legendaris asal Liverpool, Inggris ini pernah ditolak Decca Recording Company. Perusahaan itu menyebut The Beatles tak menarik hanya karena terdiri dari gitar dan drum!
Namun grup ini tak menyerah. Mereka terus manggung sambil melatih kekompakannya. Tiada hari tanpa manggung di klub-klub, sampai akhirnya mereka terkenal!
11. Jack Canfield (65 tahun) dan Mark Victor Hansen (62 tahun) - Chicken Soup for the Soul
Dua motivator ini bekerja sama membuat sebuah buku yang memuat cerita-cerita pendek motivasi. Suatu ketika Jack ingat neneknya pernah bilang bahwa sup ayam (chicken soup) itu bisa menyembuhkan apapun. Tiba-tiba saja ia punya ide (dan disetujui Mark), bagaimana jika buku itu juga seperti sup ayam. Bedanya sup ini untuk penyembuhan jiwa (soul). Maka jadilah buku "Chicken Soup for the Soul".
Jack Canfield (kiri) dan Mark Victor Hansen
Sayangnya, ketika diajukan ke penerbit, tak satu pun yang bersedia menerbitkannya. Jack dan Mark tak mau mengalah! Mereka mencari penerbit lain meski terus ditolak. Sampai-sampai jumlah penerbit yang menolaknya mencapai 130-an penerbit. Untunglah penerbit Health Communications Inc mau menerbitkannya.
Sekarang, Chicken Soup for The Soul merupakan salah satu buku serial terlaris di dunia dengan penjualan mencapai 120 juta kopi. Total penjualannya (bukudan merchandise) mencapai 1,3 miliar dolar ASatau hampir Rp 13 triliun!
12. JK Rowling (44 tahun) - Novelnya Terjual Ratusan Juta Kopi
Mungkin agar naskah novel bisa jadi buku best seller, harus ditolak dulu oleh belasan penerbit. Ada banyak yang mengalami ini, termasuk JK Rowling sang penulis serial Harry Potter. Karyanya dianggap terlalu mengkhayal dan membumi. Itulah yang membuat delapan penerbit yang ia lamar menolaknya. Namun Rowling terus saja menulis dan berusaha mencari penerbit. Sampai akhirnya sebuah penerbit bersedia menerbitkannya.
Sekarang novel Harry Potter termasuk legenda. Enam seri pertamanya saja terjual 325 juta kopi!
13. Lionel Messi(23 tahun) - Terlalu Rapuh Saat Kecil
Bakat sepak bolanya luar biasa! Namun bakat itu terancam ketika orang tuanya menemukan kalau Messi memiliki penyakit yang membuat tulang dan ototnya lemah sehingga tumbuhnya pendek. Untuk mengobatinya harus dilakukan terapi yang mahal di mana keluarganya tidak mampu. Namun Messi tetap saja bermain bola karena ia menyukainya.
Suatu ketika pencari bakat klub sepak bola asal Spanyol (Barcelona FC) menemukannya dan mengontraknya sebagai pemain remaja, untuk sekaligus mendapat pengobatan dan terapi meninggikan badan. Akhirnya jadilah ia pemain Barca. Kini hampir semua orang tahu siapa Lionel Messi!! Dia adalah pemain sepak bola terbaik dunia pilihan FIFA 2009.

