Senin, 18 Oktober 2010

Jamming


Dalam menghadapi dan menjawab kondisi ekonomi yang terus berkembang, cenderung berfluktuatif, dan tidak menentu sekarang ini, maka saya pikir sebaiknya kita melakukan jamming. Tom Peter, mengungkapkan bahwa perubahan yang serba cepat dan cenderung kacau itu pertanda zaman edan.
Sehingga, disukai atau tidak disukai, kita harus berani akrab dengan kekacauan. Saya yakin, jika kita punya keberanian yang besar untuk melakukan jamming akan sangat mungkin membantu bisnis kita untuk terus berkembang.
Menurut John Kao, pakar kewirausahaan terkemuka yang pernah mengajar di Harvard Bussiness School dan Stanford University, jamming itu identik dengan improvisasi inilah akan memunculakn banyak ide-ide bisnis yang kreatif dan inovatif. Dan hal ini akan sangat menguntungkan bagi kemajuan bisnis kita.
Hanya masalahnya sekarang adalah, apakah “pemain lain” atau katakanlah manajer dan karyawan kita itu bisa kompak atau tidak dalam melakukan jamming. Saya berpendapat bahwa jamming akan berhasil, jika dibawahnya kompak. Ini penting. Mengingat, bahwa setiap manajer maupun karyawan adalah mitra kreatif dalam bisnis kita. Dengan begitu, kita sebagai entrepreneur akan lebih siap menghadapi setiap perubahan, dan akan lebih siap lagi mengatasi krisis, jika kita berhasil melakukan jamming.
Memang, tidak setiap perusahaan itu berani melakukannya. Antara lain, karena masih adanya perasaan takut dengan munculnya perubahan. Masih adanya keinginan untuk mempertahankan status quo. Tapi, saya pikir, jika sesuatunya tidak jelas kedepan, maka lebih baik jamming. Sehingga, kita akan lebih bisa leluasa untuk bertindak luwes dalam berbisnis pada situasi apapun.
Jamming atau improvisasi menurut saya, bukanlah seni ynga hanya dimiliki musisi jazz. Tapi jamming juga harus dimiliki oleh entrepreneur yang memiliki intuisi yang tajam. Dan, kalaupun misalnya, manajer atau karyawan kita juga melakukan jamming dengan melontarkan ide-ide kreatif yang dapat dilaksanakan, itu juga positif.
Anggap saja, ide-ide kreatif yang berbeda-beda dalam perusahaan kita seperti bunga yang berwarna-warni yang semerbak harum baunya. Namun, tentu saja semua ide-ide bisnis kreatif itu harus tetap terkoordinasi dengan baik. Pendeknya, kita sebagai entrepreneur harus bisa memimpin atau megkoordinasikan semua itu.
Kita lihat saja, bagaimana para musisi jazz itu mampu bermain dalam sebuah struktur. Mereka bersepakat tentang siapa yang akan bermain, dan kapan memulainya. Karena ada yang memimpin, maka mereka menjadi kompak, sehingga melahirka irama-irama musik yang terdengar merdu. Sebaliknya, jika terjadi ketidak kompakan itu justru akan menimbulkan kebisingan. Sebab, musik jazz sebagimana halnya bisnis memang menggambarkan serangkaian perilaku kita yang seimbang. Artinya setiap permainan walaupun eksperimental, namun kesemuanya tetap masih bisa diatur sedemikian rupa. Begitu juga dalam bisnis.
Saya rasa “permainan-permainan” semacam ini akan sangat mungkin terjadi. Ada baiknya, hal itu janganlah sebagai hambatan didalam kita menggeluti bisnis. Tapi, justru hal itu akan lebih membuat kita dinamis, penuh semangat, dan tekun dalam berbisnis. Oleh karena itu, di era global yang terus menerus menuntut kita untuk melakukan hal-hal baru secara lebih cepat seperti sekarang ini, ada baiknya selalu melakukan jamming. Anda berani mencoba?

Rabu, 13 Oktober 2010

Berani Bermimpi

Jika anda merasa tidak pantas untuk memiliki mimpi yang tinggi, tonton dulu video di *bawah* ini..