__________

Kamis, 21 Oktober 2010

Sambutlah Anti Brand

Empat kontestan dari Belanda, Portugis, Jepang, dan Indonesia mengikuti perlombaan adu tahan terhadap bau busuk. Sesudah keempat kontestan dimasukkan ke dalam kandang kambing yang luar biasa tengiknya, lantas juri menghitung berapa lama mereka sanggup bertahan di dalamnya. Yang paling lama bertahan, dialah pemenangnya.
Setelah satu jam berlalu, pintu kandang kambing pun terbuka dan keluarlah si Belanda dari kandang tersebut. Setelah dua jam berlalu, pintu kandang kembali terbuka dan keluarlah si Portugis berbarengan dengan si Jepang. Akibat didera bau busuk sekian lama, ketiga-tiganya langsung semaput dan dilarikan ke rumah sakit.
Terus, bagaimana dengan si Indonesia? Jam demi jam dilewati, akan tetapi ia tetap bertahan di dalam. Tepat duabelas jam, akhirnya pintu kandang terbuka. Ternyata yang keluar bukannya si Indonesia, melainkan si kambing! Sambil berjalan sempoyongan, si kambing menggerutu dalam bahasa hewan, “Berani-beraninya manusia nyaingin gue.”
Persaingan, siapa sih yang sanggup menghindar darinya? Dan sudah menjadi hukum alam, begitu mengorbit, merek akan berhadap-hadapan dengan anti-brand. Di tanah air, kesuksesan Flexi dan Indomie mengundang anti-brand namanya Esia dan Mi Sedaap. Hadir pula Filma, anti-brand-nya Bimoli. Indopos, anti-brand-nya Kompas (Konon, inilah babak baru pergulatan antara Dahlan Iskan dan Jakoeb Oetama).
Bagaimana di luar negeri? Yah, kurang-lebih sama saja. Kesuksesan Windows dan PlayStation mengundang anti-brand bernama Linux dan X-Box. Ada pula Warner Bros, anti-brand-nya Walt Disney. Papa John's, anti-brand-nya Pizza Hut. Seiring perjalanan waktu, gesekan anti-brand pun semakin keras. Undoubtedly!
Persis seperti dunia entertainment, di mana popularitas seorang celeb juga sering dibuntuti tentangan dan tantangan. Perlu contoh? Lihatlah, Britney Spears yang dikecam oleh Christina Aguilera. Boy band Backstreet Boys yang diejek oleh band alternatif Blink 182. Inul Daratista yang dihujat oleh Rhoma Irama. Nah, apakah penolakan-penolakan itu berhasil memudarkan popularitas mereka? Ternyata, apa yang terjadi malah sebaliknya. Siapa sih yang meragukan ketenaran Britney, Backstreet Boys dan Inul? Setidak-tidaknya ketika itu. Dunia politik pun tidak luput dari pengecualian. Pamor SBY justru meroket bahkan menang telak saat pemilu setelah dilecehkan sebagai anak kecil oleh lawan politiknya. Sidang pembaca sekalian, itulah manfaat nomor satu dari anti-brand, yakni melejitkan bahkan melambungkan popularitas.
Hei, tunggu dulu! Jangan salah paham, ya! Di sini saya tidak berkhotbah bahwa anti-brand tidak perlu diwaspadai. Bukan, bukan! Waspada, itu sih harus. Apa yang saya coba ungkapkan di sini adalah sejumlah dampak positif yang jarang diketahui oleh kebanyakan orang.
Di antaranya, mengedukasi & menghimpun konsumen, sehingga pada akhirnya memperluas market size secara keseluruhan. Sebenarnya, perseteruan tiada henti antara Kacang Garuda dan Kacang Dua Kelinci memaksa konsumen untuk lebih aware akan keberadaan kacang ketimbang snack yang lain. Selain itu, anti-brand juga memicu dan memacu potensi diri. Lebih jauh lagi, anti-brand akan menebar citra positif pada seluruh pemain sekaligus menjadi bahan benchmarking.
Jadi, soal musuh, nggak perlu dikuatirkan. Nabi saja punya musuh, apalagi Anda! Justru kemasyhuran Anda patut diragukan, seandainya Anda tidak pernah ditentang dan ditantang. Ada pepatah yang memperingatkan, “Semakin tinggi pohon, semakin kuat anginnya.” Dirangkai dengan, “Kalau Anda tidak ingin diterpa angin, maka jadilah rumput dan relakanlah diri Anda untuk diinjak.” Hm, pilih yang mana? Bagi saya, akan jauh lebih menyenangkan menjadi besar, meskipun untuk itu saya terpaksa digencet oleh anti-brand. Siapapun dia!
Barangkali ada yang bertanya, “Saudara Penulis, apa yang mesti kami perbuat jika nyatanya anti-brand tidak pernah muncul?” Aha! Anda telah bertanya pada orang yang tepat. Jawaban saya, “Ciptakanlah anti-brand bagi merek Anda sendiri!” Terkejut? Ah, kalau begitu, jantung Anda terlalu lemah. Semestinya, Anda tidak perlu terkejut.
Coba cermati dulu Elex Media Komputindo, Grasindo dan BIP yang merupakan seteru sekaligus sepupu dari Gramedia. Fanta, Sprite dan Sarsi yang merupakan saingan terdekat sekaligus saudara terdekat dari Coca Cola. Apa pula kaitan antara Radar Surabaya dan Jawa Pos? Mentari dan Matrix? Citylink dan Garuda? Nissan dan Infiniti? Semua jawabannya sama: anti-brand yang berasal dari satu keluarga besar. Begitulah anti-brand, layak untuk disambut. Hm, ada pertanyaan?
Dikutip dari buku Hot Marketing: Cara Paling Panas Mengorbitkan Merek.