Susan Boyle - Singer - Britains Got Talent 2009 - Funny videos are here

Susan Boyle. Semua orang tidak mempercayainya..
tapi Susan Boyle tidak berhenti bermimpi..

Dia adalah seorang pengangguran yang mempunya mimpi menjadi penyanyi terkenal.
Ketika mengikuti kontes Britain's Got Talent, awalnya semua orang menertawakannya,
tapi ternyata suaranya dapat memukau penonton.

Hanya 9 hari setelah audisi, video di atas telah ditonton sebanyak 100 juta kali!
Walau akhirnya dia hanya menempati posisi kedua di kontes tersebut, namun
album nya yang diluncurkan pada November 2009 telah menjadi
Amazon's best selling album in pre-sales!

FAKTA: Semua kesuksesan dimulai dari bermimpi

To accomplish great things,
we must not only act,
but also dream; not only plan, but also believe.

Seberapa tinggi mimpi anda?
Dan yang terpenting, apa yang sedang anda lakukan untuk mencapai mimpi-mimpi anda tersebut?
Bergabunglah bersama kami dan mulai berusaha untuk menggapai impian anda.

 

Senin, 04 Oktober 2010

Mintalah, Anda Tidak Akan Rugi Apapun…

Mintalah, Anda Tidak Akan Rugi Apapun…

Dengan “Meminta” Anda tidak rugi apapun bahkan mungkin Anda akan UNTUNG karena meminta. Tapi banyak dari Anda takut “Meminta” karena Anda takut kelihatan butuh, takut kelihatan bodoh dan takut kelihatan konyol. Sebagian dari Anda takut mengalami penolakan. Anda sesungguhnya takut mendengar kata TIDAK. Tanpa disadari Anda sebenarnya telah menolak diri sendiri, Anda sudah mengatakan TIDAK pada diri sendiri bahkan sebelum orang lain sempat melakukannya. Anda telah merintangi diri sendiri…
Meminta adalah salah satu prinsip sukses yang paling efektif. Sejarah telah membuktikan banyak orang sukses meraih keuntungan dan kekayaan yang menakjubkan hanya dengan memintanya.
Meminta, jangan beranggapan Anda akan ditolak. Ambil resiko untuk meminta apapun yang Anda perlukan dan inginkan. Jika Anda mengalami penolakan, keaadaan Anda tidak lebih buruk dibandingkan sebelumnya. Jika per-mintaan Anda dikabulkan maka keadaan Anda jauh lebih baik…
Ada beberapa tips singkat yang bisa membantu Anda untuk berani memulai “meminta”:
  1. Mintalah seolah-olah Anda akan mendapatkannya. Mintalah dengan harapan positif, mintalah dari tempat di mana Anda sudah diberi hal itu. Mintalah seolah Anda mendapat jawaban “YA”.
  2. Anggaplah Anda bisa. Jangan memulai dengan anggapan Anda tidak bisa memperolehnya. Anggaplah bahwa Anda bisa memperoleh kenaikan gaji, bahwa Anda bisa memperoleh harga yang rendah, dsb. Jangan pernah beranggapan yang bisa merugikan diri sendiri.
  3. Mintalah kepada seseorang yang bisa memberikannya kepada Anda. Cari orang yang tepat untuk dimintai. “Kepada siapa saya harus berbicara untuk mendapatkan…”, “Siapa yang berwenang membuat keputusan tentang…”, “Apa yang harus saya lakukan untuk memperoleh…” Carilah orang yang tepat…
  4. Mintalah yang jelas, terukur dan spesifik. Permintaan yang tidak jelas akan memberikan hasil yang tidak jelas juga. Permintaan Anda harus jelas dan spesifik.
    Jangan mengatakan:  Saya minta kenaikan gaji…
    Mintalah: Saya minta kenaikan gaji 1jt per-bulan..
    Berikan waktu dan jam yang spesifik. Mis, Aku ingin makan malam dan nonton difilm bersamamu pada Malam Minggu. Kau bisa?
  5. Mintalah berulang kali. Gunakan strategi anak kecil ketika meminta, berulang-ulang… Jurus meminta paling ampuh, berulang-ulang… artinya kegigihan dan pantang menyerah. Mengapa? Karena ketika Anda terus meminta, bahkan kepada orang yang sama berulang kali, Anda mungkin akan mendapat jawaban “Ya”. Penyebab Anda mendapatkan jawaban “Ya” mungkin karena:
    - Anda meminta pada hari yang lain
    - Suasana hati yang diminta jauh lebih baik
    - Anda punya data baru
    - Setelah Anda membuktikan komitmen Anda
    - Keadaan sudah berubah
    - Ketika Anda sudah belajar lebih baik
    - Ketika Anda sudah menjalin hubungan lebih baik
    - Ketika Anda sudah lebih bisa dipercaya, dsb, dst
Anak-anak adalah yang paling paham prinsip sukses “meminta” ini dibandingkan siapapun. Mereka meminta hal yang sama pada orang yang sama berulang kali dan tanpa ragu-ragu. Mereka ahirnya seringkali membuat Anda menyerah, betulkan?
Supaya berhasil, Anda harus minta, minta, minta, minta, minta…

Usaha Perlu Modal ?

Pertanyaan kebanyakan calon-calon wirausahawan adalah bagaimana saya bisa memulai wirausaha jika saya tidak punya modal? Atau saya hanya memiliki modal yang sedikit tetapi usaha saya perlu modal yang banyak, terus bagaimana?
 
Saat ini setidaknya tercatat 625 ribu sarjana menganggur di Indonesia, angka tersebut menunjukkan betapa timpangnya permintaan pekerjaan dan ketersediaan lapangan kerja. Ini juga merupakan alasan mengapa wirausaha itu sangat didukung di Indonesia belakangan ini. Beberapa contoh: PT Bank Mandiri Tbk menargetkan bisa menggaet pendaftaran 3.600 wirausaha Mandiri tahun ini lewat 11 kantor wilayah Bank Mandiri di seluruh Indonesia, Menkop UKM dalam seminarnya baru-baru ini menantang sarjana-sarjana untuk menjadi wirausahawan pemula dan kementerian koperasi UKM tersebut bersedia membantu jika ada keterbatasan dana.

Kita bisa melihat bahwa bila kita memulai berwirausaha, kita secara tidak langsung membantu menyediakan lapangan pekerjaan dan juga meningkatkan kualitas ekonomi di negara kita tercinta. Apakah kita masih bisa pesimis menghadapi situasi seperti ini, jika kita mengetahui alasan kita berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan orang lain dan juga negara kita? 

Modal yang sebenarnya untuk mulai berwirausaha adalah keberanian untuk memulai, ide/konsep bisnis, komitmen, dan doa. Tuhan selalu memberikan ide-ide yang brilian, yang jika dikembangkan dengan baik akan menuai hasil yang luar biasa.