Sang Resiko…

risk2Seringkali saya ditanya… pak bisnis apa yang bagus saat ini… yang resikonya kecil untungnya besar. Hmm… pertanyaan otak kiri, tidak mau ketemu mahluk yang namanya RESIKO. Pertanyaan lucu buat saya, kenapa? Karena tanpa Anda sadari sesungguhnya Anda hidup dikelilingi oleh sang resiko, setiap hari, setiap saat. Masa sih…?
Coba perhatikan… dari rumah pergi kekantor naik mobil, resikonya kecelakaan, masuk rumah sakit bahkan mati. Naik pesawat terbang, enteng aja Anda naiknya… padahal resikonya jatuh trus mati. Yang resikonya mati saja Anda berani, sekarang buka bisnis yang resikonya cuma kehilangan uang bukan nyawa koq Anda tidak berani, kan lucu… lebih lucu lagi bahkan sama bisnis yang tidak ada resikonya-pun Anda masih tidak berani…
Seorang teman ditawari kelola kios untuk dagang, gratis, plus barang dagangannya disupply… tinggal dagang aja masih nggak berani… takut nggak laku katanya… Padahal kalau nggak lakupun sebetulnya bukan resiko-nya dia…
Tahun 2001 adalah tahun kebimbangan saya saat itu, kenapa? saya sedang dalam posisi bingung mempertimbangkan apakah saya harus tetap kerja melanjutkan karir atau berhenti dan memulai karir sebagai pengusaha. Ditengah kebimbangan tersebut, suatu hari saat saya sedang melamun selesai makan siang, tiba-tiba saya ketemu seorang sahabat lama. Setelah berbincang-bincang sekedarnya dia bertanya pada saya. “Kenapa kamu? kelihatannya seperti orang bingung…”, tanya dia. Saya jawab apa adanya, saya bilang saya sedang di persimpangan untuk memutuskan berhenti kerja atau tidak.
“Saya mau tanya sama kamu, kalau kamu terus kerja, apakah ada kemungkinan kamu sukses berkarir?”, tanya dia.
“Pasti ada..”, jawab saya.
“Kemungkinan kamu dipecat kena PHK atau perusahaan tempat mu bekerja bangkrut?”, lanjut teman saya.
“Ada juga kemungkinan itu”, jawab saya.
“Nah, kalau kamu jadi pengusaha, mungkinkah kamu jadi pengusaha sukses?”, tanya temen saya lagi.
“Oh..saya yakin bisa…”, jawab saya optimis.
“Kalau bangkrut?”, tanya dia.
“Ya ada sih…tapi saya yakin bisa…”, jawab saya agak heran.
“Nah…kenapa musti pusing mikirin mana yang paling baik…nggak ada bedanya koq…”
Anda berani naik pesawat, bahkan tidak cuma sekali…walaupun Anda tahu resikonya mati karena Anda yakin resiko itu sudah bisa dikendalikan atau diminimalkan. Tapi walaupun begitu bukan berarti tidak ada resiko kan? Karena yakin sudah diminimalkan, kalau pinjem istilah Aa Gym “menyempurnakan ikhtiar” misalnya pasang safety belt, tidak ngebut… dsb Anda menjadi yakin dengan apa yang anda lakukan walaupun resikonya nyawa sendiri. Sisanya kita tinggal berdoa…  diberi keselamatan…nah kalau itu sudah urusan yang di Atas.
Saya pikir dalam menghadapi bisnis juga sikap kita harus sama, apalagi kalau di bisnis resiko yang ditakutkan kebanyakan hanyalah masalah uang.
Kalau Anda amati contoh “naik pesawat” di atas, yang membuat kita berani ambil resiko adalah keyakinan kita yang kuat. Nah di bisnispun sama… dengan memupuk keyakinan yang kuat, maka resiko itu akan menjadi tidak terlihat…
Seorang mentor bisnis terkenal pernah mengatakan: Bisnis itu 80% keyakinan 20% strategi… Saya sependapat dengan itu. Jadi, jangan cari bisnis apa yang bagus, tapi bagaimana membuat bisnis kita menjadi bagus.
Lalu, bagaimana meminimalkan Resiko Rugi? Jangan lupa Zakat dan Sedekah…. Nah, bagaimana dengan Anda…?