Yang Huiyan: Kaya di Usia Muda



Bisa jadi, Yang Huiyan (28 tahun) adalah calon penerus tahta Carlos Slim Helu (70 tahun), sebagai orang terkaya di dunia!
Huiyan, pemudi cantik rupawan ini, adalah pemilik sekaligus pemimpin Country Garden Holdings Co. - salah satu perusahaan pengembang properti paling top di China. Menurut Forbes (majalah keuangan asal AS) pada Maret 2010, total kekayaan Huiyan mencapai angka 3,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp 30 triliun. Kekayaannya meningkat dibandingkan tahun lalu (2,3 miliar dolar AS), kendati masih jauh di bawah hartanya pada 2007 (16,2 miliar dolar AS) ketika ia menjadi perempuan terkaya di China.
Masih menurut Forbes, kini Huiyan ada di urutan 277, dalam daftar 1.000 orang paling kaya di dunia.
**
Sedikit kilas balik, Huiyan lahir pada tahun 1981 di Provinsi Guangdong. Ayahnya bernama Yang Guoqiang. Semula, Yang adalah seorang buruh bangunan dan petani miskin. Kemudian, ia beralih menjadi pengusaha batu bata. Lalu, bersama beberapa rekan bisnisnya, membeli tanah dan membentuk perusahaan real estate pada 1997. Sedikit demi sedikit, perusahaan itu tumbuh besar.
Nah, Huiyan memang dipersiapkan untuk menjadi penerus bisnis properti sang ayah. Sejak remaja, ia sering diminta menjadi asisten sang ayah dalam rapat direksi. Selanjutnya, ia mengenyam pendidikan pemasaran dan logistik di Ohio State University, Amerika Serikat. Setelah lulus kuliah (2003), Huiyan segera pulang kampung dan langsung bergabung dalam perusahaan sang ayah. Ia diserahi tanggung jawab mengelola bisnis logistik dan mengembangkan perusahaan.
Pada tahun 2004, sang ayah jatuh sakit dan harus mendapatkan perawatan medis. Sejak saat itu, Huiyan mulai belajar mengontrol perusahaan.
Yang Huiyan, bergambar bersama orangtua dan suami pada hari pernikahannya.
Tak lama kemudian, Huiyan memperoleh hadiah transfer 58 persen saham Country Garden Holdings Co. dari sang ayah. Transfer berlangsung ketika perusahaan ayahnya melakukan penawaran saham perdana (IPO) di bursa saham Hong Kong. Nilai saham tersebut melejit hingga 35 persen dan akibatnya, dalam semalam nama Yang Huiyan tercatat sebagai salah satu perempuan paling kaya di China dan Asia. Namanya terkenal ke seluruh pelosok negara dan dunia.
Mendapat status "orang kaya" di usia muda, tidak membuat Huiyan malas. Ia malah semakin giat bekerja. Perusahaan dimintanya fokus pada pembangunan vila, ruko, dan apartemen-apartemen berukuran besar. Lokasi pembangunan tidak hanya di Guangdong, namun di provinsi lain, seperti Hubei. Tak hanya itu, Huiyan juga mendatangkan tim ahli dari Negara Paman Sam untuk keperluan bisnis dan belajar.
Huiyan sempat menelan "pil pahit" ketika krisis ekonomi merebak pada 2008. Nilai saham perusahaannya seperti terjun bebas. Namun, ia pantang menyerah dan segera bangkit dari keterpurukan.
Segala jerih payah Huiyan tidak sia-sia. Akhir bulan lalu, Country Garden Holdings Co. dengan bangga mengumumkan kenaikan laba bersih 51 persen menjadi 305 juta dolar AS atau sekitar Rp 2,75 triliun! Sebelumnya (tahun lalu), Country Garden juga mengumumkan bahwa kontrak penjualan mereka telah meningkat 32 persen menjadi 23,2 miliar yuan atau Rp 30 triliun. Ini jauh melebihi target 19 miliar yuan. Luar biasa!!
Semoga semangat dan kegigihan Yang Huiyan bisa menjadi inspirasi bagi kita semua, khususnya bagi kaum perempuan dan pengusaha muda.

Kelebihan Berat Badan Adalah Bisnis Besar

Keluarga Jean Nidetch adalah "keluarga besar". Maksudnya, anggota keluarganya bertubuh besar-besar. Jean Nidetch sendiri seorang ibu rumah tangga yang saat itu berusia 39 tahun (tahun 1961), berbobot 88 kilogram. Kedua anaknya juga berukuran "jumbo", begitu pun suaminya. Entah karena merasa senasib, Jean pun punya sekelompok teman yang ukuran tubuhnya juga besar-besar.

Jean sebenarnya sudah jengah dengan tubuhnya yang terus membengkak. Saking tak nyamannya, akhirnya ia bertekad untuk mengecilkan tubuhnya. Ia memutuskan untuk mengurangi kegemarannya mengunyah biskuit cokelat yang biasanya ia habisnya sampai berbungkus-bungkus setiap harinya. Untuk mendorong rencananya itu, Jean mendaftarkan diri ke Dinas Kesehatan New York untuk mendapatkan dukungan rencana dietnya.


Beberapa bulan kemudian, berat badan Jean turun sampai 20 kg. Lalu ia mengundang enam temannya yang gemuk-gemuk untuk minum kopi bersama di apartemennya. Jean menantang teman-temannya itu untuk melakukan hal yang sama. Ia membagikan lembaran diet yang harus diisi mereka untuk mengukur sejauh mana kemajuan programnya. Setelah itu mereka pun rutin bertemu setiap pekan. Kelompok penurunan berat badan ini lama-lama dikenal dan anggota baru pun bermunculan.