7 Hukum Alam Semesta

7 Hukum Alam Semesta

Alam semesta ternyata banyak memberikan kita pembelajaran. Mencermati pola-pola dan hukum yang terjadi di alam ini, membuat kita dapat mengambil makna kehidupan yang penting untuk pengembangan diri kita sendiri maupun orang lain.
Berikut ini Tujuh Hukum Alam Semesta yang penting untuk kita ketahui, disarikan dari buku The Eureka Principle karangan Colin Turner (pengarang buku bestseller Born to Succeed)
Hukum Sebab dan Akibat
Hukum ini merupakan hukum kehidupan yang fundamental. Segala sesuatu yang terjadi pada diri kita memiliki sebab khusus. Pemikiran adalah sebab, dan kondisi adalah akibatnya. Maka apapun pemikiran yang Anda tebarkan akan berkulminasi pada suatu tindakan yang menimbulkan akibat. Inilah padanan mental dari hukum fisika Newton bahwa “setiap aksi akan menimbulkan reaksi yang sebanding dan berkebalikan”, dan hukum ini berlaku dengan prinsip yang sama.
Karena hukum alam tidak bisa dipastikan, maka penting bagi Anda untuk mengingat apa yang Anda inginkan dan bukan apa yang tidak Anda inginkan. Kualitas berbagai hubungan, misalnya, merupakan hasil dari apa yang telah Anda tebarkan dalam hubungan-hubungan tersebut.
Hukum Daya Tarik
Apa yang secara dominan Anda pikirkan akan menarik orang-orang dan lingkungan yang harmonis dengan pikiran-pikiran itu ke dalam kehidupan (seperti yang dikatakan dalam Law of Attraction). Secara metafisik, makin besar vibrasi yang Anda keluarkan, makin besar daya tariknya. Proses ini mirip dengan Hukum Resonansi.
Anda selalu menarik semua hal yang Anda pikirkan, baik itu positif maupun negatif. Akal sehat senantiasa mengatakan apa yang sebaiknya Anda kerjakan, meskipun seringkali terdapat kesepakatan yang mencegah Anda untuk melakukannya.
Hukum Kreativitas
Di luar dua energi interaktif, yin dan yang, jantan dan betina, muncul energi yang ketiga. Terdapat pasokan ide yang melimpah ruah, yang siap untuk Anda ubah, dan seluruhnya secara dramatis akan mengembangkan potensi, kebahagiaan, dan sukses Anda. Segala hal yang tercipta di dunia ini adalah hasil interaksi kedua energi yang saling bertentangan, tapi saling melengkapi. Keduanya berada dalam diri kita, tapi hanya akan efektif jika dimanfaatkan dan diseimbangkan.
Hukum Substitusi
Anda tidak bisa sekadar berhenti melakukan sesuatu. Keinginan kuat atau ketetapan hati sebesar apapun tidak akan tahan dengan kekosongan atau kevakuman yang terjadi terus- menerus. Untuk menghentikan suatu kebiasaan atau sikap, Anda mesti mencari penggantinya. Gantikan pemikiran tentang apa yang tidak Anda inginkan dengan pemikiran tentang apa yang Anda inginkan. Tidak ada sesuatu yang bisa menghilang sama sekali: sesuatu tersebut harus digantikan atau disalurkan ulang dengan substitusi.
Hukum Pelayanan
Berhentilah melayani orang lain dengan cara yang sebenarnya tidak Anda inginkan, karena imbalan yang Anda peroleh akan selalu sama dengan pelayanan Anda. Memberi perlakuan kepada orang lain di balik meja dengan cara yang sama dengan di depan meja, pada akhirnya akan berlangsung dengan prinsip yang sama. Anda akan selalu diimbali dengan proporsi yang persis sama dengan nilai dari layanan Anda kepada orang lain.
Hukum Penggunaan
Kekuatan alami apapun, bakat atau talenta, akan mengalami kemandekan jika tidak digunakan. Sebaliknya, akan menjadi semakin kuat jika makin sering dimanfaatkan. Ilustrasi yang sangat baik digambarkan dalam kisah seorang tua yang memperlihatkan kepada Rossetti -si pelukis terkenal- beberapa lukisan yang baru saja dibuatnya pada masa pensiun. Rossetti dengan sopan menjawab bahwa lukisan-lukisan itu biasa-biasa saja. Si lelaki tua kemudian memperlihatkan beberapa lukisan lain yang dibuat oleh seseorang yang lebih muda. Rossetti langsung memuji dan mengatakan bahwa di pelukis ini tentu sangat berbakat. Melihat orang tua itu memperlihatkan gejolak emosi, Rossetti pun bertanya apakah yang melukis itu anaknya. “Bukan. Itu lukisan saya sendiri sewaktu muda. Tapi saya tergoda untuk melakukan hal yang lain dan melupakan bakat melukis saya”, jawab si lelaki tua.
Bakat si lelaki tua telah melenyap. Manfaatkanlah, atau Anda akan kehilangan kekuatan alami itu.
Hukum Tujuh
Urut-urutan kejadian berjalan mengikuti Hukum Tujuh atau Hukum Oktaf. Saat not atau nada dasar dimainkan, setiap not diulang bunyinya beberapa kali dan kemudian menghilang intensitasnya. Hukum Tujuh berarti bahwa tidak ada kekuatan yang terus-menerus bekerja dengan arah yang sama. Setiap kekuatan bekerja dalam kurun waktu tertentu, kemudian menghilang intensitasnya, lalu berubah arah atau mengalami perubahan internal.
Tidak satu pun di alam ini yang berkembang mengikuti garis yang lurus. Dan demikian pula dengan kehidupan Anda. Tapi setelah Anda bisa menyesuaikan diri dengan prinsip-prinsip i tu, Anda mengalir mengikuti arusnya, bukannya berlawanan.
Hukum Tujuh memperlihatkan bahwa tak ada satu pun kekuatan yang cuma berkembang ke satu arah, dan bahwa energi terus berkembang bahkan di tengah rintangan dan interval. Sebagaimana oktaf, segala sesuatu dalam kehidupan ini berjalan dengan vibrasi. Tanpa vibrasi takkan ada gerakan, dan dengan demikian tak ada aktivitas yang bisa berjalan dengan cara apa pun juga.
Nah, saatnya kita memanfaatkan keinginan, potensi, bakat dan talenta diri kita untuk mencapai hidup yang sepenuhnya. dengan belajar dari hukum dan prinsip-prinsip yang sudah diajarkan sendiri oleh alam semesta ini.

Rabu, 20 Oktober 2010

Dimulai, Bukan Dihitung


imagesBukan tidak boleh menghitung-hitung pada saat mau mulai bisnis…tapi jangan malah ahirnya kita terjebak oleh ketakutan akan hitungan-hitungan yang kita buat sendiri. Sebab ada satu hal yang tidak bisa dihitung dan tidak ada ilmunya…yakni POTENSI…. ya, potensi tidak bisa dihitung…hanya bisa dirasakan ketika kita sudah memulainya.
Banyak sekali referensi yang mendukung pernyataan mentor saya tersebut…salah satunya dari Jack Canfield seorang penulis terkenal dalam bukunya The Sucsess Principles mengatakan bahwa semua orang sukses yang ia temui mempunyai satu karakteristik yang sama, yakni: Banyak Bertindak Sedikit Berhitung….
Seorang teman saya, akuntan manager salah satu perusahaan besar, didatangi keponakannya untuk dimintai pendapat tentang bisnis Fotocopy yang akan ia buka. Keponakannya ini bercerita, ia akan menyewa tempat, kredit mesin fotocopy membeli peralatan pendukung lainnya dan sebagainya untuk memulai bisnis jasa fotocopy. Targetnya minimal dalam satu hari bisa menghasilkan omset satu rim kertas…
Keponakannya ini datang untuk minta tolong dihitungkan untung ruginya bisnis fotocopy yg akan ia buka karena menganggap pamannya ini ahli dalam hitung-hitungan keuangan.
Tentunya karena dia seorang ahli keuangan, dengan cepat dan mudah ia bisa mendapatkan hasilnya. “Usaha ini tidak layak kamu jalankan…”, kata teman saya setelah selesai menghitung… lalu katanya, “Karena BEP atau balik modalnya sangat lama…belum lagi PENYUSUTAN mesin fotocopy cepat sekali, tidak mungkin bisnis ini akan untung, belum lagi omset satu rim itu terlalu optimis , sudahlah cari bisnis yang lain aja…”. Demikian nasihat ahli keuangan kita ini.
Kemudian keponakannya ini pulang, mungkin karena keponakannya ini bodoh atau sangat-sangat yakin dengan bisninya ini atau bahkan mungkin karena kepepet…ia tetap mulai untuk menjalankan bisnis fotocopy-nya.
Sepuluh bulan kemudian…teman saya ini secara tak sengaja mampir kesebuah tempat fotocopy untuk memfotocopy dokumennya, alangkah kagetnya ia ketika tahu yang memiliki bisnis fotocopy ini adalah keponakannya yang 10 bulan yang lalu berkonsultasi padanya.
Teman saya bertanya, “Ini benar bisnis kamu yang waktu itu kita hitung sama-sama?”. “Betul om…”, jawab keponakannya. Lalu mereka berdiskusi panjang lebar. Dan yang membuat ia semakin kaget…ternyata keponakannya ini baru saja nambah 2 (dua) mesin fotocopy baru untuk memperbesar bisnisnya.
Sepanjang perjalanan pulang teman saya ini berfikir keras…apa yang salah dengan ilmu saya…apa bedanya dengan menghitung proyek-proyek besar dikantor saya? Dan ia teringat dengan salah seorang temannya di kantor…beberapa bulan yang lalu pernah bercerita padanya mau beli angkot. Waktu temannya cerita…ia hanya mencibir saja…karena menurut hitung-hitungan dia…punya angkot nggak layak secara bisnis. Penasaran sama temennya yang beli angkot itu…esok harinya ia datangi teman kantornya dan bertanya tentang angkotnya. Dan ia kaget ternyata temannya ini jadi menjalankan bisnis angkotnya…bahkan saat ini persetujuan kredit untuk beli angkot yang kedua sudah disetujui tinggal cair…
Dia bingung, koq bisa ya… Padahal tidak usah bingung… ada yang tidak bisa dihitung, yakni POTENSI. Yang kedua, dalam hitungan seringkali kita membesar-besarkan biaya, contoh mesin fotocopy disusutkan 2 tahun, padahal, banyak tuh pebisnis fotocopy yang mesinnya sudah berumur lebih dari 5 tahun tapi masih produktif…. Yang ketiga, apa yang kita inginkan seringkali tidak terjadi dengan cara-cara seperti yang kita fikirkan…. Tidak ada yang PASTI didunia ini…yang PASTI cuma satu…kita PASTI mati, itupun nggak jelas kapan waktunya… jadi kenapa mesti terlalu jelimet ngitung kalau semuanya memang belum pasti… TAKE ACTION MAKE IT HAPPEN…itu kata sahabat saya Jaya Setiabudi…