Suatu kali Felice, istri seorang agen mantel bernama Al Lippert, mendengar kelompok Jean Nidetch. Suami istri yang kelebihan berat badan ini mengundang kelompok Jean untuk kumpul di rumahnya. Melihat banyaknya peserta, Lippert justru mendapatkan ide untuk membisniskannya. Setiap yang datang mengikuti program itu membayar tiket. Lalu dibuatlah rencana bisnisnya bersama Jean. Setelah itu berdirilah Weight Wacthers, suatu usaha yang bergerak di bidang program motivasi penurunan berat badan.

Pada tahun 1963, proyek pertama digelar. Jean dan Lippert membuka program di bioskop. Setiap peserta harus membayar US$ 2 setiap kali pertemuan. Harga itu sesuai dengan harga tiket bioskop itu. Tiba-tiba saja Jean panen uang. Dan pekan-pekan berikutnya pemasukannya terus berkembang. "Belum pernah dalam hidup saya sebelumnya saya mengumpulkan uang sebanyak ini," begitu Jean menyebutkan.

Sukses itu membuat Weight Wacthers dikembangkan dengan sistem franchise setahun kemudian.Karena itulah jaringannya terus berkembang. Pada tahun 1970 pemasukan Weight Wacthers sudah mencapai US$ 8 juta dalam setahun. Dan ketika perusahaan ini dijual pada HJ Heinz pada tahun 1978, keluarga Jean Nidetch dan Al Lippert mendapat penggantian sebesar US$ 72 juta.


Pada tahun 2007, nilai usaha Weight Wacthers sudah mencapai US$ 4 miliar. Jaringannya sudah berkembang ke 30 negara dengan jumlah pertemuan per minggunya mencapai 46.500 pertemuan. Berapa jumlah pesertanya? Jika pada tahun 1961 Jean memulainya dengan 6 orang di apartemennya, selama tahun 2007 terdapat 60 juta orang yang menghadiri pertemuan Weight Watchers.

Teman-teman, ternyata dari semangat mengurangi berat badan dan sebuah ide kecil bisa lahir bisnis yang besar. Jadi jangan sepelekan ide kecil! Jika kita bisa mengelolanya dengan benar, tentu bisa berkembang jadi bisnis besar. Nah, apa ide kecil Anda?

Hati Nurani dan Intuisi Sang Entrepreneur

 

Dalam bisnis, intuisi atau mengedepankan peran otak kanan ketimbang hitungan rasional adalah penting. Untuk itu, ketajaman intuisi seorang entrepreneur mestinya terus di asah. Kadang dalam menjalankan usaha apalagi yang sudah berjalan lama akan terjadi status quo atau kejenuhan. Bagian ini akan memberikan solusi bagaimana mengatasi kejenuhan dalam usaha, selain memikirkan ide usaha baru, tak ada salahnya seorang pengusaha bisa melakukan jamming. Seperti dalam music jazz, musisi bisa melakukan jams session alias melakukan improvisasi bunyi dan nada music yang berbeda.
Seperti dalam music jazz, dalam bisnis juga perlu adanya harmoni dalam melakukan improvisasi. Untuk itu, sebaiknya antara pemilik usaha dan para manajer dan staf harus ada kesamaan harmoni dan simponi, agar ide-ide bisnis yang hendak diciptakan selaras dan ‘enak dinikmati’ serta tidak terkesan main sendiri-sendiri. Kalau antara pemilik usaha, para manajer dan para staf terjadi harmoni dan kompak dalam melakukan jamming atau improvisasi, pasti akan muncul gagasan – gagasan baru yang segar, sehingga membuat bisnis terus maju dan penuh gairah. Bisnis menjadi arena kehidupan yang menyenagkan dan menantang untuk diarungi. Itulah dunia entrepreneur.
Tolak ukur kesuksesan sebuah usaha adalah terus bergerak maju dan berkembang mengikuti perubahan zaman. Dengan terus menggunakan kepekaan kita terhadap kondisi dan tuntutan pasar yang berubah, kita juga harus bersikap terbuka menerima ide-ide baru, dengan begitu kita semakin tangkas mengkap ide-ide bisnis baru dan tampil sebagai pelopor atau trendsetter dalam bisnis itu. Menjadi yang pertama dan utama, disitulah sukses awal bisnis bisa dipetik!