Senin, 18 Oktober 2010

Gagal Itu Harus…

Gagal Itu Harus…


Ada banyak sekali pembenaran untuk sudut pandang yang mengejutkan ini. Jude Wanniski, seorang ekonom politsi, menulis, “Semua keberhasilan adalah buah kegagalan. Perlu berkali-kali usaha untuk berhasil  sebelum keberhasilan di raih. Bayangkan saja, berapa kali seorang anak gagal berusaha makan dengan sendok sebelum berhasil, apalagi dengan pisau dan garpu. Sukses, yang pasti, lebih baik dibanding gagal, tapi sukses pun tak akan mungkin ada tanpa gagal.”
Majalah Business Week mengangkat tema ini daam satu artikelnya belum lama ini, “Bagamana Kegagalan Melahirkan Keberhasilan”. “Setiap orang takut gagal,” tulis majalah tersebut. “Akan tetapi, terobosan juga lahir dari kegagalan. Perusahaan-perusahaan terbaik merangkul kegagalan dan belajar dari sana”. Memang semua perusahaan terkemuka pasti pernah gagal, tapi contoh terbaik merayakan kegagalan datang dari pesta yang digelar oleh Intuit, Inc. “Intuit baru saja serayakan sebuah kampanye pemasaran berani, yang gagal,” tulis BusinessWeek. “Perusahaan ini belum pernah menyasar wajib pajak, dan di tahun 2005 berusaha merangkul mereka lewat sebuah usaha yang gagal untuk menggabungkan kampanye menjadi wajib pajak dengan gaya hip-hop. Lewat situs Web bernama www.RockYourRefund.com, Intuit menawarkan diskon kepada kalangan muda untuk menelusuri situs Expedia Inc. Dan pengecer Best Buy serta fasilitas mentransfer pengembalian pajak langsung ke kartu Visa prabayar yang diterbitkan oleh raja hip-hop Russell Simons. “Proyek tersebut gagal total. Apa yang dilakukan ketua Intuit terhadap tim yang gagal tersebut? Menurut artikel tadi, “Didepan sekitar 200 orang pemasar Intuit, tim tersebut menerima penghargaan dari ketua Intuit Scott Cook. ”Sang ketua menyadari bahwa untuk sukses, Anda harus gagal sesekali, dan pertanyaan yang harus diajukan, adalah, apa yang dapat saya lanjutkan agar lebih baik?
Ingat!
Hanya kegagalan yang menjadi keberhasilan. Kegagalan bukan suatu pilihan-melainkan bagian dari proses anda berhasil.
Berani gagal bukan hanya ditunjukan oleh perusahaan-perusahaan terbesar di Amerika. Kegagalan juga bagian tak terpisahkan dari kesusesan berwirausaha. Debbi Fields, pendiri Mrs. Fields Cookies, mengatakan, “Yang penting adalah tidak takut mengambil resiko. Ingat, kegagalan terbesar adalah tidak mencoba.”
Akan tetapi, masih ada elemen kegagalan yang lebih penting dibanding kegagalan itu sendiri, yakni, mundur dan tak pernah mencoba lagi…. Jadi, anda gagal pada usaha terakhir untuk lolos sebuah tes, mengurangi berat badan, mendapat pasangan kencan, melalui sebuah usaha-lalu apa? Fatal jika anda tidak mau lagi berusaha.
“Kegagalan tidak dihitung,” kata motifator Frank Burford. “Jika menerimanya, anda akan berhasil. Yang menyebabkan sebagian besar orang gagal adalah setelah sebuah kegagalan, mereka berhenti berusaha”. Jadi, jika anda pernah memulai sebuah usaha dan gagal, bagus! Anda mendapatkan pelajaran berharga dan sekarang menjadi salah seorang anggota sebuah klub bergengsi, bersama semua orang sukses lainnya…

Memulai Bisnis Tanpa Uang Tunai

 warung
Mungkinkah kita memulai bisnis tanpa memiliki uang tunai? Saya kira itu mungkin saja. Mengapa tidak! Jika kita mampu mengoptimalkan pemikiran kita, maka banyak jalan yang bisa ditempuh dalam menghadapi masalah permodalan untuk kita memulai bisnis. Cuma masalahnya, dari mana duit itu berasal? Logikanya, semua bisnis itu membutuhkan modal uang.
Memang, kebanyakan kita selalu mengeluhkan ketiadaan modal uang sebagai alasan mengapa kita “enggan” berwirausaha. Padahal, modal yang paling vital sebenarnya bukanlah uang, tetapi modal non-fisik, yakni berupa motivasi dan keberanian memulai yang menggebu-gebu.
Saya yakin, jika hal itu bisa terpenuhi, maka mencari modal uang bukanlah persoalan yang tidak mungkin, mesti secara pribadi kita tidak memiliki uang. Sementara kita telah tahu, bahwa peluang bisnis telah ada di depan mata. Tentu, alangkah baiknya jika kita tidak menundanya untuk memulai berbisnis.
Toh kita tahu, bahwa sebenarnya banyak sumber permodalan. Seperti uang tabungan, uang pesangon, pinjam di bank, dan di koperasi atau dari lembaga keuangan, atau dari pihak lainnya. Namun, jika kita ternyata tidak memikili uang tabungan, uang pesangon, atau katakanlah belum ada keberanian untuk meminjam uang ke bank atau koperasi, saya kira kita juga tidak terlalu risau. Karena ada cara untuk kita memulai bisnis, mesti kita tidak memiliki uang tunai sekalipun.
Contohnya, kita bisa menjadi seorang pelantara. Misalnya, menjadi pelantara jual bile rumah, jual motor dan lain-lain. Keuntungan yang kita dapat bisa dari komisi penjualan atau dari cara lain atas kesepakatan kita dengan pemilik produk. Saya yakin, kita pasti bisa melakukannya.
Kita bisa juga membuat usaha dengan cara konsumen melakukan pembayaran dimuka. Dalam hal ini, kita bisa mencari bisnis di mana konsumen yang jadi sasaran bisnis kita itumau membayar atau mengeluarkan uang dulu sebelum proses bisnis, baik jasa maupun produk, itu terjadi. Misalnya bisa dilakukan pada bisnis jasa, seperti industri jasa pendidikan. Di mana, siswa diwajibkan membayar dulu di depan sebelum proses pendidikannya itu terjadi.
Bisa juga misalnya, ada orang yang memesan barang pada kita, namun sebelum barang yang dipesan itu jadi, pihak konsumen memberikan uang muka dulu. Artinya, ini sama saja kita telah diberi modal oleh konsumen.
Masih ada cara lain memulai bisnis tanpa kita memiliki uang tunai. Contohnya, menggunakan sistem bagi hasil. Biasanya, cara bisnis model ini banyak diterapkan pada Rumah Makan Padang. Di mana kita sebagai orang yang memiliki keahlian memasak, sementara patner bisnis kita sebagai pemilik modal uang.
Kita bekerjasama dan keuntungan yang didapat pun dibagi sesuai kesepakatan bersama. Atau kita mungkin ingin cara lain? Tentu masih ada. Contohnya, kita bisa melakukannya dengan sistem barter dengan pemasok, dan kita pun jika memiliki keahlian tertentu, mengapa tidak saja menjadi seorang konsultan. Selain itu, bisa saja dengan cara kita mengambil dulu produk yang akan diperdagangkan, hanya untuk pembayarannya bisa kita lakukan setelah produk tersebut terjual pada konsumen. Tentu, masih banyak cara lain untuk kita memulai bisnis tanpa uang tunai.
Oleh karena itu, menurut saya, sebaiknya kita tidak perlu berkecil hati atau takut dipandang rendah, bila ternyata kita memang tidak memiliki uang tunai namun berhasrat untuk memulai bisnis. Saya yakin dengan kita memiliki kemauan besar menjadi seorang wirausahawan atau entrepreneur, maka setidaknya akan selalu ada jalan untuk memulai bisnis. Nyatanya, tidak sedikit pengusaha yang telah meraih keberhasilan meski saat memulai bisnisnya dulu tanpa memiliki uang tunai.
Itu menunjukan bahwa tidak benar kalo ada yang mengatakan: “Tak mungkin kita memulai bisnis tanpa memiliki uang tunai”. Kuncinya sebetulnya terletak pada motivasi dan keberanian kita memulai bisnis yang mengebu-gebu. Hanya saja, untuk cepat meraih sukses, apalagi tanpa memiliki uang tunai, itu tidak semudah seperti kita membalikan telapak tangan. Semuanya membutuhkan perjuangan.

Rezeki Itu Bisa Direncanakan

5stars_red_graph
Rezeki itu sebenarnya sudah ada yang mengatur-Nya. Saya kira itu memang benar. Dan, sebagian besar kita berpendapat demikian. Oleh karena sejak lahir setiap orang itu membawa rezeki sendiri-sendiri. Tapi, apakah kita itu bisa meningkatkan rezekki kita sendiri? Dan, apakah kita tak bisa merencanakannya? Saya berpendapat, mesti rezeki itu sudah ada yang mengatur-Nya, namun kita harus tetap aktif merencanakannya. Tanpa direncanakan, Rezeki itu akan sulit kita raih. Saya akandatang sendiri kira, rezeki itu membutuhkan peluang untuk mendatanginya.
Menurut saya, mana mungkin rezeki itu datang kalau tiap harinya kita tak punya aktifitas apa-apa. Hanya pasrah saja. Dan, kita terlalu yakin, bahwa rezeki itu tak perlu dikejar, pasti akan datang sendiri. Saya tak sependapat dengan prinsip ini. Sebab, bagaimanapun kalau pada diri kita tak ada kegairahan bekerja, dan hanya selalu memimpikan rezeki itu datang, maka rezeki itu pun akan sulit datang atau justru mlah menjauh. Tapi sebaliknya, jika tekun bekerja, dan kreatif berwirausaha, saya yakin, pasti rezeki akan datang. Bisnis kita pun akan lebih cepat berkembang.
Apalagi, kalau kita berani memilih prosefi seperti pengusaha, dokter, notaris, pengacara, pelukis, seniman dan lain-lain. Profesi ini saya lihat sangat berpeluang mendatangkan rezeki yang relatif besar atau tidak linier. Sebab, profesi ini berbeda dengan orang yang digaji atau seperti karyawan. Artinya, jika saat ini kita misalnya, sedang menekuni dunia usaha atau sebagai pengusaha, maka jelas sangat memungkinkan sekali bagi kita untuk mendatangkan rezeki yang relatif besar. Sementara, kalau saja kita sekarang ini bekerja ikut orang lain atau setiap bulannya digaji tetap, maka jelas peluang akan datangnya rezeki yang relatif besar, menjadi kecil. Oleh karena itu, rezeki besar itu datangnya menjadi tempat yang pas, dan ini bisa kita rencanakan. Tinggal, kita berani atau tidak.
Bicara soal rezeki, saya jadi teringat pengalaman rekan saya. Dia seorang notaris, saya lihat, dalam menjalankan profesinya, dia hanya menggunakan motor. Lantas, ganti mobil. Itu pun mobil lama. Namun,ketika saya sarankan agar “berani” ambil mobil baru secara kredit, dia terkejut. Apalagia, ketika sarankan mobil lamanya dijual saja,untuk bayar uang muka.
Setiap bulannya kan harus bayar angsuran? itu pertanyaannya. Saya jawab, “Nah itulah rezeki akan mengikuti rencana anda. Kalau Anda menggunakan mobil bagus pasti klien anda lebih percaya. Oleh karena permormance atau penampilan dibutuhkan dalam bisnis anda. Apalagi anda mau bekerja keras dan kreatif menjaring klien, saya yakin anda pasti mampu membayar angsurannya”. Rupanya, dia mengikuti saran saya. Apa yang terjadi selanjutnya? Rezeki notaris itu ternyata mengalir deras. Kliennya kian bertambah. Selain bisa membayar angsuran, dia pun masih punya kelebihan rezeki itu. Dan, kepercayaan dirinya akan profesinya semakin mantap.
Kejadian ini, di antaranya yang membuat saya percaya, bahwa rezeki itu sesungguhnya akan datang mengikuti rencana utang kita. Rezeki itu juga akan datang sesuai pengambilan resiko bisnis kita. Sehingga, pada saat kita ambil risiko bisnis yang kecil, rezeki yang mengalir pun kecil. Sebaliknya, bila kita berani ambilambil yang besar, maka rezeki yang mengalir pun akan besar.

Anda Harus Berhenti Berdalih…

loser
Sembilan puluh sembilan persen dari semua kegagalan berasal dari orang-orang yang punya kebiasaan berdalih...
Jika Anda ingin menciptakan kehidupan impian Anda, Anda harus bertanggung jawab 100% atas kehidupan Anda. Itu artinya berhenti berdalih, berhenti mengeluh menjadi korban, berhenti menggunakan semua alasan mengapa anda tidak bisa dan belum bisa sampai sekarang dan berhenti menyalahkan keadaan di luar diri anda, Anda harus berhenti melakukan semua itu selamanya…
Kenapa Anda sangat senang berdalih? “Saya tidak naik jabatan karena ada orang yang iri?”, “Penjualan tahun  ini turun karena kondisi ekonomi sedang tidak stabil…” dan sebagainya… Anda senang berdalih seperti itu karena secara tidak langsung menempatkan diri Anda sebagai “korban” dari orang yang iri atau sebagai “korban” kondisi ekonomi yang tidak stabil. Sesungguhnya Anda berharap orang lain akan ber-empati pada Anda…betulkan?
Nah ketika orang lain ber-empati, apa yang anda lakukan? TIDAK ADA !!! Karena Anda merasa sangat NYAMAN dengan kondisi itu (sebagai korban)…
Berhentilah menyalahkan orang lain atau keadaan sebagai penyebab ketidak suksesan anda. Jika Anda ingin menjadi seorang pemenang, Anda harus mengakui: Anda-lah penyebab semua ini, Anda yang melakukan tindakan, Anda yang memikirkan pikiran, Anda yg menciptakan perasaan dan mengambil pilihan yang membawa Anda ke posisi saat ini. Anda-lah PELAKUNYA!!!
Jika Anda tetap melakukan apa yang selalu Anda lakukan, maka Anda tetap akan memperoleh apa yang selalu Anda peroleh…
Kendalikanlah tiga hal dalam hidup anda…pikiran yang Anda pikirkan, bayangan yang Anda visualisasikan dan tindakan yang Anda ambil. Cara Anda mempergunakan ketiga hal tersebut menentukan semua hal yang Anda terima. Rubahlah reaksi Anda… Rubah pikiran negatif Anda menjadi positif, rubah lamunan Anda, rubah kebiasaan Anda, rubah bacaan Anda, rubah teman-teman Anda, rubahlah cara berbicara Anda…
Hidup ini seperti cermin, berikanlah apa yang Anda inginkan…
Saya pernah didatangi oleh salah seorang peserta Entrepreneur University, ia menceritakan tentang bisnisnya yang sulit sekali berkembang. Saya melihat sebetulnya tidak ada hal menghalangi bisnisnya untuk berkembang…segala upaya sudah dicoba tapi tetap saja jalan ditempat…
Pada pertemuan yang kesekian kalinya tanpa sengaja kami berbicara masalah keluarga…rupanya teman kita ini punya masalah dengan istri dan mertuanya…hubungan mereka tidak harmonis terutama dengan mertuanya… Sampai-sampai mereka ini saling membenci…dan tidak ada yang mau ngalah.
Teman kita ini selalu menyalahkan sikap mertuanya, saya bilang…kalau Anda ingin mertua Anda berubah seperti yang Anda inginkan…mulailah dari diri Anda sendiri. Rubahlah diri Anda, berikan apa yg mereka inginkan, maka Anda akan mendapatkan apa yang Anda inginkan…. Ajaib…nggak sampai sebulan…kondisi teman kita ini berubah total…
Hubungan keluarga menjadi jauh lebih harmonis…dan yang lebih dahsyat…bisnisnya mengalami banyak perkembangan yang berarti…
Selalu instropeksi diri, karena apa yang terjadi saat ini adalah hasil penciptaan Anda sebelumnya…